Terkait Pungutan Oknum yang diduga memeras sejumlah Kasek, Syafran akan ambil langkah hukum

Syafran, S.Pd.

 

JEJAKNTB.COM | Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum timses pasangan urut satu di wilayah Bima Timur mendapatkan reaksi dan tanggapan salah seorang Kepala Sekolah (Kepsek) bernama Syafran, S.Pd., yang saat ini menjabat Kepala SMPN 4 Wera. Syafran dalam akun resmi nya menulis caption yang sangat mengejutkan. Dirinya bersama lebih kurang 35 Kepala Sekolah akan melaporkan secara resmi ke ranah hukum terkait aksi sejumlah oknum yang ngaku tim dan diduga memerasnya.

” Ini sangat keji dan merupakan sebuah tindak pidana sebagaimana tertuang dalam KUHAP
Ayat 310 = Pencemaran nama baik melalui medsos utamanya ayat 311 kaitannya mengandung fitnah dan ayat 390 tentang Berita bohong,” tulis Syafran di akunnya beberapa saat lalu.

Sebagaimana dilansir di Portal Berita JejakNTB sehari sebelumnya, sejumlah kepala Sekolah disinyalir dimintai uangnya oleh sejumlah oknum timses yang mengaku dari pasangan yang menang saat ini di Kabupaten Bima. Informasi tersebut tersebut terkuak dari sebuah akun bernama Syarif Era lalu di forward akun Roslani Jauhari.

Diduga kuat para oknum bermain di wilayah Bima Timur seperti Kecamatan Wera, Sape dan sekitarnya sebagai target delik pemerasan dan dugaan penipuan. Hal tersebut pun sangat dibantah oleh Mahyudin selaku Sekertaris Tim Pemenangan Ady-Irfan Wilayah Kecamatan Wera.

Melalui media JejakNTB, Mahyudin menegaskan bahwa informasi tersebut liar dan hoaks. Dia meminta semua pihak termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima untuk tidak mempercayai isu dan asumsi itu.

” Itu informasi tidak bener bang, dan dalam waktu dekat kita akan menentukan sikap bahkan duduk bersama dulu secara internal baru lakukan langkah hukum berikutnya,” tuturnya.

Menurutnya sejumlah teman kepsek sekitar lebih kurang 35 orang itu akan bergerak juga dalam waktu dekat untuk melaporkan berbagai oknum yang dimaksud.

” Iya dengar info begitu bang, para kepsek akan menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Sementara Roslani Jauhari yang di konfirmasi JejakNTB terkait up status nya menyangkut dugaan pemerasan itu mengatakan bahwa kejadian tersebut benar adanya sehingga dirinya berani memuatnya di Facebook.

” Apa yang saya tuangkan diberanda itu InshaAllah semuanya mengandung kebenaran, enggak mungkin saya berani lakukan itu jika tidak ada informasi A1 yang saya pegang,” bebernya.

Akun Roslani Jauhari secara vulgar membeberkan sejumlah nama kepala Sekolah yang dimintai uangnya dengan tujuan kembali diangkat dan dipertahankan hingga 2030.” Baiknya supaya kasus ini clear dan jelas serta tidak mencemari nama baik para ASN saya sarankan bagi yang merasa diambil uangnya untuk segera klarifikasi bahkan ajukan laporan ke Polresta Bima,” sarannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah oknum timses pasangan urut satu diduga melakukan pemerasan dan penipuan dengan modus dan janji mengangkat menjadi kepala Sekolah mulai tingkat SD hingga SMP dengan menyetor sejumlah uang kepada oknum secara tunai dengan bandrol 50 bahkan sampai 80 juta.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top