JejakNTB.com | Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bima Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/12) dan menginap di Marina Inn Kota Bima selama 12 jam. Kehadiran orang nomor satu yang memimpin Republik yang berpenduduk 300 juta jiwa lebih itu bukan kali pertama melainkan kali ketiga selama beliau menjabat Presiden RI.
Sesuai run down jadwal yang tersebar dimana mana terutama whatsapp group Presiden RI hadir di Bima untuk meresmikan sejumlah kegiatan untuk masyarakat yang akan, sedang, telah dilaksanakan pelaku sistem dan pemangku kepentingan. Terutama hunian tetap rakyat terdampak banjir bandang, pasar tradisional, puskesmas maupun jalan dan jembatan.
Salah satunya adalah peresmian hunian tetap untuk masyarakat yang terkena dampak banjir bandang tahun 2021 di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.
Kedua mengunjungi pasar Kabupaten Bima yakni Pasar Sila Bolo yang terletak di Desa Rato Kecamatan Bolo guna melihat dari dekat aktifitas pasar tradisional yang masih menjadi andalan dan satu satunya harapan masyarakat untuk terus bergulirnya UMKM ditengah gempuran pasar retail moderen yang merajalela yang mematikan usaha mikro rakyat.
Keberadaan Alfamart dan Indomart yang telah merajalela dan masuk di desa di wilayah Bolo Madapangga turut mempersempit peluang dan ruang gerak masyarakat untuk mengembangkan UMKM.
Ketua DPC Partai PDIP Kabupaten Bima Nurdin, S.H., yang akrab disapa Om Digon putra asli Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kamis (29/12) saat ditemui jejakntb.com dirumahnya di tikungan Muku mengungkapkan alasan kenapa orang nomor satu berkunjung ke pasar,
” Pasar tradisional sekaligus Pasar Kabupaten Sila Bolo satu satunya andalan bagi sejumlah warga di Bolo, Soromandi, Donggo, Madapangga, Sanggar, Tambora bahkan Woha dan Langgudu sebagai harapan untuk menjajakan menjual hasil alamnya dengan harga terjangkau ketimbang memenuhi kebutuhan di tempat lain karena sembako dan lainnya bahkan kebutuhan primer sekunder tersier ada semua di pasar sila sebagai satu satunya pasar besar Kabupaten yang menyediakan semua kebutuhan warga,” kata Digon Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bima 3 Periode itu pada media.
Masih Digon, dirinya bersama segenap pengurus PDIP Se Kabupaten bahkan Kota Bima tetap semangat dan merasa bahagia dikunjungi Presiden di tanah kelahiran,
” Ini adalah moment bersejarah bagi kami di Bima wabil khusus pulau Sumbawa, dan saya sebagai anak kandung Marhaenist wajib menyambut Bapak Presiden kami dengan baik,” papar Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima dihadapan sejumlah awak media.
Selain itu, Digon mengucapkan rasa syukur kepada Bapak Presiden RI atas kunjungannya.
” Terimakasih atas kunjungannya Bapak Presiden Republik Indonesia, inshaa Allah hunian tersebut akan membawa manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” terang Nurdin yang akan tampil kembali menjadi Calon Anggota DPRD Kabupaten Bima di Pileg 2024 nanti.
Selain itu, Kehadiran Presiden RI di Bima turut menaruh harapan kita semua agar bagaimana jalan jembatan Lewa Mori bisa segera diatensi di tahun anggaran 2023 oleh Kementerian PUPR RI dibawah kepemimpinan Menteri Sugianto di Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2.
Untuk diketahui warga Kabupaten Bima bagian Barat mulai dari Pekat, Tambora, Sanggar, Soromandi, Donggo, Madapangga dan Bolo sangat sangat tersiksa selama belum dibangunnya jembatan lewa mori yang menghubungkan Bolo dan Ibu Kota
Analist Kebijakan Publik Muhammad Iqra meminta Presiden RI Joko Widodo untuk segera membangun pula Jembatan Lewa Mori yang kerap dijadikan janji politik oleh Bupati Bima memasuki tahun politik,
” Wacana dan rencana ini telah lama dan sangat sering diimpikan oleh masyarakat Kabupaten Bima mengingat mereka kesulitan mengangkut hasil olahan dan produksi kekayaan alamnya kerap terhambat dan membutuhkan biaya ongkis angkut yang sangat besar, Pemkab Bima dibawah kepwmimpinan Indah Dhanayanti tidak ada hasilnya sama sekali untuk mempercepat proses bangun jembatan itu, bayangkan sejak Bupati almarhum Ferry Lewa Mori terus dijanjikan dan di php kan namun tidak terlaksana dengan nyata,” ungkap Dae Hulla sapaan akrabnya.
Masih Dae Hulla, Kehadiran R1 kemarin menjadi momentum baik bagi Bupati Bima dan Ketua DPRD Kabupaten Bima untuk mengusulkan perbaikan jembatan lintas Bolo-Rade-Dena dan desa desa lainnya misal di Bolo dan Rade, Woro bahkan Campa agar segera diperbaiki pada awal tahun depan 2023 supaya tidak terkesan php dan janji palsu dengan benar Bupati Bima tidak sekedar menebar senyuman murahan juga,” katanya.
“Jangan andalkan TNI dan nebeng padat karya militer, mana tanggungjawabnya sebagai Ketua DPRD dan Kepala Daerah, nah kalau jembatan TNI itu roboh dan hanyut oleh banjir tentu makin menyengsarakan rakyat Kabupaten Bima,” tutupnya
Selain itu, jika Lewa Mori berhasil dibangun maka jarak tempuh Bima Barat, dan Tengah serta selatan akan semakin dekat dengan sentral perputaran uang yakni Kota Bima dan Ibu Kota Kabupaten karena ide pemekaran wilayah dan penetapan Ibu Kota Kabupaten Kota juga harus didukung oleh frekuensi perputaran uang supaya perekonomian masyarakat tumbuh sehat dengan baik.
Menanggapi aspirasi tersebut Kepala Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. H. Ridwan Syah, MM., M.Sc., M.Tp mengatakan bahwa pembangunan mayor jalan penghubung yang bernama Jembatan Lewa Mori akan dikerjakan mulai tahun anggaran 2023,
” Iya betul, Jembatan Lewamori akan segera dibangun dengan anggaran yang cukup fantastis di tahun 2023, inshaaAllah kalau tidak ada halangan 2023 Lewa Mori akan segera kita tuntaskan,” kata Ridwansyah.
Masih Ridwan Syah komitmen beliau terhadap pembangunan itu paling utama mengingat jembatan lewamori dianggap Dae Iwan sebagai utang moralnya yang akan segera dilaksanakan meski dirinya akan berada di ruang purnabhakti atau menjelang pensiun,
” Lewa Mori adalah kado saya untuk pensiun dan merupakan kontribusi saya buat Bima Kabupaten,” tegas Putra Mahkota yang juga anak kandung mantan Bupati Yakub MT ini pada jejakntb.
“Lobby yang “Panas ” untuk Jembatan LEWAMORI (karena diskusinya diatas kap mobil ) Disela kerumunan rakyat yang menyambut Pak Jokowi di Pasar Sila pagi ini, meyakinkan Menteri PUPR untuk percepatan pembangunan infrastruktur khususnya jembatan Lewamori Teluk Bima. Pak Basuki menteri yang sangat luar biasa perhatiannya untuk Nusa Tenggara Barat, Beliau sosok yang low profile , high performance.,” kata Dae Iwan sapaan akrab Kadis PUPR ini pada media.
Saking semangatnya Kadis PUPR pun sempat menulis moment teristimewa bersama sang Menteri tersebut di akun resmi bernama Ridwan Syah dengan unggahan status,

Menanggapi hal tersebut, Humas GNTI NTB, Nukman , SH menilai apa yang dikatakan H.Ridwan Syah adalah benar dan sangat proporsional. Nukman pun melihat kunjungan Presiden RI ke Pulau Sumbawa dalam rangka mengunjungi Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa dan Kota maupun Kabupaten Bima adalah rezeki akhir tahun yang harus dan wajib kita syukuri.
Ketika disinggung adanya aksi menghadang jokowi Nukman tidak melihat aksi teman teman PDIP itu sebagai hal yang memalukan,
“Justru teman teman pdip kota bima memdapatkan hadiah dan bingkisan itu tanda cinta dan semangatnya kepada pak presidennya yang juga kader pdip, ungkanya.
” Tetap semangat teman temanku DPC PDI Perjuangan Kota Bima, ayo tetap gelorakan persatuan untuk Indonesia jaya. yang pasti pak Presiden tidak pernah mengatakan tidak etis. kan… pak Presiden kelihatan tidak merasa terganggu. Malah cerah ceria kok,” kata mantan aktivis 98 itu penuh semangat.
Menurutnya, Pak De adalah Presiden terbaik sepanjang sejarah dan wajib kita apresiasi bahwa jokowi satu satunya Presiden RI yang mampu berbuat banyak untuk rakyat serta tahu kebutuhan rakyat.
” Presiden yang sangat peduli low profile merakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat hanyalah jokowi,” pungkasnya.
Menyinggung peresmian bendungan di Sumbawa, dia melihatnya sangat luarbiasa dan mahakarya di era Presiden Jokowi, selain jalan ada jembatan dan adapula lainnya termasuk rumah rumah rakyat yang tidak mampu ditangani tuntas oleh Presiden RI dua periode itu,
“Bendungan Beringin Sila merupakan salah satu dari 6 bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di NTB. Di samping Bendungan Beringin Sila, lima bendungan lainnya yakni Bendungan Tanju, Bendungan Mila, Bendungan Meninting, Bendungan Bintang Bano, dan Bendungan Tiu Suntuk.
Pembangunan Bendungan Beringin Sila bertujuan untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan irigasi dan air baku khususnya di wilayah Kecamatan Utan dan Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.
Pembangunan Bendungan Beringin Sila dilakukan sejak Januari 2019 dengan biaya sebesar Rp1.721 miliar.
Pembangunan dilakukan dalam dua paket dimana Paket I dilaksanakan oleh PT Abipraya – Mina (KSO), sedangkan Paket II oleh PT Nindya – Lestari (KSO) dan supervisi dilaksanakan oleh PT Indra Karya – Bina – Tuah (KSO).
Konstruksi Bendungan Beringin Sila didesain dengan tinggi 70,5 m, panjang 787,58 m, dan lebar puncak 12 m. Dengan total kapasitas tampungan 27,46 juta m3 dan luas genangan 126 Ha, bendungan ini nantinya akan mampu mengairi lahan seluas 3.500 Ha dan menghasilkan air baku sebesar 76 liter/detik untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, kehadiran bendungan ini juga memberikan manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 MW, reduksi banjir sebesar 90,37 m3/detik, serta potensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap, dan tempat konservasi.,” beber Nukman.
(RED)




















