Waduh, Proyek Irigasi Madapangga 1 dituding Ekploitasi Illegal?

Kabupaten Bima, [ JejakNTB.com] ,- Wilayah Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima yang berada di ujung barat sebelum Madawau dalam catatan redaksi Media Online JejakNTB.com adalah salah satu Desa yang kerap mendapatkan kegiatan proyek dan kecipratan paket baik yang datang dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten. Dalam catatan kami Ndano selalu menjadi incaran para kontraktor atau pelaksana kegiatan nakal yang hendak meraup keuntungan besar dari hasil kegiatan mendadaknya tanpa ingin diketahui dan dikontrol warga.

Pelaksana proyek pembangunan Rehabilitasi Irigasi 1 yang berlokasi di Desa Ndano Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yakni PT Sinar Jaya, diduga telah melakukan eksploitasi pertambangan secara ilegal.

Kabar tersebut digiring oleh sekelompok aliansi pemuda dan mahasiswa serta LSM  asal Bima  yang menggelar audiensi  di aula Kantor Pemerintah Kecamatan Madapangga, di Dena, Rabu.

Menurut sejumlah aktifis tersebut, kegiatan ilegal yang dilakukan pihak pelaksana proyek telah merugikan masyarakat petani di sekitar kawasan proyek pembangunan Madapangga Kompleks. selain itu segala proyek yang masuk diwilayah tersebut disorot berbagai pihak karena hasilnya kurang maksimal.

Ambil contoh misalnya mulai dari pembangunan jembatan duplikat Ndano pada tahun 2020/2021 hampir senilai 30 miliar hingga kini masih menyisakan persoalan yakni belum diselesaikannya tanah Alexa warga kristen tolonggeru oleh bagian umum Pemkab Bima di Desa Monggo, sebelah timur dari perluasan dan pelebaran tersebut masih tersisa atau menunggak pada aleksa.

Kedua, Pembangunan Irigasi di Taman Wisata Alam Madapangga pada tahun anggaran 2021 yang dikerjakan warga tonda yang tinggal di Kota Bima senilai hampir 2 m juga tanpa pengerukan yang maksimal lalu pergi tampa meninggalkan jejak, kini arus air kurang begitu maksimal mengalir di talud talud tersebut mengingat saluran irigasinya sempit dan dikerjakan asal asalan pula,

Ketiga, Pembangunan Irigasi di kawasan Desa Monggo tepatnya di pertigaan Dusun tolonggeru yang nilainya fantastis di tahun anggaran 2021 juga tak bisa dimanfaatkan secara maksimal,

Dan terbaru di tahun anggaran 2022 Pemerintah melalui  CV SJ dan CWA   kembali membawa paket yang sama dengan judul Irigasi 1 Madapangga mengalokasikan anggaran negara senilai Rp 1.458.944.000,00       [ Satu Miliar Empat Ratus Lima Puluh Delapan Juta Sembilan ratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah] untuk merehabilitasi katanya,  anehnya Camat Madapangga tidak tahu menahu dengan aktifitas tersebut namun hal tersebut terkuak setelah sejumah anak anak muda yang tergabung dalam LSM Peluru dan Fraksi NTB turun lapangan dan meng crosscheck kegiatan ternyata pelaksana kegiatan diduga kuat tidak mengantongi ijin lalu secara pelan pelan menarik keluar alat alat beratnya di lokasi meskipun dibawah tekanan massa aksi.

Analist Kebijakan Publik, Elshabier Alghura, S.H. meniai ini sangat unik dan menarik untuk dikaji dan diteliti bersama mengapa baru kali ini ada pelaksana proyek dengan anggaran lumayan besar secara tiba saat tiba akal langsung menarik keluar alat beratnya di lokasi pekerjaan hanya gara gara didatangi sejumlah aktifis dan LSM serta Pers.

” Dugaan saya bisa jadi anggapan dan tudingan kedua LSM menjadi benar dan dikuatkan oleh Camat Madapangga bersama APH, orang enggak bisa segampang itu keluar lokasi dengan alat beratnya jika memiliki ijin pelaksanaan kegiatan yang jelas, ungkap Alumni Fakultas Hukum tersebut pada Media.

Menyimak dinamika yang terjadi, ada yang tidak beres dengan pekerjaan galian C beserta tetek bengek rehabilitasi irigasi satu itu, dugaan kuat pelaksana memang nyata mengeruk dan mengeksploitasi lingkungan tanpa sesuai SOP pelaksanaan sebuah paket kegiatan tertentu,

,” Bisa jadi CV SJ dan CWA benar benar tidak kantongi ijin dan bukan tidak sesuai bestek sebagaimana yang diberitakan salah satu media online di Bima,

Untuk diketahui, Camat Madapangga Tajuddin Nor bersama TNI Polri Rabu, [11/5] berlokasi di Desa Ndano telah menarik keluar alat berat para pelaksana dari titik lokasi kegiatan khusus untuk Galian C, penarikan alat alat berat tersebut disaksikan sejumlah warga dan aktifis LSM  serta Aparat Penegak Hukum setempat.

Hingga berita termuat, belum ada pernyataan resmi Camat Madapangga maupun pihak penanggungjawab kegiatan terkait penarikan sejumlah alat berat yang dimaksud namun dipastikan langkah tersebut diduga sudah tepat mengingat oknum pelaksana sama sekali belum mengantongi ijin bukan tak sesuai bestek sesuai yang diberitakan. [JEJAK.COM : TIM]

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top