JEJAKNTB.COM | Sultan Sumbawa memberikan supportnya kepada eksekutif maupun legislatif dalam membangun dan memajukan tana ke tau samawa, buktinya, Selasa (22/4) tepatnya di Istana dalam loka Kesultanan Sumbawa anugerah dan apresiasi atas kinerja awal yang mulai nampak kini sebuah keniscayaan.
Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Drs. H. Mohamad Ansori, Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin S.AP.M.M.Inov, H.M.Berlian Rayes SAg MM.Inov, Gita Lesbano SH.MKn, dan Zulfikar Demitri SH MH menerima Penganugerahan Gelar Adat Sampongo dari Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Kegiatan ini berlangsung di Istana Dalam Loka, Sumbawa pada Selasa, (22/04/2025).
Turut serta dalam momentum istimewa itu Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Para Asisten, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Sumbawa, OPD terkait, para pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Para Camat dan kepala Desa Se – Kabupaten Sumbawa serta tokoh Agama dan tokoh Adat Sumbawa.
Sebelumnya rombongan Bupati Sumbawa Wakil Bupati dan Pimpinan DPRD beserta istri diiringi camat dan para kepala Desa Ngayap dari Pendopo Bupati Sumbawa ke Istana Dalam Loka sementara PYM Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan Pariwa Adat MANYAK di Lunyuk Agung
Setiba di Istana dalam loka digelar penyambutan Bupati dan Wakil Bupati serta Pimpinan DPRD di Istana Dalam Loka (Biso Ne di Parempak Tete Gasa)
“Pemberian penghargaan ini adalah karena legislatif dan eksekutif maupun forkopimda merupakan abdi dan pelayan masyarakat, dengan dianugerahkanmya hal tersebut keduanya bisa seiring berjalannya waktu guna mewujudkan Sumbawa Maju Unggul dan Makmur Mendunia ,” kata Sultan Sumbawa di Istana Dalam Loka, Selasa pagi.
Prosesi Penganugerahan gelar adat tertinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa 2025-2030 dimaksudkan sebagai apresiasi Sultan Sumbawa terhadap kiprah eksekutif dan legislatif yang mulai terlihat kian hari setelah dilantik beberapa waktu lalu.
Bertempat di Istana dalam loka Sumbawa Besar, berjalan tertib lancar dan aman. Turut hadir dalam acara tersebut ASN maupun pejabat fungsional dan struktural serta TNI/Polri sebagai bagian elemen yang melengkapi pembangunan tana dan tau samawa.
Terpantau acara yang sangat bernilai itu Adapun pra prosesinya sebagai berikut:
•PYM Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan Pariwa Adat MANYAK di Kunyuk Agung
•Bupati dan Wakil Bupati serta Pimpinan DPRD (diiringi Camat dan Kepala desa) NGAYAP dari Pendopo ke Istana Dalam Loka
•Penyambutan Bupati dan Wakil Bupati serta Pimpinan DPRD di Istana Dalam Loka (Biso ne di Parempak tete gasa)
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin mengucapkan terimakasih kepada Sultan dan Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) yang telah memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan dan pembenahan Sumbawa ke arah yang lebih baik.
“Mewakili Wakil Ketua hingga anggota saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas anugerah dan rahmat Allah yang diberikan kepada kami hari ini,” ucap Nanang, begitulah dia akrab disapa.
Sumbawa sebagai Daerah yang kaya akan warisan dan tradisi budaya serta memiliki sejarah Kerajaan dan Kesultanan merupakan hal yang niscaya memberikan penganugrahan ini sebagai wujud kepedulian terhadap berbagai pihak yang telah secara profesional menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik.
Bupati Sumbawa Ir.H Syarafuddin Jarot MP menyatakan kehormatan dan rasa tersentuh atas penganugerahan ini, yang diyakini akan menjadi landasan kuat dalam memajukan daerah.
“Kami pribadi dan pimpinan daerah merasa terhormat dan tersentuh. Gelar ini adalah simbol dukungan adat dan budaya dalam pemerintahan,” ujar Bupati Sumbawa dalam sambutannya usai menerima gelar.
Bupati H Jarot dengan gelar Dea Pati Kanadi Ling Tana Samawa meyakini bahwa kebudayaan dan modernisasi bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan dua kekuatan yang dapat bersinergi membangun Sumbawa yang maju, beradab, dan berkarakter. Gelar “Sampongo” dirasakan sebagai tuntunan dari spirit luhur Tau Samawa dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada setiap langkah pembangunan yang diambil.
“Setiap langkah yang kami ambil tidak boleh tercerabut dari adat kebudayaan. Inilah yang akan memelihara arah langkah kami,” tegasnya.
Penganugerahan “Sampongo” dipandang sebagai legitimasi moral dan kultural yang akan mengiringi mandat demokrasi yang telah diemban. Hal ini diharapkan dapat memperkuat identitas kolektif rakyat Samawa dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah daerah. Bupati H Jarot juga menyampaikan apresiasi atas kearifan para tokoh adat dalam memberikan gelar ini sebagai jembatan antara sistem modern dan nilai-nilai budaya, sehingga keduanya dapat berjalan bersinergi dalam semangat kebersamaan.
“Semoga gelar hari ini menjadi pengingat bahwa jabatan yang kami emban memiliki beban dan tanggung jawab yang besar, sesuai dengan nilai-nilai luhur adat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan beberapa kegiatan penting yang telah dilaksanakan dan akan datang. Diantaranya Bupati dan Daerah merasa terhormat atas kunjungan Menteri Pertanian ke Sumbawa, setelah melalui persaingan dengan ratusan kabupaten lainnya. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi besar Sumbawa di bidang pertanian, termasuk luasnya lahan dan sumber daya air, serta membahas isu strategis seperti harga jagung.
Selain itu, Sumbawa juga mendapatkan penghargaan dari TNI berupa penetapan sebagai kabupaten terpilih untuk pembangunan batalyon dengan kekuatan 700 personel.
Lebih lanjut, Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) tingkat Provinsi NTB tahun 2025 yang akan dibuka pada tanggal 25 April 2025. Bupati Sumbawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung perhelatan akbar ini dengan penuh keramahan dan kekompakan sebagai tuan rumah yang baik.
“Semoga ini menjadi bagian dalam membangun Sumbawa yang maju, unggul, dan sejahtera,” pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya Bupati Sumbawa menutup dengan lawas sarat makna yang menyampaikan rasa syukur atas anugerah dan gelar adat “Sampongo”, serta harapan agar amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik demi kemajuan masyarakat Sumbawa.(Nukman)




















