Terkuak, Kitab Kuno, Mahkota Banggambaru dan ‘Sampari Monca La Ngasa’ serta Makam Kuno Buktikan Firdaus Cucu Sultan Ismail Muhammad Syah

JejakNTB.com, JAKARTA |Akhirnya polemik nasab yang dilontarkan berbagai pihak kepada Muhammad Firdaus Oiwobo, S.H., kini terbantahkan adanya, rupanya pihak maupun oknum yang menuding pengacara ini bicara ngawur bohong dan rekayasa itu “HOAKS“, kini terkuak bahwa trah keluarga Maria ini benar benar bagian dari sejarah hanya saja oknum sejarah di Istana Bima yang meng’kelamkan’nya.

Muhammad Firdaus Oiwobo SH tengah fokus meluruskan nasab dan garis keturunan ( Silsilah ) yang dianggap sebagian polemik termasuk oleh Dewi Ratna setelah dirunut dan dianalisa secara metodik sejarah, turun temurun memiliki darah yang sangat jelas trah yang aseli dan bukan abal abal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, Muhammad Firdaus memang nasab dan trahnya mengarah kepada darah Sultan Ismail Muhammad Syah

Muhammad Firdaus memiliki trah yang mengarah kepada cicit keturunan Sultan Ismail Muhammad Syah, hal tersebut berdasarkan data buku yang tercantum dalam salah satu buku yang telah usang yang diperkirakan ratusan tahun dengan warna dan fisik memudar mencatat berbagai kisah Kerajaan Bima mulai di era Zaman Kuno hingga Kesultanan, namun sayang kisah dalam buku ini dikesampingkan isinya oleh BO milik Dewi Muhlisa.

Inilah buku yang mengungkap fakta bahwa Firdaus adalah Cucu Cicit Sultan Muhammad Ismail yang memimpin Bima sekitar abad 1800-an. (Sumber kiriman Firdaus ke Redaksi jejakntb.com/ist)

 

Berikut silsilah tersebut : Kakek nya Muhammad Firdaus Oiwobo, S.H.       (atau yang disapa Panglima Salatin Assrof Azzahro bergelar Alif Muhammad Syah) lahir dari ayah bernama Drs. Chaerul Abdul Kadir HM, S.Ip yang bernama Kiyai Haji Muhammad Tabrim bin Kiyai Haji Tabrin ( Tebo ) Sulaeman
Bin Sulaeman ( Datuk Sulaeman /Ompu Sulu), Bin Abdullah Rato Ara bin Rato Ara ( Guru Arab) atau yang akrab disapa Habib.

Intinya Muhammad Firdaus adalah cucu/cicit kandung dari Sultan Ismail Muhammad Syah dari pernikahan pertamanya dengan nenek Maria Wai Seo yang berasal dari Donggo NaE yang melahirkan putra mahkota yang bernama La Kako Muhammad Syah.

Foto di ambil tahun 1985 di Jakarta

Nasab dan silsilah ini mengacu kepada buku diatas, dan bukan hasil rekayasa sebagaimana yang dilontarkan Dewi Muchlisa pada Firdaus beberapa hari lalu.

Elshabier, S.H. salah satu tokoh pemuda Bima Dompu melihat persoalan ini sudah sangat jelas terang benderang dan tidak layak diperdebatkan lagi,

” Secara hukum Abang Firdaus kuat, dia punya legal standing yang jelas apabila ingin diperkarakan oleh oknum congkak yang gagal faham sejarah,” ucap alumni Fakultas Hukum ini pada jejakntb.com Sabtu, (8/10)

Selain itu, dirinya memastikan bahwa trah nasab dan silsilah keluarga tersebut sangatlah jelas adanya,

” Keris Banggambaru, tongkat dan mahkota termasuk menguatkan isi buku tersebut ditambah adanya Masjid Kalodu Uma Lengge bahkan makam disana.(Maria Wawo-RED),” ungkapnya.

Keris / Sampari Monca La Ngasa salah satu senjata andalan Sultan Ismail Muhammad Syah dan merupakan bukti otentik beliau berkuasa sekitar Abad 1800  (Foto. dikirim Pengacara Cowboy,/Ist)

Selain Keris atau Sampari Monca La Ngasa sebagai warisan dan peninggalan kakeknya Firdaus juga memiliki Mahkota Banggambaru yang mengkilau dan unik. Barang tersebut masih tersimpan rapi bersama satu kotak peti keris keris lainnya yang jumlahnya hampir ratusan biji.

” Selain Mahkota dan keris ini saya juga masih memiliki satu box keris pusaka lainnya beserta tongkat dan pernak pernik warisan leluhur peninggalan Sultan Ismail Muhammad Syah, beber Muhammad Firdaus Oiwobo.

Mahkota Banggambaru milik Sultan Ismail Muhammad Syah yang sempat mengabdi di Maria sekitar abad 1800-an (Foto. Dikirim Pengacara Cowboy/Ist)

Dari sejumlah benda pusaka yang dikantongi, tipis harapan bahkan terbantahkan makian celaan dan hinaan serta asal ngerocos yang dialamatkan kepada Firdaus.

Keadaan ini makin menguatkan Firdaus dalam meluruskan silsilah dan keturunannya.

Soal diakui dan tidaknya oleh masyarakat Bima atau Keluarga Kesultanan Bima atau Tim Suksesnya Umi Dinda itu tidak menjadi soal,

” Bagi kami abang Muhammad Firdaus Oiwobo SH (atau yang disapa Panglima Salatin Assrof Azzahro bergelar Alif Muhammad Syah) itu Sultan dan Anak Raja bagi kami,” pungkas Elshabier Alghura SH pada media.

Masih Firdaus Oiwobo menambahkan bahwa Silsilah keturunan atau trah bukan berdasarkan kemauan kita tetapi melalui garis keturunan.

“Trah kesultanan hanya mengesahkan keluarga Kesultanan Kerajaan diluar hal tersebut kami tidak bertanggung jawab.,” ungkap Pimpinan Majelis Salatin Asyrof pada jejakntb.com

 

Berikut Tracked Record Majelis Salatin Asyrof Azzahroo :

 

Visi Yayasan

-Visi yayasan ini adalah mewujudkan moderasi islam sebagai solusi ukhuwah dan peradaban dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi Yayasan :

1.Mempersatukan seluruh potensi sa’adah (Al Hasani dan Al Husaini) Trah Kesultanan jauh dari kefanatikan, diskriminasi, sekat-sekat, sektarian dan mazhab;

2.Menggerakan ekonomi keumatan dan membangun kesadaran;

3.Meningkatkan sumber daya sa’adah (Al Hasani dan Al Husaini Trah Kesultanan dan Mengembangkan Islam Wasathiyah;

4.Sebagai perekat umat dan berdiri diatas semua golongan, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas yang berwawasan, Bhinneka Tunggal Ika;

5.Melestarikan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan via lembaga untuk melestarikan dan memelihara Hazanah Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia;

6.Menumbuhkan cinta tanah air sebagai manifestasi mukmin muslim dan muhsin (Islam, Iman, Ihsan).

Berbagai aktivitas dan peranan lembaga sampai saat ini tetap konsisten meneliti dan mentashihkan nasab dzurriyyah Rasulullah dari Qabilah Jalur Imam Al-Hasan dan Qabilah Jalur Imam Al-Husain (Bani Hasyim) diseluruh Indonesia, khusus Trah Kesultanan didukung data-data yang bersanad dan valid baik berupa kitab-kitab, sejarah nasab, diagram nasab, lontarak rujukan dari kesultanan, manuskrib kuno, dokumen-dokumen Negara yang tercatat didalamnya zuriat Bani Hasyim dari Trah Kesultanan, dokumen-dokumen Negara dari Arsip Nasional RI,

Perlu pula diketahui dokumen ini tercatat dinegara-negara dunia seperti dokumen yang tercatat di Negara Belanda, Negara Inggris, Negara Malaysia, Negara Brunei Darusalam, Negara Patani (Thailand), Negara Hadramaut (Yaman), Maroko, India, Saudi Arabia, Mesir dan Negara-Negara lainnya,

Surat keterangan dan atau Pengakuan dari Sultan atau Raja atau Surat yang dikeluarkan oleh Kerabat Kesultanan dan Surat yang dikeluarkan oleh Lembaga Adat yang masuk didalam Trah Kesultanan yang disimpan dan dipelihara secara rapi oleh zuriat-zuriat Ahlubayt Trah Kesultanan dan lain-lain.

Ketua Umum juga menghimbau semua para Syarif dan Syarifah, yang bernaung dan bergabung dalam lembaga ini untuk bersatu dan menjaga marwah kerajaan dan menjaga adab akhlak dibawah naungan NKRI berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila.

Bagi yg sudah memiliki bukti buku silsilah dari lembaga asyrop salatin AZZAHRO trah kesultanan agar mentaati segala bentuk peraturan yang ditetapkan oleh negara dimanapun berada sehingga sikap prilaku tersebut mendapat restu dari baginda Rasulullah Saw.

Lembaga ini akan tetap dan terus berjuang secara zohir batin, total, mandiri, merdeka dan independen untuk menjaga kemurnian nasab Rasulullah dan tidak terikat dengan lembaga nasab manapun dan telah mendapatkan keabsahan secara hukum negara Indonesia.

“Dalam menentukan nasab seorang syarif sebuatannya untuk para ahlulbeyt juriah kesultanan data nya bukti sejarah serta fakta nya harus betul betul jelas melewati tahapan screening yang sangat ketat khususnya screening kesultanan bukan bermaksud menyaingi lembaga lembaga lain namun,perlu dI garis bawahi tidak ada lembaga lain yang paling kredibel di Indonesia ini semuanya sama dan berbadan hukum sama jadi tidak ada lembaga paling relevan dan kredibel diindonesia tafadhol akhina para habib para syarif silahkan mau percaya silahkan mau tidak,”bebernya.

Namun apabila menyentuh ke ranah lembaga apalagi menjelkan suatu lembaga maka bersentuhan dengan hukum kami yaitu hukum adat kerajaan dan hukum perdata lembaga kami dari lembaga maktab azzahro trah kesultanan hanya mendata para habaib para syarif yang betul betul jelas nasab dan diakui dkesultanan tersebut dan masih kerabat kesultanan diluar daripada itu bukan ranah kami dan bukan urusan kami

Kantor pusat kami berada di Jakarta Pusat, sebagai berikut :

Ketua Maktab Assyarif Al Habib Alwi Assyatiri Munsib Maktab Assyarif Al Habib Mukhtar Assyatiri dengan seorang
Bendahara Maktab Syarifah Sahra Al Habsy

Di semua Daerah telah  terbentuk kantor kantor perwakilan cabang atau KPC dan ada juga kantor kantor  perwakilan wilayah seperti di Samarinda yang di ketuai oleh Assyarif Al Habib Suriansyah Al Idrus Sholabiyah (Guru Suriansyah)
dan Staff Panglima Assyarif Al Habib Hasan Al Idrus.

Firdaus mewakili Divisi Humas pada Kantor Perwakilan Cabang Tapin Assyarif Al Habib Ali Zainal Abidin Al Idrus Tsibi (Kubu)

“Rujukan kitab Maktab Salatin Asyrof Azzahro trah Kesultanan 713 Kitab Nasab seluruh dunia dan kami mengadakan hubungan bilateral antar negara sharing nasab dengan negara,” sambungnya.

Negara – negara seperti Yaman, Yordania , Mesir dan Turki yang tergabung dalam Maktab Salatin kurang lebih ada para Habaib Syarifnya dari 18 Kesultanan seluruh Indonesia termasuk para Syarif dari Kerajaan Arab Saudi dan dari negeri Champa.

(TIM)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top