Temui Massa Aksi, Bupati ~ Ketua DPRD KSB Siap Konkretkan Provinsi Pulau Sumbawa

JEJAKNTB.COM | Aksi unjuk rasa yang digelar Komite Percepatan Pembentukan Pemekaran Provinsi Sumbawa (KP4S) yang dipusatkan di Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (26/5) akhirnya mereda. Rencananya aksi yang menuntut dibukakan kembali Moratorium tersebut akan dilaksanakan selama enam hari kedepan, 26-31 Mei 2025. Aksi ini merupakan kali ketiga yang dilakukan masyarakat guna meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil sikap memekarkan Pulau Sumbawa terpisah dari Pulau Lombok.

Pantauan jejakntb di lokasi, aksi KP4S bersama sejumlah warga dikawal aparat kepolisian Polres Sumbawa Barat yang diterjunkan sebanyak 600 personil yang diawali tepat pukul 09.00 Wita hingga 18.30 WITA. Konsentrasi massa sejak pagi hingga siang berkeinginan kuat untuk menembus pagar betis aparat bersenjata lengkap untuk menguasai Pelabuhan dan Parkir Halaman Obyek Vital Nasional (Obvitnas) ASDP Tano bahkan jaraknya sekitar beberapa meter lagi dari titik demarkasi yang dimaksud.

Namun berkat kesigapan petugas keamanan, aksi unjuk rasa bisa dikendalikan meski sempat terjadi saling dorong massa aksi dan pihak keamanan dalam hal ini jajaran Polres Sumbawa Barat. Aksi tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kaharuddin Umar, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah dan Kapolres. Ketiganya duduk bersama bareng massa aksi karena diundang oleh para pendemo disaat aparat gabungan memukul mundur saat hendak memasuki kawasan Obvitnas pelabuhan Pototano lalu kemudian meminta ketiganya untuk segera hadir di lokasi meskipun waktunya malam hari.

Dihadapan sejumlah Aparat Keamanan, ketiganya duduk bersama merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mendukung aksi dan kegiatan masyarakat yang menghendaki adanya perubahan dan pembangunan yang merata tidak lagi senjang antara kedua pulau.

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah dalam penyampaiannya dihadapan ribuan pendemo dan ratusan aparat keamanan mengatakan,”Alhamdulillah kita masih dalam bimbingan Allah SWT dengan suasana kondusif, dan tetap menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Amar ini melanjutkan, di kesempatan ini saya atas nama pemerintah sekaligus bupati Sumbawa Barat, pertama -tama berterima kasih kepada saudara saudara, yang telah melakukan aksi dari pagi hingga malam dan bisa menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap obyek vital nasional dan apa yang disuarakan Alhamdulillah tersampaikan dengan cara-cara yang sebagaimana mestinya.

Terimakasih kedua kami sampaikan kepada aparat keamanan, yang dipimpin Kapolres beserta jajaran Alhamdulillah telah mengawal aksi dengan aman dan tertib serta tentunya hal ini merupakan sebuah usaha keras beliau memastikan kenyamanan wilayah.

Meski sempat ada percikan dan riak-riak kecil namun tetap bisa dikendalikan dengan aman nyaman dan kondusif serta penuh kekeluargaan yang luar biasa. Jadi, saya sampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas kesepahaman bersama yang sangat luar biasa ini

Selanjutnya, kepada kita semua tentunya tahapan tahapan ini sebagaimana sebelumnya, ini sudah menunjukkan aspirasi masyarakat yang sesungguhnya. Dan saya selaku Pemerintah Daerah, tentunya meneruskan apa yang menjadi kebutuhan ini ke pusat, kami akan melalui jalur jalur resmi pemerintah memperjuangkan aspirasi masyarakat KSB khususnya pulau Sumbawa

Dan nantinya, saya akan dibantu Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke pusat dan tentunya harapan saya perjuangan ini mari kita ikhtiar kan bersama , terpenting jaga soliditas dan kebersamaan jangan miskomunikasi sehingga aspirasi bisa secara bersama-sama diteruskan dan disampaikan sesuai dengan koridor kepemerintahan ke pemerintah pusat selaku pemegang kebijakan khususnya DOB Provinsi Kabupaten dan Kota se-Indonesia khususnya PPS saya kira demikian.

Sementara, Kaharuddin Umar, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat tiga periode menyampaikan hal yang sama.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada pejuang – pejuang pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), perjuangan ini akan diingat sepanjang masa, kami akan meneruskan apa yang menjadi keinginan rakyat pulau Sumbawa ini ke pusat , sikap kami di DPRD jelas sangat mendukung,” ujarnya

Masih Kaharuddin Umar, dirinya sangat optimis PPS bisa dikonkretkan asal dengan kekompakan dan kebersamaan yang kokoh dari awal hingga akhir.

“Terkait beberapa poin tuntutan yang disampaikan KP4S sudah kami baca dan akan kami sikapi juga, seperti membangun konsolidasi dengan pemerintah, kebetulan moment ada di Mataram akan saya sampaikan ini kepada rekan-rekan Ketua DPRD Se-pulau Sumbawa,” ucap Kaharuddin Umar yang diikuti tepuk tangan meriah dari para demonstran.

Kaharuddin menegasikan, bahwa saatnya menggesa asa dan mindset

“Ujung perjuangan ini di Kabupaten Sumbawa Barat, karena titik starnya disini. Kalau menunggu di tempat lain itu enggak bisa, Sumbawa Barat sebagai titik strategis dan demarkasi emang wajib dimulai dari Bumi Pariri Lema Bariri,” tandasnya

Diakhir pemaparannya beliau mengingatkan untuk menjaga kesolidan dan hindari polemik dan perang pemikiran,

“Gerakan ini harus mulai dari kita, tetapi kita harus bekerjasama dengan Bapak Kapolres Sumbawa Barat, agar sama sama menjaga daerah ini dalam keadaan kondusif, pejuang kita tetap berlaku kita akan tetap suarakan terus terbentuknya Propinsi Pulau Sumbawa , tenang saudaraku,” terang nya.

Provinsi Pulau Sumbawa adalah harga mati, yang tak bisa ditawar. PPS kehendak rakyat dan kebutuhan masyarakat yang akan membuat Pulau yang kaya nan luas ini makin gemilang dan mendunia.

Sebelumnya, wacana terbentuknya Propinsi Pulau Sumbawa ini telah dicetus para pendahulunya yakni Pimpinan DPRD Se-pulau Sumbawa disertai Kepala Daerah yang dibubuhi tanda tangan disertai cap stempel kala itu meski datanya fotocopy.

 

(Nukman)

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top