Soal Pemberitaan Sepihak Mendiskreditkan Salah Satu Lembaga Tinggi Swasta di NTB, Dr. Arsyad Gani Angkat Bicara

Dr. Arsyad Gani, M.Pd. Rektor UMMAT Mataram, (Foto.Nkm jjkntb.com)

 

 

JejakNTB.com, MATARAM | Adanya pemberitaan media yang menyebutkan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)  tidak memberikan ruang publik (Public Sphere) bagi kegiatan kemahasiswaan dan lainnya dibantah keras Rektor setempat. Dr. H. Arsyad Gani MPd angkat bicara terkait adanya nada minor yang melakukan manuver sesat terhadap internalnya yang sempat viral baru – baru ini.

Menanggapi isu terkini terkait persoalan internal yang terjadi dalam tubuh Sivitas Akademikanya dan sebagaimana yang diberitakan beberapa media lokal Pulau Lombok, Rektor UMMAT Dr. H. Arsyad Gani, M.Pd. pada Media Online Nasional Jejak.Com menegaskan bahwa pemberitaan tersebut kurang komprehensive dan cenderung menyudutkan internalnya.

” Semua berita yang mendiskreditkan UMMAT itu saya yakin adalah berita hoaks dan tidak benar Sivitas kami seperti yang dituduhkan tersebut. Itu fitnah,” ucap Rektor UMMAT pada Media sesaat setelah Monev Mahasiswa KKN di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

“Sekali lagi, perlu dipahami bahwa sebagai lembaga tinggi yang mendidik melatih membimbing generasi dan anak anak bangsa kita tidak pernah melakukan dikotomi soal organisasi namun dalam kampus itu ada juga  persyarikatan Muhammadiyah, IMM, BEM, DPM dan UKM serta beberapa aktifitas Dakwah lainnya yang wajib kita arusutamakan pula, beber Dr. Arsyad Gani, M.Pd. pada media.

Masih Doktor Arsyad, dirinya menegaskan bahwa di Perguruan Tinggi yang dipimpinnya tersebut tidak ada satupun kegiatan kemahasiswaan yang difasilitasinya termasuk ekstra kampus sekalipun bahkan juga lainnya hanya saja menurut Doktor bersahaja ini di UMMAT itu ada aturan dan tata tertib yang wajib dihormati dan dihargai jangan lebai dan gagal faham.

” HMI misalnya itu kegiatan ekstra luar kampus dan bukan di dalam kampus sementara ekstra dalam kampus UMMAT itu banyak dan begitu pula dengan luar kampusnya, jangan mengada ada proporsional saja lah,” tambahnya.

Sebelumnya viral berita dari Koran lokal Online yang memberitakan Oknum Pejabat Kampus setempat mengusir sejumlah mahasiswa yang tengah berdiskusi dan membatasi ruang geraknya adalah berita hoaks yang mencoba mendiskreditkan UMMAT dengan fitnah keji dan mungkar.

Salah satu Alumni Universitas Muhammadiyah Elshabier mengaku bahwa UMMAT NTB satu satunya kampus swasta terbaik di era nya maupun kekinian, jebolan Fakultas Hukum ini menilai Universitas yang merupakan almamaternya sangat kooperatif dan akomodatif bahkan merangkul semua pihak,

” UMMAT merupakan perguruan timggi swasta terbaik berdasarkan perangkingan Dirjen Dikti maupun penilaian masyarakat, sejak UMMAT berdiri hingga saat ini jumlah mahasiswa bukan semakin menurun malah makin bertambah. Nah, ini menandakan bahwa UMMAT bermutu dengan layanan dan berkwalitas dengan kebaikan kebaikannya,” ucapnya.

Hal tersebut menjawab penilaian miring dari sebagian pihak yang menilai kampus ummat melakukan diskriminasi terhadap mahasiswa padahal tidak benar. Yang benar adalah semua pihak bisa tumbuh dan berkembang di UMMAT tanpa saling memojokkan.

Sebelumnya, Beredar video mempertontonkan oknum pejabat kampus di salah satu Universitas Swasta terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusir mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas diskusi di lapangan kampus.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu nampak oknum pejabat kampus dan pimpinan organisasi kemahasiswaan yang terlihat menggunakan Gordon bertuliskan HMI sedang berkomunikasi.

Oknum pejabat kampus itu tidak memberikan izin kepada organisasi kemahasiswaan HMI untuk melakukan aktivitas diskusi maupun kajian di lingkungan kampus.

“Saya paham itu, bahwa saudara adalah mahasiswa kami, tapi untuk organisasi yang tidak kami akui di dalam kampus kami, mohon saudara untuk pahami itu,” kata pejabat kampus dalam video yang beredar itu.

Dalam video tersebut oknum pejabat kampus juga menyebut beberapa organisasi yang diakui dalam kampus seperti IMM, BEM dan UKM.

Kendati demikian, oknum pejabat kampus tersebut tetap mendukung kegiatan mahasiswa, bahkan mempersilahkan untuk berorganisasi. Tapi untuk organisasi yang tidak diakui oleh kampus tidak diberikan menjalankan aktivitas dilingkungan universitas.

“Bukan kita tidak dukung kegiatan teman-teman, kita salut, silahkan berorganisasi. Tapi saudara ini HMI jadi silahkan diluar, tidak berkegiatan di dalam,” cetusnya. (Nkm)

 

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top