Suprianto, S.Pd.Bio (KCD DIKBUD Sumbawa Barat)
JEJAKNTB.COM||Menanggapi masalah yang dihadapi SMK Negeri 1 Brang Rea yang tidak memiliki peserta didik di tahun ajaran 2025/2026, Kepala KCD Dikbud Sumbawa Barat, Suprianto S.Pd.Bio., saat dikonfirmasi JejakNtb, Senin (21/7/2025) mengatakan bahwa setiap sekolah memiliki ketentuan berlaku dan kriteria -kriteria tertentu dalam mengembangkan satuan/unit kerja.
“Kami pihak KCD Dinas pendidikan sebagai perpanjangan tangan provinsi tetap menguatkan semua pihak sekolah termasuk SMKN aktif, harus proaktif dan tetap selalu mencari inovasi dan kreatifitas,” ucapnya saat memulai wawancara Senin pagi di via telefon yang dihubungi redaksi.
Pria yang karib disapa Mas Prianto ini mengaku telah mengatensi masalah SMKN 1 Brang Rea sejak dua tahun lalu. “Sejak dua tahun lalu saya ungkapkan dihadapan DPRD Sumbawa Barat, Bupati, bahkan walimurid hingga Ketua RT guna mencarikan solusi atas semakin berkurangnya minat siswa untuk mendaftar dan belajar pada SMKN 1 Brang Rea,” tandasnya.
Masih Prianto, dirinya melihat banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam melihat masalah minimnya siswa,” ada mindset siswa juga yang tidak bisa kita duga terhadap orang tuanya selain bakat, pokoknya banyak hal yang menjadi pemicunya,”
Ditengah ketatnya persaingan dan banyaknya sekolah saat ini memaksa kita untuk bersaing dan mengembangkan keunggulan kompetitif.
” Hemat saya, perlu ada langkah strategis dalam mengatasi masalah ini, tidak saja untuk SMKN 1 Brang Rea melainkan juga semua termasuk faktor lingkungan juga sangat mendukung jalannya pendidikan,” tandasnya.
KCD Dikbud Sumbawa Barat yang dikenal humble ini tidak kehabisan akal dalam menyikapi kasus SMKN 1 Brang Rea, dirinya tetap meminta bapak dan ibu guru serta tenaga pendidikan yang ada di sekolah tersebut tetap fokus bekerja dan mengabdi tanpa berkecil hati dengan sedikitnya peserta didik tahun ini.
“Bapak dan ibu serta satuan tugas lainnya teruslah melayani dan mengabdi setulus-tulusnya termasuk bapak kepala sekolah agar tetap bersemangat menjalankan tupoksi dan kinerjanya,” pinta Suprianto.
Untuk diketahui SMKN 1 Brang Rea memiliki data referensi sebagai sekola yang cukup baik selama ini.

Dengan konsentrasi program studi (Prodi) yang sangat dibutuhkan dunia kerja, berikut data-datanya:
- Jurusan Kompetensi Keahlian
- Teknik Instalasi Tenaga Listrik
- Teknik Komputer dan Jaringan
- Agribisnis Ternak Ruminansia
- Desain Komunikasi Visual
Berikut profil SMKN 1 Brang Rea yang dilansir dari laman websitenya

Kepala SMKN 1 Brang Rea yang dikonfirmasi terkait masalah ini belum bisa hubungi.

Abdul Azis, SH (Kepala Dinas DIKBUD NTB)
Sementara Kepala Dikbud NTB, Abdul Azis, SH yang dikonfirmasi via telefon Senin (21/7/2025) menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak bisa memaksakan kehendak walimurid dan menyalahkan siapapun.
” Kalau SMK yang ada di Brang Rea itu tentu harus bagaimana para peserta didik itu menarik hatinya dan mau belajar disitu juga, nah seperti itu. Tapi Khan kita sebagai pengelola Khan kita sebagai masyarakat, orang tua, peserta didik itu khan minatnya,” katanya.
Terkait bakat minat siswa yang kurang melirik SMKN 1 Brang Rea putra asli Sumbawa Barat ini pun menjelaskan bahwa itu kodrat.
“Itu tidak bisa dipaksakan juga, apakah minat mereka masuk SMA ataukah SMK. Kalau SMA mungkin mereka kepingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi S1 S2 dan lain sebagainya kalau SMK tentu dia kita persiapkan peserta didik itu dalam rangka serapan tenaga kerja untuk mengisi lapangan pekerjaan khan seperti itu.
Terkait dengan isu dan wacana merger dan penutupan sekolah tersebut, Abdul Azis tidak setuju dan menurutnya bukan sebuah solusi.
“Ini masalahnya pada minat anak, dan seharusnya ada program yang diunggulkan tetapi di SMKN 1 Brang Rea itu tidak pernah mensosialisasikan dirinya ke masyarakat terkait apa saja keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut, itu yang harus diperhatikan dan para kepala sekolah juga tahu bagaimana caranya karna mereka dibesarkan oleh pengalaman jadi banyak juga SMK – SMK yang sudah maju dibidangnya baik itu di fashion , tataboga, perawatan diri, otomotif , itu jadikan contoh,”pungkasnya.
Editor. Redaksi
Reporter. Nkm




















