Ilustrasi/ist
JEJAKNTB.COM | Viral di Facebook oleh akun Roslani Jauhari yang memasang status sejumlah Kepala Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga diambil uangnya oleh oknum mengaku timses di wilayah Kecamatan Sape, Wera dan sekitarnya.
Roslani Jauhari dengan vulgar menulis di akunnya dengan narasi sebagai berikut
“Saya tergelitik dengan beberapa Nama ASN yang di sebutkan dalam pemberitaan ini,jika benar adanya,maka pemberi dan penerima adalah pelaku nya.
Karena mustahil nama nama ini di sebut,jika tidak atas pengakuan mereka sendiri.
Tapi jika tidak maka ini adalah Fitnah,
Hal hal sperti ini wajib di klarifikasi dan di pertanggung jawabkan di depan hukum.
– Pertama urusan Nama Baik.
– Yang kedua urusan Suap menyuap adalah tindakan melawan hukum.
Di mana jika terjadi persengkokolan keduanya baik Yang memberi suap atau penerima suap,adalah sama sama Pelaku kejahatan.,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Terpantau Roslani menandai sebanyak 33 orang dalam tulisannya termasuk Mochamad Yahdi yang juga sebagai Ketua Team.


Beragam tanggapan dan komentar atas unggahan status sosial dari sejumlah netizen atas apa yang dikemukakan akun Facebook Roslani. Fenomena seperti ini kerap terjadi dan muncul setelah pelantikan Kepala Daerah dan Bupati maupun Walikota terpilih.
Senada dengan Roslani Jauhari, sebuah akun pribadi bernama Syarif Era pun mengunggah dan mengungkap fakta dasar atas persoalan tersebut.




Aksi oknum yang menamakan diri dan mengatasnamakan tim sukses Bupati dan Wakil Bupati maupun Walikota dan Wakil Walikota bukan rahasia umum lagi, sekelas Koordinator Desa ( Kordes ) saja sudah lihai mengelabui sejumlah Kepala Sekolah , bahkan mendatangi unit kerja setiap hari.
Salah satu Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Madapangga pun mengakui hal ini,” Kita sering didatangi Kordes, tapi tidak sampai kita serahkan uang kepada mereka, karena kepingin silaturrahmi aja,” ucap Kepsek di Madapangga yang enggan diberitakan namanya.
Bupati Ady Mahyudi jauh hari pun telah mewanti-wanti agar ASN bekerja profesional saja dan tidak Melobi Jabatan. Begitu pula dengan dr.Irfan meminta para ASN agar bekerja secara profesional dan terukur. “Saya minta semua ASN untuk tidak bergerak melakukan lobi-lobi jabatan karena jelas pemerintahan ini profesional sesuai janji politik yang sering kami sampaikan,” pungkasnya disetiap momentum.(Redaksi)




















