Sikapi Instruksi Bupati, Kadis Klarifikasi Soal Dana BOS dan TPG. FGII :”Kita Akan Periksa Pernyataan Tertulis guru-guru”

JEJAKNTB.COM |Dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dugaan Pemalakan Tunjangan Profesi Guru (Sertifikasi) di SMPN 1 Wawo sebagaimana yang diberitakan salah satu media online di Bima butuh waktu untuk mengkajinya.

Informasi yang dihimpun jejakNtb.com, merespon isu tersebut Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin telah turun langsung ke sekolah menindaklanjuti instruksi Bupati dan pada Sabtu,(17/5) klarifikasi terkait dugaan telah dilakukan.

Saat ditemui di kediamannya Selasa 20 Mei 2025, Zunaidin menjelaskan pihaknya telah memanggil seluruh guru, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, untuk menyampaikan kronologi yang sebenarnya dan bahkan klarifikasi secara tertulis.

” Kepada guru-guru kami minta untuk menulis semua pernyataan terkait kebenaran dugaan pemotongan itu, untuk kemudian diserahkan ke saya” ucap Zunaidin saat ditemui.

Selanjutnya, Senin pekan depan akan memanggil wakil kepala sekolah untuk bersamanya memeriksa pernyataan tertulis guru-guru tersebut. Ini guna memberikan klarifikasi tambahan tanpa kehadiran kepala sekolah, guna memastikan transparansi.

“Hari Senin mendatang, saya bersama wakil kepala sekolah akan menelaah seluruh pernyataan tertulis dari guru-guru, guna menggali kebenaran yang. hakiki dari persoalan yang terjadi,”paparnya

Mengenai isu pemotongan sertifikasi itu sambung Zunaidin, faktanya tunjangan sertifikasi guru di sekolah tersebut belum dicairkan. Namun, isu pemotongan sudah lebih dulu beredar luas.

Diungkapkannya juga, di sekolah ini, jumlah guru mendapatkan sertifikasi tidak banyak. Bahkan, sebagian yang menerima tunjangan belum memenuhi beban kerja 24 jam sebagaimana syarat utama.

Oleh karena itu, terjadi pembagian jam mengajar dari guru yang lebih kepada yang kurang jamnya diberikan atas dasar kesepakatan, bukan pemotongan sepihak,”bebernya.

Kemudian terkait penggunaan dana BOS, Zunaidin menegaskan bahwa belum ditemukan indikasi penyimpangan dan topik itu pun tidak menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut.

“Kami ingin memastikan informasi ini ditelusuri dengan objektif dan profesional. Jika ada pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti,” terangnya

Senada dengan Itu, Federasi Guru Independen Indonesia Kabupaten Bima (FGII)  melihat dalam kasus ini awalnya melalui konsesi dan kebersamaan dengan landasan ketulusan hati.

“Kasus ini bukan kasus sepele, ini serius, sebab bisa jadi tidak hanya di Wawo melainkan di 18 Kecamatan juga ada, cuman tuhan masih menyembunyikan aibnya,” ungkap Ketua FGII Kabupaten Bima Lukman, pada jejakntb Selasa sore, (21/5)

FGII masih menelusuri dan menelaah kasus SMPN 1 Wawo dengan data empiris, “Intinya dalam proses pengolahan data dan penelusuran yang mendalam , kesimpulannya nanti” tegasnya.

Ia, menambahkan siapa yang benar dan siapa yang salah akan terungkap nantinya pada pernyataan tertulis saat Kadis ke sekolah, Sabtu,(19/5)

“Bapak Ibu guru tetap semangat berkatalah yang benar walau dirasakan pahit, dan berani berbuat berani pula bertanggungjawab nanti akan ada jawabannya”pungkasnya.

Sebelumnya , viral Sejumlah guru di SMPN 1 Wawo mengungkapkan dugaan adanya praktik yang merugikan mereka yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Kabar tersebut beredar luas hingga Bupati Bima Ady Mahyudi memerintahkan Kepala Dinas untuk segera memanggil Kepala Sekolah yang diduga melakukan mal administrasi.

Sementara Kepala SMP Negeri 1 Wawo yang juga bendahara MKKS Kabupaten Bima, Hartati, S.Pd., meminta agar nama baiknya dipulihkan.

” Saya minta agar oknum guru yang memberitakan dan memberikan keterangan pers sehingga viral seperti ini, mohon dipertemukan dengan saya di kantor Dinas maupun Bupati, saya akan hadapi mereka,” tandasnya.

Hartati merasa informasi yang disampaikan berlebihan dan menurutnya hoaks serta tidak sesuai dengan kondisi riil adanya.

“Iya, itu hoaks dan tidak benar , segera hadapkan kepada saya guru guru itu,” harapnya.

 

(Tim Redaksi)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top