Tanggapi Euforia Narkoba, Ini Penjelasan Kapolresta Mataram

Komisaris Besar Polisi Mustafa, S.I.K., M.H., Kapolres Kota Mataram

 

JejakNTB.com, MATARAM | Begitu Kapolda NTB Irjen Polisi Drs. Djoko Poerwanto selesai menggelar acara sertijab di Bhara Daksa Senin Pagi hingga siang pukul 12.30 wita acara pisah kenal tersebut berakhir dan moment terakhir dari rangkaian dimanfaatkan jajaran Polresta Mataram yang kebetulan mengalami pergantian langsung menggelar Farewell dan Welcome Party di depan halaman Kantor Mapolres setempat.

Meski baru saja selesai melaksanakan apel pagi lebih kurang 12 jam sejak pukul 07.00 sejumlah Kapolres yang disertijab tidak merasa lelah dan spirit serta daya juangnya makin menyala walaupun acaranya diguyur hujan dengan seragam kehormatan perwira tinggi serta pangkat yang mentereng di pundaknya.

Kapolresta Mataram yang baru dilantik, Senin (11/7/2022) Komisaris Besar Polisi Mustafa, S.I.K., M.H., sesaat sebelum acara pisah sambut dengan Kapolresta lama di halaman Makopolresta langsung diseruput sejumlah awak media, spontan menggelar jumpa pers.

Ada sedikit euforia ditindak pidana narkotika yang mana pelaku ditangkap kebanyakan anak – anak dibawah umur dan dalam sebulan ada empat anak yang ditangkap aparat keamanan, kira kira seperti apa bentuk pencegahannya yang akan Bapak terapkan nantinya sebagai Kapolresta Mataram yang baru ?

Mustofa dengan semangatnya tidak menghindar dari pertanyaan tersebut meski dirinya belum satu hari ditempatkan pada tempatnya yang sangat baru itu,

” Berkaitan dengan tindak pidana narkoba, ada pencegahan atau ada penindakan hukum tentunya dalam hal tersangka yang masih dibawah umur kami akan mencoba memberlakukannya sesuai ketentuan yang berlaku namun dalam hal pencegahan tentunya kita tidak bisa meninggalkan orang tua atau Pemerintah Kota Mataram dalam hal memberikan himbauan lewat sekolah sekolah, media dan kami akan mencoba memberikan pemahaman dalam rangka pencegahan pencegahan daripada akibat tindak pidana narkotika itu sendiri karena apa berkaitan dengan usia anak dibawah umur,” terang Mantan Kapolres Sumbawa Barat ini dihadapan sejumlah awak media, Senin (11/7/2022).

Masih Mustofa yang juga kelahiran Jawa dan makan asam garam di dunia reserse, menurutnya berkaitan dengan anak dibawah umur hematnya seratus porsen masih menjadi tanggung jawab orang tua itu yang utama.

” Jadi kita mengajak orang tua untuk membantu mengawasi berkaitan dengan perilaku anak dan kadang ada sebuah anekdot uang hilang dia lapor polisi disaat hilangnya tetapi pada saat anak tidak pulang ke rumah tidak dicari, Nah mari kita peduli mulai dari anak anak kita

Jadi, memang kalau sudah jam 10 malam tidak boleh keluyuran dan jika tidak ada dirumah silakan dicari, makanya ada anekdote ” Uang hilang lapor polisi, anak tidak pulang tidak dicari”

“Mari kita lebih baik sama sama melakukan pencegahan terkait dengan perilaku anak kita,” pintanya. (Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top