MATARAM, jejakntb.com |Indonesian Politics Opinion (IPO) merilis hasil debat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Rabu, 23 Oktober lalu di Hotel Lombok Raya menilai bahwa pasangan Iqbal-Dinda lebih unggul bahkan ditetapkan sebagai pasangan yang memiliki pemahaman dan Intelektual yang sangat bagus.
Indonesian Politics Opinion (IPO) sangat mengakui keunggulan pemahaman dalam berdebat Paslon Iqbal-Dinda dari cara Doktor Muhammad Iqbal menyampaikan pertanyaan kepada paslon 1 maupun 2 dalam acara yang dihadiri ratusan orang tersebut.
Acara debat yang dipandu Doktor Ahmad Wijaya dan disiarkan langsung secara live baik oleh saluran Trans TV maupun YouTube LIVE channels menetapkan pasangan Iqbal-Dinda tampilannya lebih sempurna.
Dalam momen tersebut tidak ada keganjilan dan keanehan yang dilakukan pasangan yang mengusung jargon NTB Makmur Mendunia itu, performanya sempurna dibandingkan pasangan lain banyak sekali keanehan keanehan dalam debat pertama yang sukses terlaksana kemarin.
Indonesian Politics Opinion pada JejakNTB Sabtu (26/10) menyampaikan bahwa Iqbal-Dinda berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilgub NTB dengan hasil survei persentase pemahaman terbuka berada pada angka 41 persen, disusul pasangan Rohmi-Firin 33 persen dan Zul-Uhel 26 persen.
Selain itu IPO juga melihat cara ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mana pasangan calon nomor urut 1 dan 2 tidak serius dalam berdebat bahkan ditemukan publik kesannya semacam curhatan dan saling menyerang bahkan anehnya Calon Wakil Gubernur Suhaili FT salah menyebut dengan meminta pendukung untuk mencoblos pasangan Rohmi-Firin sedangkan Rohmi-Firin sebaliknya.
” Itu bukan hoaks silakan buka kembali videonya bahkan sangat viral, pokoknya Rohmi dan Suhaili menimbulkan kesan ketidakpastian ketidakseriusan dalam Pilgub” ujar surveyor IPO yang enggan dikorankan namanya
Tim pengamat politik dari universitas Mataram Prof Suryadi MSi menilai debat berlangsung substantif hanya saja ada selingan selingan yang tak perlu dan gimmick politik yang membingungkan juga untuk konstituen
” Para kandidat mampu memaparkan programnya meski masih ada yang terjebak dalam janji politik praktisnya dan kesalahannya yang lain,” ujarnya
Debat yang berlangsung selama tiga jam itu dihadiri sekitar 500 undangan dan Paslon Iqbal-Dinda dinilai memiliki kemampuan dalam berdebat dibandingkan pasangan calon lain.
Ketua Yayasan Bina Massa Cendekia Nukman menilai debat Calon Gubernur NTB tahap pertama yang disiarkan Rabu kemarin berjalan sukses namun isinya belum sesuai ekspektasi publik
” Masih terjebak dalam janji politik praktisnya dan sphere-nya masih saling menyerang, saling menyelamatkan diri bahkan ‘ada rantai putus’
Selain itu mantan aktifis 98 juga melihat belum ada yang substantif yang bisa dijadikan pegangan pendukung maupun konstituen. Konsepnya masih hit and run, sebatas pencitraan untuk menaikkan elektabilitas dan popularitas.
Dia menuturkan, ada komunikasi politik yang buntu dan tidak mencair karena Zul Rohmi sama sama pernah menjabat lima tahun dan selama itu telah menyia-nyiakan kesempatan,
” Kebanyakan alibi dan mencari-cari alasan padahal dua-duanya yang menjalankan NTB Gemilang itu khan lucu, makanya wajar Lalu Iqbal menanyakan seperti kasus utang yang miliaran, jangan beralibi rakyat sudah cerdas,” beber Nukman.
Nukman juga mempertanyakan sejumlah program di era Zul Rohmi yang sepertinya menyimpan bom waktu seperti Anggaran proyek untuk pekerjaan jembatan Lewa-Mori Kabupaten Bima.
” Masih hidup Eks Kadis PUPR Provinsi NTB Ir H Ridwansyah MM MSc yang berkoar-koar bahwa jembatan Lewa-Mori akan dikerjakan bahkan beritanya mendunia diliput media nasional saat kunjungan Jokowi ke Bima mana janji itu, kemana anggaran jembatan Lewa-Mori itu dialihkan, Haji Ridwansyah itu adalah manusia yang melakukan pembohongan publik selama menjabat, aksinya luarbiasa sama luarbiasa nya dengan bosnya” ungkapmya
Ia, ingin Gubernur NTB periode mendatang dinakhodai Doktor Lalu Muhammad Iqbal saja karena tidak punya utang dan beban masa lalu yang kelam sementara yang lainnya banyak masalahnya.
Jika diungkap satu persatu kasus tanah di tiga Gili di Pulau Lombok belum kelar begitupun pulau Sumbawa saat ini belum tuntas, begitupula dengan kasus PT Sanggar Agro Tambora yang menguasai lahan rakyat di Desa Oi Katupa hingga Kawinda Toi yang saat ini sudah tidak memiliki apa-apa termasuk hak ulayat atas tanahnya karena kesewenangan kebijakan pemprov dan pempus saat sepuluh tahun terakhir. Termasuk kasus PT SMS Dompu dan banyak lagi persoalan hukum menyangkut konflik agraria lainnya.
“Saya melihat hanya Doktor Iqbal yang lebih bersahaja- tidak punya cacat sedikitpun, belum pernah menjabat gubernuran, lainnya masih guyon bahkan sering bermain jokes dihadapan publik, bahkan pencitraan dan tengah melakukan dagelan dengan memanfaatkan momentum politik untuk memperkaya diri”pungkasnya.
(*)




















