Tim NTB Medix Support WSBK, Sarankan Penonton Konsumsi Cukup Air

    Alwan Wijaya S.Kep NS.
   Koordinator Tim Medical

 

Mandalika, JEJAKNTB | Dibalik suksesnya WSBK ada Tim yang bekerja dengan epic, kompak, terukur dan cepat. Salah satunya adalah Tim Medical yang bekerja sejak hari pertama race WSBK hingga final race di hari ke tiga Minggu (5/3).

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah SE.MSc, disela kunjungan Both stand UMMK (4/3) menyempatkan berkunjung ke Tenda Mini klinik, yang berlokasi di tengah Sirkuit Mandalika. Dirinya menyapa tim medis yang ada dan memberikan apresiasi atas kerja kerja cepat dalam penanganan pasien selama WSBK berlangsung

“Berapa pasien yang masuk hari ini pak Dokter,? Tanya Gubernur kepada Dokter dan perawat jaga. dijawab, “Ada 41 kasus pasien hari ini yang dilayani di seluruh wilayah sirkuit yang merupakan penonton di WSBK” Jawab Alwan selaku Koordinator Tim Medical Sembari memeriksa tensi kesehatan Gubernur NTB.

Selepas itu Gubernur berfoto bersama dengan seluruh tenaga NTB Medix

Dijumpai awak media selepas kunjungan Gubernur, Alwan Wijaya S.Kep,NS menjelaskan bahwa tim Medical NTB fokusnya menghandle dan memantau seluruh pengunjung terkait permasalahan kesehatan, terutama kejadian yang bersifat darurat.

“Dari darurat yang ringan sampai yang sedang bisa kita tangani di sini, yang kita siapkan itu adalah fasilitas mini klinik satu tempat sebagai tempat pusat rujukan seluruh area sirkuit, dan mini klinik ini ada standby petugas kesehatan” ucapnya

Kemudian lanjutnya, fasilitas yang ada diantaranya ada 4 Tenda medic basic, kemudian 2 pos pantau , dan 1 mini klinik sebagai pusat rujukan di rink 2.

Sementara untuk seluruh tenaga kesehatan sejumlah 76 orang tenaga paramedis yang diambil dari seluruh Pulau Lombok yakni ada 29 perawat, kemudian 29 first aider yang merupakan relawan yang memiliki spesifikasi untuk BHD (bantuan hidup dasar) dan teknik evakuasi dari mahasiswa kedokteran dan juga perawat.

Demikian pula ada driver sebanyak 8 orang, dokter umum 5 orang, dan dokter spesialis emergency sebanyak 2 orang.

“Harapan kami dari beberapa event yang sudah kami kawal kebanyakan yang masuk diklinik dan membutuhkan pelayanan kesehatan itu adalah pengunjung yang dengan gejala instruk dari yang ringan sampai yang berat. Oleh karena itu kami memberikan sedikit tips bahwa penonton harus tercukupi cairannya, kalau bisa kita tekankan semboyan ” minum sebelum haus’. jadinya budayakan minum Jangan menunggu haus dulu baru minum jadinya sebelum haus itu harus minum dulu, kondisi tubuh ini akan lemah kalau kita terus biarkan dia dehidrasi. Haus itu muncul sebagai tanda-tanda kekurangan cairan” Urai Alwan.

Ditegaskan kembali oleh Alwan, jadi sebaiknya sebelum haus itu harus sudah minum, karena persediaan air minum, normalnya itu tubuh kita membutuhkan air sebanyak 2000 cc per hari atau 2 liter.

” Saran saya dalam kondisi cuaca agak panas ini harus agak banyak mengkonsumsi air minum, dan harus tetap dibawa dan diperhatikan kondisi badan” Pungkas Alwan.(Ruf)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top