DOMPU, JEJAKNTB||Tahun 2026 merupakan tahun kesuksesan Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (Diskop UKM) Dompu mengemban amanah dan program strategis, yakni strategis Nasional dan strategis Daerah. Adapun strategis nasional yang telah sukses dijalankan berupa pembentukan KDMP sedangkan strategis daerah yang sudah diaktualisasikan dalam bentuk program nyata yang konkrit adalah UMKM. Dinas ini telah bekerja keras dan cerdas dalam mewujudkan visi misi Maju Berkeadilan, Religiusitas dan Makmur Mendunia.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Dompu terus menunjukkan trend positif dalam pelaksanaan program strategis tahun 2026, baik program prioritas nasional maupun program strategis daerah,(30/5).
Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dompu, Wahyono Ragil, percepatan penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.(KDKMP) mulai menunjukkan.perkembangan signifikan di berbagai.sektor.
Program KDKMP sendiri merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (Pro SN) yang didorong pemerintah pusat dalammemperkuat ekonomi masyarakat berbagai koperasi desa.
Hingga pertengahan tahun 2026, Diskop UKM Dompu mencatat sejumlah capaian penting. Dari total 81 KDKMP yang terbentuk di Kabupaten Dompu,pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah mencapai hampir 100 persen.
Sebelumnya, sebanyak 63 koperasi atau sekitar 78 persen telah lebih dulu menyelesaikan RAT sebagai bentuk penguatan tata kelola dan akuntabilitas kelembagaan koperasi.
Selain itu, percepatan pengembangan unit usaha koperasi juga mulai berjalan. Saat ini sebanyak 30 KDKMP atau sekitar 37 persen telah memiliki usaha aktif yang bergerak dalam distribusi kebutuhan masyarakat dan pengembangan ekonomi desa.
Tidak hanya fokus pada kelembagaan, Diskop UKM Dompu juga mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Dari target 81 gerai Koperasi, sebanyak 17 gerai telah terbangun dan berdiri kokoh serta sebagian diantaranya mendekati tahap operasional.
Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM Dompu, Wahyono Ragil menegaskan bahwa pembangunan koperasi tidak Desa tidak hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik melainkan membangun sistem ekonomi baru di jantung Desa yang mumpuni, kokoh tak tertandingi guna menopang kesejahteraan masyarakat Desa.
Menurutnya, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat distribusi barang dan jasa serta penguatan sistem usaha desa sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi lokal secara berkelanjutan serta sustainable.
“Target kami seluruh program KDKMP di Kabupaten Dompu dapat selesai 100persen pada tahun 2026, baik dari sisi kelembagaan, usaha koperasi, maupun pembangunan gerai,” ujarnya.
Langkah percepatan yang dilakukan Diskop UKM Dompu juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Koperasi RI yang terus mendorong percepatan operasionalisasi
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Selain program nasional, Diskop UKM Dompu tahun 2026 juga menjalankan tiga Program Strategis Daerah yang menjadi prioritas pembangunan ekonomi daerah, yakni pembangunan Food Court Bhayangkara, pembangunan Food Court, Gajah Mada, serta pengadaan rombong untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang baru bagi pengembangan usaha kecil, pusat kuliner masyarakat, sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Dompu. Dengan progress yang terus bergerak positif, Diskop UKM Dompu dinilai sebagai salah satu OPD yang sangat aktif mendorong percepatan ekonomi dan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan UMKM hingga ke pelosok Desa.
Ketika ditanya jika nanti benar – benar dipercaya sebagai Pimpinan OPD kira-kira apa inovasinya?
“Saya akan mengidentifikasi terkait asset, evaluasi dan pemetaan kondisi wilayah setiap asset, membangun sebuah sistem baseline data, sehingga kita mampu menetapkan prioritas berdasarkan potensi dan kebutuhan daerah saat ini itu yang pertama.
Kedua, terkait peningkatan nilai properti dan pengembangan kawasan sehingga kita mampu membaca sikon memetakan segala sesuatunya agar terukur dan terjangkau.
Ketiga, kita akan lakukan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas mutu dan nilai properti dan pengembangan kawasan baik bisnis maupun ekonomi seperti misalnya pengelolaan pasar tradisional tanpa harus menunggu fiskal daerah tentu dengan strategi menjalin skema kerjasama dengan pihak swasta.
Semisal RTH Karijawa serta adanya reward dan punishment atas wajib pajak seperti memberangkatkan haji dan umroh gratis bagi wajib pajak yang taat dan penuh komitmen. Kepemimpinan Wahyono Ragil selaras dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Dompu Maju Bambang Firdaus (***)




















