Setelah sekian lama pasif Dumptruck PT BR kembali beroperasi, Rumah Warga Disapa Debu dan Bising

JejakInfo, BIMA | Aktifitas Galian C ditengah kemarau yang diduga dilakukan PT BRĀ  kembali memberikan kontribusi polusi dan kebisingan pada jalan lintas Desa Dena Woro dan Monggo -Ndano, laju kendaraan yang memuat material menggunakan dumptruck itu sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga terutama yang rumah-rumahnya pinggir jalan.

Pantauan media, aktifitas lalu lalang dumptruck dimulai sekitar pukul 08.00 wita saat warga setempat berangkat kerja hingga pulang kerja sekitar 13.00 wita, bukan satu dua dumptruck yang melintas silih berganti melainkan puluhan dalam satu jam.

Salah seorang warga Dena yang enggan dikorankan namanya menyebut dengan mondar mandirnya dump truck yang tiada henti menandakan aktifitas PT BR yang berlokasi di Tanjakan Rangga Toi Desa Monggo Kecamatan Madapangga sudah kembali dibuka dan telah direstui pemerintah Desa, kecamatan yang barangkali tidak diketahui pihak Kabupaten Bima untuk mengambil dan mengangkut material galian dari dan ke Madapangga untuk sejumlah desa di wilayah tersebut,

“Ada apa kok setelah sekian lama dipasifkan lalu diaktifkan kembali kegiatan PT BR , apakah karena desakan para pemilik dumptruck dan sekelompok pemilik kepentingan disana lalu terjadilah open to open,” tanyaknya terheran ditengah lalu lalang kendaraan galian yang menderu seolah tak ada jeda.

” Aktifitas ini tentu saja ada plus minusnya dan saat ini warga siap siap untuk tidak bisa tidur siang ditambah debu debu jalanan yang siap sedia menempel dan masuk ke rumah rumah warga 1 x 24 jam serta siap siap menerima riwayat penyakit ispa maupun saluran pernafasan,” ungkapnya.

Senada dengan warga Dena, sejumlah tenaga pendidik pun sangat mengkhawatirkan laju kendaraan pengangkut galian yang kurang bersahabat,

” kerapkali berkecepatan tinggi sementara jalur yang dilalui badan jalan sempit dan bukan ruas jalan nasional,” ungkapnya.

Salah seorang aktifis lingkungan hidup asal Madapangga Elsanier menduga aktifitas pengangkutan galian tersebut dugaannya tidak mungkin berdiri sendiri melainkan di backup pemerintah desa dan lainnya,

” kita patut pertanyakan sejauhmana legal standing keberadaan perusahaan yang diduga banyak kepentingan tersebut, inshaaAllah dalam waktu dekat kita akan klarifikasi,” tukasnya.

Dia menambahkan, mayoritas aktifitas penambangan seyogianya perlu memikirkan dampak.

“Okelah atas nama membangun, tapi apa iya kita bisa membangun dengan cara mengeruk sungai, tebing, menggaruk ladang serta mengoyak keseimbangan ekosistem yang ada lalu debunya menebar kemana mana, jalan jalan rusak karena dilalui, tanah tegalan diinjak jadi kempes hingga polusi udara yang membuat masyarakat tidak nyaman hidup,” tambahnya.

Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Penngelolaan Lingkungan Hidup.. Ketentuan tentang pencegahan dan penanggulangan perusakan dan pencemaran lingkungan hidup beserta pengawasannya yang dilakukan secara menyeluruh dan atau sektoral ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan, dan PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi barometer semua pihak,”

Al Furqon asal Tonda pun sepakat dengan sejumlah pihak, aktifis lingkungan ini pun seiya sekata dengan pandangan warga maupun lainnya,

” Saat musim hujan pun tiba sungai sungai kita, bukannya malah makin dalam dan menampung sedimen, lumpur dan batu melainkan dengan mudahnya tergerus karena tanah penyangga nya diduga telah dikeruk dengan alat berat belum lagi padatnya arus lalin saat pemuatan material dari dan ke PT BR akan turut memicu kepadatan dan arus sementara untuk ukuran desa kecil masih jauh dari lampu pengatur lalu lintas dan memudahkan kecelakaan,”tandasnya

Sebelumnya kehadiran dan aktifitas PT Bunga Raya ini tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat bahkan berkali kali di tolak warga namun entah deal – dealan apa yang membuat ijin kembali di buka.

Camat Madapangga Tajuddin Nor yang dikonfirmasi melalui ponsel tidak menjawab bahkan androidnya menjawab diluar jangkauan. Tak selesai disitu, media pun menyambangi kantornya, saat dikonfirmasi di rumdis maupun kantornya Camat tidak sedang ‘stay’ melainkan sibuk lapangan

Hingga berita dimuat belum ada pihak- pihak yang bisa dimintai keterangan terkait masalah on off nya PT BR di Desa Monggo Madapangga dengan mondar mandirnya moda transportasi yang luarbiasa kebangatan namun dipastikan aktifitas pengangkutan terus berlangsung tanpa henti bahkan hingga sore hari sekitar pukul 17.47 wita waktu setempat.(Team)

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top