Kaharuddin Umar
JEJAKNTB.COM | Menjadi Ketua DPRD dua periode dengan kemapanan serta jabatan tidak membuatnya jumawa dan sombong. Beliau tetap menjadi seseorang yang humble dan baik pada semua orang. Saat ini beliau masih menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
Ia di kenal sebagai sosok yang ramah. Jika tidak ada kesibukan, beliau selalu siap menerima siapapun di kantor maupun rumahnya, tak harus teman akrab orang yang baru dikenalnya pun diakrabi bagaikan saudara bahkan warga masyarakat yang hendak ke ruangannya hanya untuk sekedar berswasantai pun diterima dengan suka cita dan penuh kekeluargaan.

Seseorang itu adalah Kaharuddin Umar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga merupakan fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Sumbawa Barat.
” Bagi saya politik itu seni, dan seni berpolitik itu bagaimana mengakomodir kepentingan pribadi dan semua masyarakat yang ada untuk sebuah kemaslahatan, intinya saya hadir disini untuk berkhidmat kepada rakyat Sumbawa Barat,

Menurutnya DPRD itu mitra strategis dan kritis eksekutif dan yudikatif yang dibesarkan dengan visi pengawasan dan kemitraan. Pengawasan dan Kemitraan disini terkandung maksud sesuai tupoksi dan tidak saling intervensi.
Dirinya mengaku tak terlalu ekslusif menjadi anggota dewan apalagi sebagai Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dua periode, karena menurutnya jabatan adalah sebuah amanah yang akan dimintakan pertanggungjawaban nya secara sosial dan moral.
” Saya biasa aja, santai aja dan tidak terlalu elitis menganggap diri karena mentang mentang oh tidak, semua orang bisa duduk di ruangan saya tanpa sekat dan batasan ,” paparnya saat ditemui JejakNTB beberapa waktu lalu di Kantor nya jalan lintas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.
Bagi Kaharuddin Umar tamu adalah raja dan siapapun yang bertamu padanya akan dia jamu sebaik-baiknya. Politisi PDIP yang telah malang melintang dan makan asam garam ini sudah terbiasa dengan kepahitan hidup sehingga menjadikan dirinya peka terhadap siapapun.
Hal ini diakui pula oleh sejumlah warga yang dulunya merupakan konstituen sejatinya dalam memenangkan pertarungan politik pilkada serentak.
” Beliau adalah keluarga saya, kami merupakan timsesnya yang mengantarkan beliau sukses dan antara kita dengan bapak Kaharuddin tidak ada jarak yang menyeka, beliau orang baik,” tutur wanita yang mengaku bernama Diana pada media.
Figuritas Kaharuddin Umar tak diragukan adanya, kepiawaiannya membangun komunikasi politik yang santun menjadikan putra keturunan Bugis Makassar ini semakin bersahaja di Bumi Pariri Lema Bariri.(Nukman)




















