Sepanjang Januari, Rangkaian Kegiatan Rakyat Meriahkan HUT ke-67 Sumbawa
Oleh. Sri Asmediati
Usia 67 tahun bukanlah sekadar angka bagi Kabupaten Sumbawa. Ia adalah jejak panjang perjalanan sejarah, pengabdian, perjuangan, dan cita-cita kolektif masyarakat Samawa dalam membangun daerahnya. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa tahun ini hadir dengan semangat yang lebih hidup dan membumi melalui tema “Gerak Bersama, Sumbawa Unggul”—sebuah pesan kuat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika seluruh elemen bergerak dalam satu irama, satu tujuan, dan satu semangat kebersamaan.
Tema ini bukan slogan kosong. Ia diterjemahkan secara nyata melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir sepanjang Januari, melibatkan masyarakat lintas usia, latar belakang, profesi, dan kepentingan. Dari kegiatan religius, budaya, lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga hiburan rakyat, seluruh agenda HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa mencerminkan wajah pembangunan yang inklusif dan partisipatif.
Dari Lingkungan Hidup: Menanam Harapan untuk Masa Depan
Rangkaian kegiatan dibuka dengan penanaman pohon yang berlangsung sepanjang 1–30 Januari. Kegiatan ini bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ancaman bencana, menanam pohon adalah bentuk gerak bersama yang paling sederhana namun bermakna.
Sumbawa yang dikenal dengan kekayaan alamnya—laut, hutan, dan padang savana— membutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon dalam rangka HUT ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan alam, melainkan harus bersanding harmonis dengannya.
Menggerakkan Ekonomi Rakyat lewat CFD dan UMKM
Selama 1–30 Januari, kegiatan Car Free Day (CFD), CFN, dan Bazar UMKM menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal. UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah mendapat panggung strategis untuk mempromosikan produk mereka—dari kuliner khas Samawa hingga kerajinan lokal.
Gerak bersama dalam konteks ini berarti memberi ruang dan keberpihakan kepada pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berdaya saing. Sumbawa unggul bukan hanya soal infrastruktur megah, tetapi tentang ekonomi rakyat yang hidup dan berkeadilan.
Religi sebagai Fondasi Moral Pembangunan
Rangkaian Haflah Al-Qur’an I hingga IV yang digelar pada 11, 13, 15, 17, dan puncaknya pada 20 Januari menunjukkan bahwa nilai religius tetap menjadi fondasi utama pembangunan di tanah Samawa. Puncak Haflah Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan kepada 1.000 mustahiq menegaskan bahwa peringatan HUT daerah tidak boleh melupakan nilai empati dan kepedulian sosial.
Gerak bersama di sini bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual—menguatkan akhlak, solidaritas, dan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
Budaya sebagai Jati Diri: Karnaval, Seni, dan Tradisi
Sumbawa kaya akan budaya dan tradisi. Hal ini tercermin dalam Festival Kanstin, Main Iwak dan Rabanga, Karnaval Budaya I dan II, Fashion Show, hingga Pentas Seni Budaya. Seluruh kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menjaga identitas budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Karnaval budaya menjadi ruang ekspresi kolektif, tempat generasi muda belajar mencintai warisan leluhur, sementara para seniman lokal mendapat apresiasi yang layak. Inilah makna Sumbawa unggul—daerah yang maju tanpa tercerabut dari akar budayanya.
Ruang Kreativitas dan Ekspresi Generasi Muda
Kegiatan seperti Stand Up Comedy, Belawas, Coffee Night, Sumbawa Indie Band Fest, hingga Malam Tasyakuran HUT Sumbawa menunjukkan keterbukaan pemerintah daerah terhadap kreativitas generasi muda. Anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif dalam perayaan ini.
Gerak bersama berarti memberi kepercayaan, ruang, dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkarya. Dari panggung musik indie hingga seni pertunjukan, semuanya menjadi energi baru yang menghidupkan suasana perayaan HUT ke-67
Sehat Bersama, Kuat Bersama
Aspek kesehatan juga mendapat perhatian melalui senam bersama, jalan sehat, sunat massal, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan (CKG). Kegiatan ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan menjadi bukti bahwa perayaan HUT bukan hanya seremonial, melainkan juga pelayanan nyata.
Masyarakat yang sehat adalah fondasi daerah yang kuat. Ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama menjaga kesehatan, maka visi Sumbawa unggul menjadi lebih dekat untuk diwujudkan.
Infrastruktur dan Masa Depan Daerah
Agenda peresmian proyek 800 pada 19 Januari menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur dan pelayanan publik. Pembangunan fisik ini harus dibaca sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Job Fair dan Seminar K3 pada 27–28 Januari membuka akses informasi dan peluang kerja, khususnya bagi generasi produktif. Ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Sumbawa yang kompeten dan siap bersaing.
Puncak Peringatan: Refleksi dan Harapan
Upacara Peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa pada 22 Januari menjadi puncak sekaligus ruang refleksi. Di usia yang semakin matang, Sumbawa dituntut tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga matang secara sosial, budaya, dan moral.
Peringatan ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan arah masa depan. Sumbawa unggul adalah Sumbawa yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai lokalnya.
Gerak Bersama sebagai Jalan Menuju Sumbawa Unggul
Rangkaian kegiatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa menunjukkan satu hal penting: pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi, partisipasi, dan rasa memiliki dari seluruh masyarakat.
Gerak bersama berarti pemerintah hadir melayani, masyarakat aktif berpartisipasi, dunia usaha berkontribusi, dan generasi muda mengambil peran. Ketika semua bergerak dalam satu visi, maka Sumbawa unggul bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan.
Di usia ke-67 ini, mari jadikan perayaan bukan hanya pesta tahunan, tetapi titik tolak memperkuat komitmen bersama: menjaga alam, merawat budaya, menguatkan solidaritas, dan membangun masa depan Sumbawa yang maju, adil, dan sejahtera.
Dirgahayu ke-67 Kabupaten Sumbawa.
Gerak Bersama, Sumbawa Unggul.[]




















