Tunjangan Sertifikasi Guru di Kabupaten Bima tak Kunjung Cair, Begini Tanggapan Kadis Zunaidin

JejakNTB. Com |unjangan sertifikasi guru tahap III guru-guru di Kabupaten Bima, hingga kini tak kunjung cair.

Hal ini membuat para guru meradang, karena sertifikasi menjadi penghasilan lain bagi para guru untuk memenuhi kebutuhannya.

“Seharusnya Oktober kemarin sudah cair, tapi sampai sekarang belum ada,” ujar seorang guru SMP di kabupaten Bima.

Padahal lanjutnya, sertifikasi tahap IV sudah harus cair pada Desember mendatang.

Apa iya langsung dicairkan sekaligus Desember nanti atau gimana? Setidaknya kami butuh penjelasan dan informasi,” tanyanya.

Guru yang namanya tidak dipublikasikan ini mengaku, guru-guru sudah mulai resah karena tidak biasanya tunjangan sertifikasi terlambat seperti sekarang.

“Oktober saja sudah telat, gimana dengan Desembernya gitu kami pikir,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora ) Kabupaten Bima, Zunaidin HI yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan keterlambatan pencairan sertifikasi tersebut.

” Iya betul, sampai sekarang belum ada yang dicairkan, sedang diproses dan ditangani, saya lagi kurang enak badan,” ujarnya, saat dihubungi via handphone, Kamis (17/12/2022).

Ditanya penyebab, Zunaidin mengaku tidak mengetahuinya karena tunjangan sertifikasi adalah kewenangan pusat.

“Kendala sejauh ini tidak ada. Penyebab keterlambatan ga tahu juga, karena pusat langsung itu yang transfer, tetapi kami sudah kirim tim ke kementerian yang terdiri dari bu ico, dan asrul” ujarnya.

Meski diakui terlambat, Zunaidin belum berani memastikan kapan TPG para guru SMP dan SD Kabupaten Bima akan dicairkan. Sementara saat ini kebutuhan terus mengejar para guru kita.

Zunaidin juga tidak berani memastikan dan dirinya menyerahkan itu semua pada tim yang diutus dan dikirimnya ke kementerian,” Saya lagi sakit makanya saya tidak begitu mengikuti perkembangannya, ditunggu saja.” tambahnya.

“Tapi kami sudah lakukan komunikasi dengan Kementerian dengan cara mengirim tim,  infonya belum jelas kapan ditransfer. Sedang ditangani,” tegasnya.

Ia mengimbau para guru untuk bersabar, karena yang memiliki kewenangan dalam mencairkan tunjangan sertifikasi adalah Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (Nkm)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top