SMPIT Samawa cendekia Sambut Ramadhan Dengan Gelar Tarhib Ramadhan hadirkan Dai Ustadz Nurhaidi

JejakNTB.com| Jumat Sore bakda Ashar, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu  (SMPIT) Samawa Cendekia lakukan tarhib Ramadhan dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1443 H.

Tema yang diangkat kali ini  menyambut Bulan Ramdhan dengan bekal terbaik Alquran.

Dalan  sambutan Kepala Sekolah SMPIT Samawa cendekia Ustadz Fakhruddin, S.Si menyampaikan kehadiran Ramadhan adalah cara Allah SWT mendidik kaum Muslimin dan hal ini telah teruji secara ilmu pengetahuan dan sains modern.

Apa yang bisa kita pikirkan  kadang kita tidak mampu menghitungnya apalagi  yang tak terpikirkan, terkadang nikmat itu ada yang tidak mampu otak dan akal kita jangkau maka tidak bosan-bosan kami mengingatkan untuk senantiasa bersyukur. Ucap Ustadz Fakhruddin.

Alhamdulillah, kita di pertemukan di sore hari ini di tempat yang mulia ini. Dan saya yakin hari ini adalah bagian dari berdzikir kepada Allah” imbuhnya

Ustad Fakhruddin menyampaikan setidaknya tiga poin besar yakni  pertama menghadapi Ramadhan berbekal ilmu, kedua amalan ibadah dibulan Ramdhan adalah cara Allah SWT mendidik kebiasaan baik yang sudah diuji ilmu pengetahuan dan point ketiga adalah menyambung silaturahmi dan menyamakan frekuensi antara pendidikan di sekolah dengan pembinaan anak oleh orangtua di rumah

“Menyambut bulan Ramadhan terkadang  tidak dibarengi dengan persiapan pengetahuan, jadi harapan kami tentunya dengan adanya tarhib Ramadhan hari ini, semakin menambah  kembali pengetahuan kita tentang keutamaan Ramadhan” ucap Ustadz Fakhruddin.

yang kedua adalah menyambung silaturahmi, karena pandemi covid 19 membuat adanya jarak dan berkurangnya pertemuan wali murid,  sudah 2 tahun kita menghadapinya, Alhamdulillah SMPIT Samawa cendekia selama pandemi telah melaksanakan BDR dengan cara yang termasuk terbaik di Sumbawa  dengan metode Google form, Zoom metting dan pemberian tugas secara kreatif dan inovatif, karenanya capaian keaktifan dan partisipasi siswa progresnya 70-80 persen.   jelas Ustadz Fakhruddin

Dimasa pandemi,  para guru, Ustadz dan ustadzah serta siswa  merasakan bahwa  kalau tidak mentransfer secara langsung atau tidak tatap muka secara langsung itu banyak nilai-nilai yang bias, Inilah  yang memotivasi kami mengadakan kegiatan sedikit demi sedikit secara langsung tatap muka.

Hal ketiga yang paling penting kita harus bersyukur tanpa sadar kita  dididik oleh romadhon.  Sebenarnya ada teori dalam dunia barat, dalam proses pembiasaan, perlu waktu paling cepat 21 hari dengan  melakukan hal yang sama   secara berulang-ulang minimal 21 hari maka akan melahirkan kebiasaan yang secara tidak langsung merubah perilaku tersebut minimal 21 hari dan  dalam populasi maksimalnya di 365 hari atau  kurang lebih 1 tahun dan Ramadhan mendidik kita selama 30 hari   melakukan hal yang sama.  jaminan secara ilmu pengetahuan pasti ada perubahan baru. Jelas fakhruddin.

Dari program Tarhib Ramadhan ini, kami berharap dapat  menyamakan frekuensi antara sekolah dan rumah sehingga akan memaksimalkan 30 hari dalam membentuk karakter anak secara Istiqomah.

“Alangkah indahnya kalau kita bisa memaksimalkan Ramadhan  bersama anak dan istri ” tutup Ustadz Fakhruddin.

Selanjutnya Ustadzah Nurhaidi dalam Tarhib Ramadhan menyampaikan bahwa Do’a orang tua sangat penting bagi anak, mendidik akan tambah berhasil dengan limpahan curahan Do’a dan dukungan orang tua

“kekuatan yang selama ini terkadang kita abaikan adalah doa,  dalam berdoa kita akui kesalahan kita dihadapan Allah SWT, niscaya Allah akan kabulkan demikian dicontohkan oleh Rasulullah dan para nabi.

Kemudian lanjutnya, wahai orang tua saya yang ada kemampuan dan di diberikan sedikit saja pemahaman tentang Alquran bisa ngaji maka programkan  bagi diri dan keluarga untuk membaca Alquran. Demikian pula tetap syukuri nikmat itu walaupun kita mampu baca Alquran dengan terbata-bata, dengan membiasakan dan mengulang- ulang membaca Alquran maka akan mewujudkan perilaku terpuji.

Cara kita menikmati baca Alquran bersama Allah, sederhana : pertama  ambil air wudhu, jangan baca Quran dalam kondisi tidak berwudhu sambil berazzam  bahwa saya akan berdiskusi, saya akan curhat, Saya akan bercakap-cakap dengan Allah Allah.  barangsiapa ingin bercakap-cakap dengan Allah bacalah Alquran yakin itu. Urai Ustadz Nurhaidi  yang saat ini ini bertugas sebagai ASN di SD Kerato.

Dengan penuh semangat dan penuh kegembiraan kita munculkan dalam diri.  menghadap kiblat duduk bersimpuh kepada  Allah SWT di  waktu yang ibu-ibu jadwalkan yang tidak bisa diganggu gugat oleh aktivitas lain disaat itulah kita berdoa untuk anak anak kita. Terlebih dibulan Ramadhan,  bisa  khatam Al-Qur’an dalam satu bulan dengan cara ngaji  setiap hari satu juz sehingga   pas malam takbiran kita menangis kepada Allah karena di dalam hati kita nangis ditinggalkan puasa, nangis karena ada kenikmatan bisa hatam Alquran demikian pula bisa nangis karena  jauh dari orang tua,  nggak bisa kita ketemu, disitulah disuruh memang sama Alquran  banyaklah menangis dan sedikit tertawa. Beber Ustad Nurhaidi yang juga menjadi dewan hakim pada MTQ Tingkat Kabupaten Sumbawa bidang Fasohah.

Menyambut romadhon dengan Bekal terbaik bersama al-quran,  betul-betul Kita seriusi, karena Banyak kebaikan didalam membaca Alquran. Setiap satu huruf mendapatkan 10 kebaikan. Apakah lagi berhuruf hurup kita baca. Maka sangat berlimpah kebaikan yang kita dapatkan” Tutup Ustadz Nurhaidi

*SMPIT Samawa Cendekia mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1443 H*

[Ruf/Tien]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top