MATARAM—-Kasus perkelahian berujung maut kembali terjadi di Kota Mataram. Insiden tragis ini diduga dipicu persoalan utang yang berujung cekcok antara dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga. Ketegangan yang tak terkendali berubah menjadi duel fisik, hingga salah satu pihak akhirnya kehilangan nyawa.
Peristiwa tersebut sontak menghebohkan warga sekitar. Aparat kepolisian pun bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pihak yang terlibat. Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut guna mengungkap kronologi lengkap serta motif pasti di balik kejadian tersebut.
Suasana malam di kawasan Pagesangan, Kota Mataram, mendadak berubah mencek4m pada Jumat malam (22/5). Perkelahian antara dua pria muda disebuah kos-kosan berakhir tragis setelah seorang pemuda berinisial RI (19), warga Pagesangan Barat, dilaporkan meninggal dunia usai terlibat duel dengan pria berinisial AM (23).
Insiden yang mengejutkan warga itu diduga dipicu persoalan utang piutang yang melibatkan keluarga korban.
Ketegangan disebut bermula saat AM mendatangi wilayah Ampenan untuk menagih utang kepada ibu mertua korban. Namun situasi berkembang tak terduga ketika RI kemudian mendatangi tempat kos AM di kawasan Pagesangan.
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lokasi, suasana sempat memanas sebelum keduanya terlibat perkelahian.
Korban disebut datang sambil membawa dua senjata tajam. Meski demikian, saat bentrokan berlangsung, saksi menyebut tidak terlihat adanya penggunaan senjata tajam oleh kedua pihak.
Di tengah duel yang berlangsung, korban dikabarkan sempat beberapa kali melayangkan pukulan kepada terduga pelaku. Namun kejadian berubah drastis ketika RI tiba-tiba roboh dan tak sadarkan diri.
“Beberapa saat setelah perkelahian berlangsung, korban mendadak jatuh dan pingsan. Penyebab pastinya masih belum diketahui,” ujar salah seorang sumber di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang panik bersama sejumlah saksi langsung berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit di Kota Mataram. Namun harapan untuk menyelamatkan nyawa RI pupus setelah tim medis menyatakan korban meninggal dunia.
Kasus ini pun langsung mendapat penanganan serius dari jajaran kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 20.30 Wita.
Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan AM beserta sejumlah barang bukti.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, jenazah RI dibawa ke rumah sakit guna menjalani autopsi oleh tim forensik. Polisi juga telah memfasilitasi keluarga korban membuat laporan resmi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, aparat masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta motif pasti di balik bentrokan yang berujung maut tersebut. Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi selama proses hukum berlangsung.
“Kami meminta masyarakat menahan diri dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tegas Kasat Reskrim.(JN)





















