Soal ‘Waiting List Haji’ yang lama, Komisi V  DPRD NTB keluarkan kebijakan Berhaji Satu Kali Pangkas Daftar Tunggu

Foto: Koper Jemaah Haji Embarkasi Lombok (LOP) 1444H/2023M

 

JejakNTB.com | Berhaji kini hanya Satu Kali untuk memangkas Daftar Tunggu yang begitu alot, Komisi V DPRD NTB Sambut baik kebijakan Dorongan berhaji satu kali mendapat respon positif dari anggota Komisi V DPRD NTB Haji Lalu Budi Suryata. Berhaji satu kali menurutnya sangat efektif dalam memangkas masa tunggu ataupun waiting list haji secara menyeluruh terlebih di daerah seribu masjid.

Ia menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah-langkah tepat dalam memberikan kepastian bagi ummat islam yang akan berhaji dan menyempurnakan rukun Islamnya yang kelima.

“Pemerintah itu mengambil langkah-langkah untuk kepastian berhaji bagi ummat Islam yang akan menunaikan rukun islam ke-5,” ujarnya, Senin (28/8/2023).

Ketua Badan Kehormatan DPRD NTB ini mengungkapkan bahwa penertiban terhadap pemberangkatan haji ini sangat tepat. Jika itu terus dibiarkan dan tidak ada pengendalian bagi yang telah berhaji dipastikan daftar tunggu akan semakin panjang.

Untuk itulah pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang menganjurkan masyarakat pergi berhaji tidak lebih dari satu kali.

“Inikan memberikan solusi dalam memangkas daftar tunggu haji dengan berhaji cukup sekali. Karena memang berhaji itu cukup sekali dalam seumur hidup,” imbuhnya.

Berhaji dua kali sejatinya telah menutup ruang bagi jemaah calon haji lainnya untuk segera menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

” jadinya yang lain terganggu dan didominasi oleh orang itu saja nah itu tidak baik,” tegas LBS sapaan akrabnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menganjurkan masyarakat pergi haji tidak lebih dari satu kali. Menurut Muhadjir, wacana itu memungkinkan untuk memotong lamanya antrean keberangkatan.

Dia menilai kewajiban haji bagi yang mampu hanya satu kali, sementara kesempatan selanjutnya harus diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan ibadah haji.(jejakntb/red)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top