Turunan Langsung Trah terakhir Raja – Raja SIREN Tau Tana Kamutar Telu KSB Angkat Bicara Luruskan Jejak Sejarah, Begini Penjelasannya!

Pelurusan Sejarah Budaya Tau Tana Tana Kamutar Telu yang awalnya tertera nama Datu Seran menjadi Raja – Raja SIREN Tau Tana Kamutar Telu Kabupaten Sumbawa Barat – NTB sesuai Defakto and Dejure
MATARAM, (JejakNtb)||Era masuknya ajaran agama Islam Kerajaan SIREN Tau Tana Kamutar Telu Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat itu sebagai penanda sejarah yang sesungguhnya.
Pada saat berkuasa leluhur kami secara turun temurun, sekitar tahun 1450 – 1500 dengan gelar Dewa Maha Raja Raden Mas Marawijaya. Dan pada tahun 1478 Raja Champa Sultan Musaffar Syah mengutus Syeh Abdurrahman untuk mengislamkan Kerajaan SIREN Tau Tana Kamutar Telu dengan membawa “NEKARA” bintang 12 sebagai bentuk pondasi memperkenalkan Allah melalui Tauhid Allah dan Syhadat Rasul, ilmu Tajalli dan ilmu Taraqi.
Karaeng Lempangang Sultan Abdullah, Nisamol Yakin, di Mataram, Minggu, mengatakan selama ini telah terjadi pengaburan sejarah sehingga perlu diluruskan yang sesuai dengan jejak defacto dan dejure agar tidak dikuasai oleh oknum yang tidak berhak.

Sejarah dan Historisnya!
Pada tahun 1616 Safari Islam dari kerajaan Tallo Makassar Karaeng Matoaya Sultan Abdullah I (satu) mengutus anaknya Karaeng Beroanging Sultan Abdullah II ( dua )dengan Dato Ribandang dan ulama lainnya bersama pasukan Imperium Darat Karaeng Lokmok Tumak Kajanangang dengan Panji Perang NAGA MAS menaklukkan dan menguatkan kembali pondasi Islam dari Dompo, (yang sekarang Dompu), Sanggar dan Tambora, (yang sekarang Bima) wilayah tiga ini hanya sekejap di taklukan dan bergeser ke arah barat Kerajaan SIREN hampir satu tahun peperangan tidak bisa di taklukan.
Karena kekuatan “Manggala Majapahit Taliwang”, akhirnya diplomasi perkawinan silang Anak Raja Tallo Makassar Karaeng Beroanging Sultan Abdullah II (dua) dengan Anak Raja SiREN Dewi Sri Cambauwa maka keluarlah Sumpah “RUA KARAENG SEK’RE ATA” ( Dua Raja Satu Rakyat) dan Kerajaan SIREN Tau Tana Kamutar Telu Adat Istiadat dan Budaya Harus TANJA Makassar sampai hari ini, yang berlandasan pada Adat Istiadat berpegang kepada Syara’, Syara’ berpegang kepada Kitabullah Denga visi Lembaga Adat SIREN Tau Tana Kamutar Telu, adalah merupakan memotivasi masyarakat Adat Kamutar Telu agar saling menghargai dalam pola berfikir, bersikap,dan bertindak walaupun kita beda Agama, Suku, Budaya, Adat istiadat dan Ras sesuai Amanat leluhur dengan KERIK SELAMAT, Aman dan Terpelihara dengan semboyan Leluhur “TALI ONTAR TELU” :
1. TAAT
a. Kepada hukum perintah Allah SWT
b. Kepada hukum larangan Allah SWT
c. Kepada hukum ketentuan Allah SWT
2.MALU
a. Kepada Allah SWT
b.Kepada diri sendiri
c.Kepada seluruh Manusia atau lingkungan
3. MUSYAKARAH
Dalam hukum adat istiadat Syara’ Al-Qur’an harus mengikuti :
a.( Tu Laung Seputes Boat ke Hak) = BICARA SEGALA SESUATU UNTUK MENJADI KEPUTASAN DALAM HAK,
b. ( Tu Laung Seputes Boat ke Sabar) = Berbicara dalam mengambil keputusan dengan Sabar
c.( Tu Laung Seputes Boat ke Marhamah) = Berbicara dalam mengambil satu Keputusan Pekerjaan atas dasar kasih sayang.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah adanya kerajaan siren kecamatan seteluk kemutar telu kabupaten Sumbawa Barat NTB, sangat penting dikenal di seluruh masyarakat Indonesia.
Uraian dari ahli waris dan TRAH Akhir turunan langsung keluarga besar Raja_Raja Siren .
Sumber berita keluarga besar Raja_Raja Siren Nisamol yakin S.Pd Karaeng Lempangang Sultan Abdullah Garis turunan langsung ahli waris Raja_Raja siren Tau Tana Kemutar Telu,Kabupaten Sumbawa Barat, NTB.
Redaksi___




















