TP PKK Provinsi Monev di KSB Kaget, 10 UMKM ‘Mati Suri’ Tanpa Ada Laporan

JejakNTB.com | Tim penggerak PKK Provinsi NTB, turun melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) atas Kelompok UP2K – PKK Tim Penggerak PKK dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Makro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di Aula PKK Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (21/8).

Informasi yang berhasil dihimpun Media JejakNTB.com kegiatan itu akan di running selama 1 hari untuk Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dengan lokasi acara aula PKK karena ranah dari PKK setiap Kabupaten/Kota.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perkembangan usaha dari kelompok yang mendapatkan bantuan penguatan modal, termasuk kendala kendala apa yang menjadi faktor penghambat, sehingga selama ini keberadaan itu mati suri dan tidak berjalan dengan semestinya.

Monev turut dihadiri pengurus PKK Provinsi NTB dan yang hadir adalah Ketua 2 PKK, Ketua Pokja, Sekretaris Pokja 2 dan ditambah 1 orang anggota Pokja 2.

” Iya sekitar empat dan lima orang laah rombongan dari Provinsi yang turun lapangan,” ucap salah satu anggota tim dari provinsi yang bernama Nuraeni pada wartawan jejakntb.com, Senin (21/8)

Pantauan media, kunjungan monev sejumlah tim provinsi tersebut mendapat sambutan hangat Ketua Pokja II KSB
dan Ketua PKK Kecamatan, serta sepuluh
Kelompok UP2K Desa yang sudah mendapatkam bantuan penguatan modal usaha dari Dinas Koperasi Provinsi NTB yang dititipkan melalui Dinkop setempat pada tahun anggaran berjalan.

Namun dari hasil kegiatan tersebut meski berjalan lancar namun ada catatan catatan kecil dari tim penggerak PKK Provinsi bahwa sebagian besar kelompok yang dapat bantuan mati suri dan tak satupun memiliki laporan sementara anggaran sudah dikucurkan.

Tim penggerak PKK Provinsi NTB, yang diwakili Ibu Nuraini pada media online jejakntb.com, Senin (21/8) merasa kaget dengan apa yang dilihatnya di lapangan,

” Iya sebagian besar klompok yang dapat bantuan mati suri g ada laporannya,” tulis Nuraeni pada WA yang dikirim ke redaksi, Senin (21/8)

Apakah anggaran yang dimaksud menggunakan dana hibah atau apa belum jelas juga dirincikan ke media namun sepuluh kelompok tersebut tidak memiliki laporan sama sekali. Padahal sejatinya hal itu adalah suatu bantuan pinjaman modal lunas, UMKM naik kelas yang bukan hibah dan bukan pula anggaran cuma cuma namun faktanya tidak mampu dipertanggungjawabkan secara benar dihadapan tim monev provinsi yang sudah standby di KSB.

Menyikapi temuan tersebut, Ketua TP. PKK Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt. belum bisa dihubungi namun media akan tetap mengkonfirmasinya terkait mati surinya sejumlah kelompok sesuai data yang dipaparkan tim provinsi. Apakah itu nyata atau ada unsur politisnya.

Hingga berita ini dimuat belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan secara detil terkait temuan teraebut dan bakda Dzuhur hari ini acara kedua akan dilanjutkan di Aula PKK Kabupaten Sumbawa yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta Sumbawa Besar.

.(jejakntb/RED)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top