Terkuak, Ternyata Drainase yang disorot di Infrastruktur Taloko Sanggar bukan Pekerjaan Mayor, Ini Tanggapan Kadis PUPR NTB

Kepala Dinas PUPR Prov. NTB
H. Ridwansyah

 

JejakNTB.com | Proyek percepatan Infrastruktur jalan dan jembatan tahun jamak 2020/2023 dengan minor drainase yang telah selesai dan sudah diaudit dan kini dipolemikkan oleh sejumlah aktifis maupun lainnya yang berlokasi di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar dinyatakan tuntas oleh Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan hasil audit BPK.

Hal tersebut diungkap  Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ridwansyah di sela sela kesibukannya dalam mengisi kegiatan Hari Bhakti ke 77 Dinasnya dalam berkhidmat Membangun Negeri.

” Proyek percepatan perbaikan Infrastruktur jalan dan jembatan dengan minor drainase dengan menggunakan sistem anggaran tahun jamak senilai 31 M lebih itu sesungguhnya sudah tuntas, itu drainase bukan pekerjaan utama, drainase itu tambahan dan tambahan tersebut sudah dialihkan dengan alasan force majeure ” kata Ridwan di Mataram, Senin (28/11/2022) sore.

Drainase yang dipolemikkan itu adalah lokasi yang sempat gaduh dengan adanya vested interest oknum yang mencoba menggagalkan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, dan dialihkan berdasarkan kesepakatan bersama yang telah dituangkan dalam.berita acara mengingat gangguan sosial.

” Kami menerima informasi saat kegiatan proyek Taloko Sanggar berlangsung lengkap dengan foto foto dan video bahwa konsultan, pengawas dan pekerjanya kegiatan di ganggu selama kegiatan, drainase mau dituntaskan keburu ribut dan massive gangguannya bahkan pekerjaan dijaga ketat pihak Brimob dan berdasarkan musyawarah mufakat disimpulkan drainase alternatif sehingga dialihkan penuntasannya  namun tetap dalam lokasi yang sama, itu dibolehkan dalam regulasi kita,” kata Dae Iwan saat dikonfirmasi di Kantornya sore tadi.

Dae Iwan menegaskan, PT Lancar Sejati sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik dan kalau ada temuan BPK terkait pekerjaannya itu tanggungjawab pihak pelaksana.” Kita tetap professional” kata Dae Iwan.

Dae Iwan enggan menanggapi kicauan dan riak riakan di Sosial Media dari segelintir oknum yang menyerang Dinas nya termasuk pribadinya.

” Nanti akan ada yang mengurusnya sepanjang dan sejauh yang kita lakukan masih dalam koridor yang benar, taat azas , konsisten , tuntas dan obyektif maka siapapun dan dalam hal apapun sesuatunya tak patut kita khawatirkan,”

” Kegiatan infrastruktur Taloko Sanggar tahun anggaran 2022 tersebut pada prinsipnya selesai dan adalah hal yang wajar jika ada masyarakat atau warga merasa tidak puas itu biasa dan dimana mana selalu terjadi,” pungkas Dae Iwan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Miftahurrahman Anshary, saat dimintai tanggapannya membenarkan bahwa drainase bukan tidak dikerjakan namun dituntaskan setelah keputusan pengalihan dengan berita acara mengingat ada unsur ” force majeure”

Miftahuddin Anshary selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat saat dikonfirmasi jejakntb.com diruang kerjanya, Sabtu (26/11),

“Pekerjaan ini adalah Kegiatan Program Percepatan tahun jamak 2020 2023, dikerjakan oleh PT Lancar sejati. Terkait yang menjadi polemik drainase, sudah siap dikerjakan, tapi mandapat gangguan sosial dari beberapa oknum yang bergantian, berkali2, sampe pekerja, pelaksana, maupun pengawas sering mendapat ancaman.

“Nah, mulai dari awal pelaksanaan pekerjaan itu seringkali mendapat gangguan dari oknum lah pak wartawan, seperti itulah adanya disana.

“Nah oknum oknum tersebut mulai dari pertama mengajukan tenaga kerja, meminta minta pekerjaan lah gitu khan..nah terus waktu itu teman teman juga memberikan pekerjaan sesuai yang diminta tetapi khan akhirnya mereka tidak sanggup juga dan terus material juga mau diajukan sama teman teman itu yang kerap mengganggu kegiatan proyek itu. Dengan harga dan volume berdasarkan keinginan mereka bahkan kita sudah lakukan penggalian di ujung itu khan krn khan mau kerja nah itu khan,” terang Miftah.

Untuk diketahui pula drainase itu pekerjaan minor sedangkan mayornya adalah jalan dan jembatan.(RED)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top