

MATARAM JEJAKNTB|Viral di media sosial seorang aktifis perempuan bernama Uswatun, SH (28) yang karib disapa Badai NTB kembali menyerang Bupati Kabupaten Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE MIP melalui akun pribadinya Badai NTB, sekitar sembilan jam yang lalu.
Dalam Facebook nya Mantan Aktifis Kohati HMI Cabang Denpasar yang bermarkas di Singaraja tersebut secara fulgar bernas dan lugas menulis,
Sebagai bahan kajian semua orang ke ana dohoeee.
Kekuasaan dinasti sedang menjadi sorotan. Jangan terlalu lena dengan manuver politik. Ingat, sejarah telah mencatat jatuhnya dinasti akibat korupsi. Dan bukan mustahil IDP yang dijemput KPK. Kasus-kasus yang terlapor dan yang pernah menjadi pembicaraan publik selama ini jangan disangka tidak dikaji oleh LSM dan penegak hukum, dan lenanya dirimu merawat dinasti adalah bahan pertimbangan mereka untuk terus menyorot kasus-kasus yang menyeret namamu. Boleh jadi di Pilkada ini kamu mulus memenangkan pertarungan, tapi dalam catatan sejarah dinasti terdahulu periode ketiga adalah periode pancingan untuk membongkar keran korupsimu.
Bayang-bayang bahaya ini harus jadi perhatian IDP. Sebab Kabupaten Bima sedang disorot karena korupsinya yang menjamur, kerugian negara akibat KKN di Bima begitu fantastis nominalnya. Maka tidak berlebihan saya katakan bahwa dinasti dalam bayang-bayang kehancuran.
Tidak usah rekasioner membabi buta kaya anak labil. Kalau mau bantah, pakai tulisan, korespondensi. Jangan menghujat apalagi pakai bahasa-bahasa yang feodalis dan merasa maha benar dengan segala “ngehek-ngeheknya”.
Pahamkan?
IDP membangun praktik neodinastiisme (dinasti gaya baru). IDP membuktikan bahwa kemampuan lobi politik dengan kekuatan uang lebih mujarab dibandingkan dengan sekadar bermodal sikap teguh atau militan pada parpol.
Oh ya, saya menyuarakan aspirasi penolakan terhadap neodinastiime bukan untuk mengikuti dan menghamba kepada syahwat merebut kekuasaan, melainkan demi tegaknya demokrasi dan aturan main yang berbasiskan kejujuran, transparansi, kebenaran, dan keadaban.
Model dinasti politik “arisan keluarga” tidak akan membawa kita kemana-mana. Selain kemunduran dan menjamurnya praktek KKN. Walaupun politik dinasti secara prinsipil memang tidak bermasalah jika kita kembali pada putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final and binding.
Tapi, ada dampak-dampak yang menyedihkan yang membuat hajat hidup orang banyak rusak nantinya.
Ratu dan Putra Jenateke sedang mempermainkan kita semua.
Kekuasaan dinasti menyembunyikan kekuasan dan korupsi dengan perilaku dan tutur kata palsu yang halus lembut. Sisanya para kurcaci yang menjadi ahli penata penyembunyian itu dalam buku administrasi dan irama birokrasi.
#fyp
#meta
#fbpro
#jangkauanluas
#viral
#bima
#ntb
@pengikut
@sorotan
Semua Orang
Semuaorang
Tulis akun sang pencerah Badai NTB yang tidak lain milik Uswatun gadis kelahiran Ngali Belo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.



Beragam komentar dan tanggapan para netizen atas status mantan anggota Kohati HMI Cabang Singaraja Bali tersebut sebagai bentuk kontrol terhadap kinerja pemerintahannya selama sepuluh tahun bahkan dua periode.
Merasa penasaran dengan cuitan pedasnya Sang Badai NTB, Awak media JejakNTB mencoba menghubunginya lewat ponselnya. Saking sulitnya menghubungi beliau berkali-kali ternyata ada nomor hotline khusus untuk wawancara tokoh perempuan Bima yang berani ini terkait dengan nalar kritisnya.
Media : Apa benar itu tulisannya adinda Uswatun?
Uswatun: Benar sekali bang,memang saya yang melakukannya dengan maksud dan tujuan untuk mengingatkan Bupati untuk menghentikan trik caranya yang keliru dan salah dalam tata kelola pemerintahan.( Tim)




















