Tersangkut Pidana Korupsi Boimin Terancam Dipecat, Ini Penjelasan Ketua OKK DPD Gerindra

JejakNTB.com | Kasus Anggota DPRD Kabupaten Bima dari Partai Gerindra Boimin dalam kegiatan PKBM Karoko Mas yang merugikan negara senilai 862 dari total budget APBN Rp 1, 44 miliar di tahun anggaran 2017, 2018 hingga 2019 kini mendinamisasi. Polisi telah menahan yang bersangkutan di Mapolresta Bima sejak Jum’at lalu (28/10/2022) dan dinyatakan P21 berkasnya oleh Kejaksaan Negeri Raba Bima.

Buntut dari penahanan itu sepekan terakhir masyarakat Ambalawi melakukan aksi blokir jalan dari dan ke Ambalawi dengan maksud agar Boimin yang juga Kader Partai Gerindra tersebut dilepaskan. Tidak hanya aksi aksi seperti itu yang dilakukannya melainkan juga warga memanfaatkan sosial media untuk menyerang balik anggota Dewan yang menurutnya sangat memalukan warga Ambalawi maupun wera khususnya Bima Timur.

Dinamika terus terjadi di Wera dan Ambalawi baik secara positif maupun negatif,

Sebuah akun facebook pribadi atas nama Deni Wijaya Harmono misalnya, mengunggah status di facebooknya dengan menyindir Ketua Umum Partai Gerindra, H. Dahlan M. Noer,

Dalam statusnya dia menulis,

Atas nama kecintaan terhadap partai Garuda/Gerindra dibawah komando jendral Prabowo Subianto,
Dalam hal ini Kami atas nama kaum muda GERAKAN MUDA NUSA TENGGARA BARAT (GARUDA NTB) di Provinsi Nusa Tenggara Barat,

Meminta dengan hormat dalam tempo yang sesingkat-singkat nya untuk segera PECAT kader tersangka korupsi atas Nama Boimin! Dapil Wera-Ambalawi, dan segera umumkan secara terbuka di ruang publik.

Kami tidak Ingin Ketua Gerindra Kabupaten Bima pak Dahlan M.Nor kehilangan ribuan simpatisan partai Gerindra baik dikalangan muda maupun kalangan tua.

Sebab kecintaan rakyat Bima pada partai yang di pimpin oleh jendral Prabowo terbukti di beberapa peristiwa politik, baik di daerah tingkat 1 maupun daerah tingkat 2.

Pernyataan ini sebagai bentuk kecintaan kami terhadap Pak Dahlan M.Nor Dan Marwah partai Gerindra di Kabupaten Bima.

#Pecatkaderkorup
#DAHLAN FOR EA 1 2024

 

Selain itu, ada juga akun seorang jurnalis yang bernama Arif Jerat NTB, dalam postingannya pemuda yang juga asli Wera ini menulis di dindingnya dengan untaian kalimat,

 

“Saya mengucapkan selamat kepada
saudara Ma’rif Taqwa/Bung Moris
karena akan menjadi DPRD persiapan pergantian antar waktu,
semoga bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang mewakili aspirasi masyarakat Dapil 4 Ambalawi dan Wera
atas dasar kepentingan masyarakat Ambalawi-Wera.

Saya mendukung penuh atas kebijakan Partai sesuai mekanisme agar segera mengisi kekosongan di wilayah dapil 4

bravo Gerindra
prabowo presiden

Tulisnya di akun pribadinya yang bernama Arif Jerat NTB.

Menanggapi ciutan tersebut, redaksi sempat menghubungi Ketua Gerindra Kabupaten Bima Dahlan M Noer melalui saluran telepon namun telepon redaksi tidak diangkat oleh orang nomor dua di jajaran Pemkab Bima tersebut,

” nomor yang anda panggil tidak menjawab,” notifikasi itulah 10 kali yang terdengar di handphone saat sejumlah awak media hendak mengkonfirmasi Ketua Gerindra terkait persoalan itu.

Sementara, Ketua OKK DPD Gerindra NTB Sudirja Sudrajat saat dihubungi diruang kerjanya Rabu, 2 November 2022 menegaskan komitmennya bersama DPP untuk tetap menuntaskan kasus teraebut,

” Apapun dan bagaimana pun supremasi hukum tetap  akan ditegakkan dan tidak pandang bulu,” ucapnya mengawali wawancara.

Masih Ketua OKK, beliau menjelaskan duduk persoalan atau locus dellictinya tetap akan jelas seterang benderangnya,

“Kita ini khan belum bisa bersikap terlalu jauh, kita ini masih menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht), kita tetap sich mengajukan permasalahan ini ke DPP dan ini khan sudah kita ajukan ke DPP. Nah, sekarang DPP lah yang akan menilainya yang akan kemudian mengkaji permasalahan melalui mahkamah kehormatan partai khan itu proseduralnya.,” urainya pada media

Terlalu jauh Ketua OKK pun berpendapat bahwa,

“Mahkamah kehormatan partai pun sedang berjalan saat ini, sedang berproses dia kita tunggu sekarang. Kami di DPD Gerindra Nusa Tenggara Barat yang ada di Mataram lagi menunggu keputusan apa kira kira nanti yang akan diambil oleh DPP dalam waktu dekat ini saudaraku, itu barangkali jawaban saya.,” tambahnya.

Sudrajat tetap akan mengawal kasus ini karena dinilai gak bagus untuk kepartaiannya bahkan bisa mencoreng nama baik kader dan institusinya.

“Apa yang saya sampaikan ini perlu dicatat dan disampaikan ke publik biar masyarakat tenang dan kami di DPD tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan juga tetap dan menghormati asas praduga tak bersalah lagian keputusan pengadilannya khan belum ada atau belum terbit walaupun keputusan pengadilan belum ada saudaraku tetap kami di DPD itu mengajukan permasalahan ini ke DPP yach sudah kita ajukan dan nanti DPP akan mengkaji menganalisis menilai seperti apa permasalahan ini melalui Mahkamah Partai,” imbuhnya.

“Kita tunggulah proses ini sauxafakuini tengah berproses harap bersabar dulu masyarakat tetap tenang jangan terkecoh dengan masalah ini , partai tetap akan mengambil sikapnya yang terbaik untuk masyarakat tentunya sangat tegas terkait dengan masalah ini, pungkas Ketua OKK DPD Gerindra NTB Sudirja Sudrajat, di ruang kerjanya, Rabu (2/11/2022) saat ditemui redaksi. (RED)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top