TERUPDATE: Fakta Sejumlah Rumah Warga Terbelah di Muku, Ribuan Warga Bakal Mengungsi

Kondisi rumah warga yang rusak berat akibat retakan tanah di Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima pada bulan mei 2023.

 

 

JejakNTB.com | Pergeseran bumi berupa retakan tanah terjadi di Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ternyata benar adanya. Akibat fenomena ini ribuan warga setempat bakal mengungsi dan dievakuasi  dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Sanolo, Usman H Ahmad kepada jejakntb.com mengungkap, warga Dusun Muku nyata merasakan getaran saat tanah retak dan hasilnya sejumlah rumah warga rusak akibat retakan tersebut.

” Getarannya memang nyata, jarak pemukiman warga dengan retakan utama yang terletak di pegunungan sekira 1 kilometer. Namun karena retakan terjadi pada malam hari, sehingga getaran bisa dirasakan dengan jelas oleh warga.,” ungkapnya.

Saat ini, beber Usman, ada 37 titik retakan yang terlihat dengan lebar 4/3 meter dan panjang 75 meter.

Pihaknya sudah melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima terkait fenomena retakan tanah tersebut.

Fenomena alam ini sudah mengakibatkan kerugian dan ketakutan warganya.

Retakan tanah ini terjadi sejak 20 Mei 2023 dan sampai ini terus berlangsung hingga menimbulkan kekhawatiran warga.

Pihaknya sudah melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima terkait fenomena retakan tanah tersebut.

Fenomena alam ini sudah mengakibatkan kerugian dan ketakutan warganya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima, Isyrah yang dikonfirmasi membenarkan adanya retakan tanah tersebut.

Akibat fenomena tersebut, sudah ada tiga unit rumah warga yang rusak, 1 di antaranya dalam kondisi rusak berat.

Saat ini, pihaknya sedang membangun tenda atas permintaan warga karena takut berada di rumah saat malam hari.

“Warga takut kalau retakan tanah terjadi saat mereka tidur, karena memang arah retakan ke pemukiman warga,” jelasnya, Jumat (2/6/2023).

Ada empat tenda yang dibangun, dari BPBD dan dari Dinas Sosial Kabupaten Bima, beserta logistik kedaruratan.

Dari data yang dihimpun, ada 300 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Dusun Muku, artinya ada ribuan jiwa yang akan dievakuasi jika retakan tanah semakin mendekati area pemukiman.

Senada dengan Isyrah, Kasubag Humas Protokol Pemkab Bima, Yan Suryadin pun menyatakan bahwa Pemkab Bima yang dipimpin langsung Bupati Bima telah turun lokasi yang didampingi Wakil Bupati dan Jajarannya.

“Alhamdulillah tadi Ibu Bupati dan Bapak Wakil sudah meninjau dan berdialog dengan warga terdampak, serta bantuan tanggap darurat dan tenda sementara juga sudah ada. Terima kasih teman teman media yang sudah mengawal🙏,” pungkasnya.

 

(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top