Terkait Fenomena Tanah Retak di Bima, Tim PVMBG Sebut Potensi Gerakan Susulan Masih Ada

JejakNTB.com | Selain memaparkan hasil peninjauan ke lapangan dan analisa Pergerakan Tanah di Dusun Muku Desa Sanolo Kecamatan Bolo, Tim PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM yang dipimpin oleh M. Kibar Suryadana, ST dan tiga orang anggota, Senin (12/6) juga melaporkan hasil kunjungan ke lokasi terdampak tanah bergerak di desa Kaowa Kecamatan Lambitu dihadapan para pejabat terkait lingkup Pemkab Bima dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati H Dahlan M.Noer dan didampingi kepala pelaksana BPBD Drs.Isyrah di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.

 

M. Kibar menjelaskan, lokasi terdampak Dusun Oiwau RT.02 RW. 01, Desa Kaowa, Kecamatan Lambitu tersebut disebabkan oleh karakter batuan/geologi, kemiringan lereng, saluran air permukaan (drainase) yang kurang baik serta dipicu curah hujan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama.

 

Tim merekomendasikan agar masyarakat yang berada disekitar lokasi bencana selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama karena masih berpotensi terjadinya gerakan tanah susulan.

 

Rekomendasi Tim juga menjelaskan bahwa daerah bencana akan terus mengalami pergerakan lambat jika curah hujan relatif tinggi dan masih bisa mengalami perluasan pergerakan baik pada jalan maupun pada lahan pertanian.
Karena itu, apabila muncul retakan di tanah, segera menutupnya dengan plastik, tanah liat/lempung yang dipadatkan serta mengarahkan aliran air menjauh dari retakan untuk mengurangi peresapan air dan melakukan pengecekan secara rutin.

 

Saluran drainase/aliran permukaan perlu ditata dengan baik dibagian atas dan dalam jangka pendek harus diupayakan air tidak masuk ke dalam lokasi mahkota/zona gerakan tanah. Sedangkan dalam jangka panjang perlu dibuat saluran kedap air dan diusahakan tidak melewati tengah pemukiman.
Tim juga merekomendasikan agar masyarakat setempat menjaga vegetasi di zona gerakan tanah (daerah terdampak) vegetasi yang memiliki akar yang kuat dan dalam sehingga bisa memperkuat kestabilan lereng. Bangunan yang rusak dan berada area terdampak/jalur retakan yang berpotensi terjadinya gerakan tanah susulan sebaiknya direlokasi ketempat yang lebih aman dari ancaman bencana gerakan tanah.

 

“Lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah susulan, sehingga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah”. Tandasnya.

 

Kunjungan lapangan Tim PVMBG ke Desa Kaowa didampingi Kepala Pelaksana BPBD Drs.Isyrah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Camat Lambitu, Kades Kaowa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kaowa serta kepala dusunĀ  setempat.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top