SUMBAWA BARAT, jejakntb.com|Setelah sukses besar melaksanakan peningkatan kompetensi guru semua jenjang yang dirangkaikan pelatihan satuan tugas satgas anti kekerasan di sekolah kembali OPD Dinas hebat Dikbud Kabupaten Sumbawa Barat melakukan akselerasi percepatan penguatan kapasitas sumberdaya manusia Civil Society dan servantsnya dalam platform empowering
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat kembali menghelat Bimbingan teknis (Bimteks) implementasi perundang-undangan dan pengelolaan kinerja dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Selasa hingga Kamis, 29-31 Oktober 2024 yang diprioritaskan bagi Operator Sekolah maupun Dapodik semua jenjang yang dipusatkan di Aula Ki Hajar Dewantara.
Pantauan media di lokasi Aula Ki Hadjar Dewantara Dikbud KSB, mayoritas peserta adalah operator dan guru guru senior pada satuan unit kerja sekolah dasar yang telah direkomendasikan sekolah dan kepalanya untuk mengikuti hajat edukasi tersebut.


Dalam momentum tersebut Pemkab Sumbawa Barat melalui representasi Dinas Dikbud Sumbawa Barat mensosialisasikan sebuah aplikasi yang kapabel dan sangat integritas guna melindungi data dan masa depan pendidik dan tenaga kependidikan nya menyambut Indonesia Raya yang maju dan sejahtera
Adapun maksud dan tujuan utamanya adalah mensinkronisasikan data maupun administrasi para ASN agar dapat mengakses layanan serta memiliki Civil-Effect Kepegawaian, mengingat saat ini sudah serba teknologi dengan sistem informasi yang canggih ‘one big data’.
Bimtek turut dihadiri pihak BKPSDM Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Ridwan SH dan Saidil Hudri SPd MM Inov dan secara resmi dibuka Khusnarti, S.Pd.,MM Inov selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Program ini sangat penting sekali, agar pemahaman kita seperti apa sich aplikasi ini dan yang sekarang ini jika berbicara di tataran pendidikan bukan hanya linknya BKN tetapi juga ada korelasinya dengan PMM. Kita matching kan dua aplikasi digital berbasis online yang akan dipaparkan secara gamblang oleh yang hadir bapak bapak didepan kita ini, yang sangat luar biasa akan memberikan pemahaman.
Selain itu ada SIAO, aplikasi ini juga sangat bermanfaat bagi para pegawai, guru ASN maupun non ASN termasuk salah satu tolakukur yang bermuara pada attitude kita, jadi salah satu atensi juga, jangan sampai ada temuan seperti suruh absensi anak buahnya dll

Tetapi inshaallah akan menjadi temuan di BKPSDM sehingga pendapatan yang kita terima tidak berkah, karena yang kita peroleh tidak sesuai dengan yang kita laksanakan, jadi hati hati kalau Allah mau bertindak maka kita tidak bisa berpaling dari karmanya.
Jangan berpikir gampangan, asal jadi saja terus dengan cara pemalsuan dan lainnya, ingat Allah dengan caranya akan menegur kita, itu yang harus jadi perhatian, sebelum Allah SWT menegur kita maka hari ini akan diberikan pemahaman oleh bapak bapak hebat dimuka tentang bagaimana ekip dan siap.

Jadi bapak ibu yang kami hormati Alhamdulillah semua kegiatan kita di laksanakan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan inshaallah akan berdampak begitu juga harapan kami dengan hadirnya beberapa bapak ibu guru, operator manfaatkan dengan baik, dan jangan lupa minta waktu kepada kepala sekolah nya masing-masing untuk menyampaikan informasi ini
Jadi harus ada RTL dari kegiatan ini pak Kasubag meskipun sebentar. Sebab apa yang dibahas ini sudah barang tentu bermanfaat bagi semuanya dan apa yang dilakukan dilingkungan sekolahnya mohon dong dikirimin ke kita juga, serta melakukan pengimbasan di lingkungan terdekatnya.
Dalam kegiatan ini, hanya guru guru sekolah dasar saja yang menghadiri tidak ada guru jenjang PAUD dan SMP melainkan sekolah dasar saja se Kabupaten Sumbawa Barat.” Mohon RTLnya sejauhmana semua aplikasi dan digitalisasi sistem input pembelajaran ini harus terdeteksi secara sistematis dan terencana maupun terukur
Intinya wajib sesuai mandatori Jokowi seperti berdampak jelas yakni harus disosialisasikan kembali dan bukan tumpukan kertas, jadi suka tidak suka kita dituntut untuk sejalan dengan era digital yang dimana mana sudah tidak manual lagi sehingga membutuhkan kecepatan dan kecerdasan tinggi dalam mengaktualisasikannya
Sehingga sudah tidak diperbolehkan lagi absensi manual kecuali kondisi darurat tertentu makanya ada aplikasi yang baru diluncurkan bukan tumpukan kertas dan saking mau cepatnya saya maka pada hari Jum’at itu sudah terlaporkan semua hasil kegiatan ini,” tegasnya.
Bapak ibu guru dan operator esensi ya sudah sosialisasi ini di lingkungan sekolah masing-masing, siaap tidak?,” tanyaknya yang dijawab serentak bapak ibu guru semuanya yang hadir tadi pagi dengan kata,” siaaaaap Bu” semangatnya
Bila perlu satu guru bisa imbaskan knowledge nya tentang ini di dua sekolah baik SD maupun SMP oke sah saja bahkan itu yang diharapkan supaya maksudnya kita selangkah lebih maju. Tindakan cepat, bukan tumpukan kertas dan berdampak,” tandas Khusnarti.
Semua kegiatan wajib senafas dengan mandatori Jokowi dan nawacita nya bung Karno selaku motivator dan inspirator handal mumpuni yang telah menjadi Bapak Bangsa
Dinamika sah sah saja namun wajib diingat bahwa mandatori Jokowi jangan dilupakan sebab itu intisari dari derap langkah kita sebagai insan pengabdi yang berlandaskan cita dan nawacita tadi, harapnya.
Itu acuan semua kegiatan, jadi saya berharap kepada kita semua yang hadir agar tetap bersemangat menimba ilmu secara iqro. Saya katakan itu bukan iqro mengaji bukaaan hanya sebatas baca Qur’an melainkan informasi informasi terkini terupdate terkait dengan tupoksi kita menjadi apa saja itu mindsetnya iqro
Kita beriqro dan kita belajar inshaallah akan muncul kearifan tersendiri yang akan berdampak pada kebajikan dan amalan jariah yang akan dibawa mati sebagai bekal akherat juga bagi kita bapak ibu dan mari kita berbagi dan teruslah berbagi sebagai cabang yang tafaubihiii, Pungkasnya.
Sementara Muhammad Ridwan SH sebagai pemateri utama dalam momentum tersebut menyampaikan bahwa esensi dari kebijakan pemerintah terkait ini merupakan langkah sinkronisasi data base.
” Langkah ini berat diawal namun inshaallah akan indah diakhirnya, saya ambilkan contoh sederhana ketika data di dapodik berbeda dengan di aplikasi BKN atau BKD maka alat atau aplikasi inilah yang akan mensinergikan nya sehingga melengkapi semua data jadinya kedepan satu data tidak ada lagi saling tumpang tindih,” tutupnya.(Nukman)




















