SUMBAWA BARAT, JEJAKNTB.com| Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sukses melaksanakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Non Penggerak Tingkat TK/PAUD, SD/MI maupun SMP/MTs yang dirangkaikan dengan Diklat Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Jenjang PAUD pada Satuan Kerja OPD Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Barat terhitung mulai Minggu 27 s.d Senin 28 Oktober 2024 yang telah berlangsung dengan tertib dan lancar di Gedung Hanipati dan Kota Taliwang.


Dua kegiatan besar ini didanai dari APBD Kabupaten Sumbawa Barat yang mana GTK sebagai leading sektornya. Kegiatan ini sangat langka dan mustahil dilakukan oleh berbagai daerah lain mengingat postur anggaran namun bagi pemerintah KSB justru enteng dilaksanakan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Khusnarti, S.Pd.,MM.Inov yang ditemui JejakNTB Senin Sore, 28 Oktober 2024 mengatakan bahwa kegiatan ini murni domain bidang GTK Dikbud Sumbawa Barat.
“Jadi, ini peningkatan kompetensi bagi guru-guru yang tidak dalam kategori guru penggerak atau GP, Karena untuk menseleksi guru penggerak dibutuhkan waktu lumayan lama prosesnya enam bulan dan harus ada quota dari pusat, sedianya kami ada anggaran tahun ini untuk guru penggerak mandiri dan berlegalitas sertifikat guru penggerak tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan karena dia itu harus enam bulan berarti harus starnya Oktober, November, Desember tiga bulan berakhir di Maret.,” ucap Kushnarti saat mengawali pembicaraan dengan JejakNTB.


Wanita berparas cantik nan cerdas yang karib disapa Narti ini pun menegaskan kegiatan ini berkat kucuran budget APBD Pemkab KSB.
” Dari segi penganggaran tidak boleh kegiatan itu selesai di tahun anggaran lain. Nah, ini kita hindari kesalahan sehingga antisipasi kami dinas agar tidak ada ketimpangan dan gap antara guru GP maupun non GP maka kami membuat lah kegiatan ini dengan bidang GTK namanya yang menangani bidang pembinaan guru dan tenaga kependidikan seperti itu pak wartawan agar tidak terjadi kecemburuan sosial maupun disparitas di tingkat guru kita,” urainya.
Ketika ditanya, sasaran kegiatan ini, Magister Manajemen itu dengan tangkas menjawabnya,
“Jadi, Alhamdulillah sasaran utamanya guru PAUD 20 orang, Guru SD 20 orang dan Guru SMP juga 20 orang, jadi ini pemerataan pak, yang inshaallah dari 60 peserta ini nanti akan membuat rencana tindak lanjut (RTL) selanjutnya mereka ini akan menjadi melakukan pengimbasan di sekolah sekolah yang ada di wilayah kecamatan nya yang tidak berlabel Guru Penggerak (GP) dan tempatnya di Taliwang.,” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri pemateri dan narasumber kawakan yang diutus tim GP Provinsi NTB diantaranya Dr. Ibnu Wahyu Riyadi untuk kegiatan peningkatan kompetensi guru sedangkan untuk kegiatan yang lainnya yaitu Dr Imam. Keduanya merupakan keynote speaker dalam kegiatan yang sangat dahsyat itu.
Narti menambahkan bahwa acara ini dibagi dalam dua lokasi dan tempat pelaksanaan yang menurutnya saling berjalan dan saling tercapai arahnya.
” Untuk lokasi kegiatan kedua itu di Gedung Hanipati Kabupaten Sumbawa Barat ini adalah kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Bidang GTK Dikbud KSB,” terang Narti.
Kegiatan ini mengambil tema sentral Membangun Edukasi dan Civil Society Yang Lebih Hebat Untuk KSB Maju dan Berdayasaing.
Salah seorang Guru SMP MTs Taliwang, Nelly Kusherawati pada media menuturkan dan memberikan kesaksian bahwa kegiatan ini sangatlah baik terutama buat pendidik.
” Kami tidak mengira Ibu Kadis hebat melalui Kabid GTK menginisiasi acara ini, ini membantu kami makin komitmen meningkatkan mutu dan kinerja dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, lebih lebih saat ini tantangan kita makin kompleks sebagai guru baik jenjang paud, SD dan SmP bahkan SMa sama saja beratnya, namun mau apa hendak dikata itu tugas dan kewajiban yang harus kita lakoni namun dengan adanya cara seperti ini kami ibarat di Kir kembali karena wawasan dan pengetahuan saat dibangku kuliah dulu sudah tidak update makanya dengan adanya semacam ini akan sangat terbantukan profesi kita,” ucap Alumni IKIP ini pada JejakNTB Senin siang.
Senada dengan Nelly, Pengawas SMP yang enggan disebutkan identitasnya mengacungkan dua jempol terhadap kegiatan tersebut.
” Ini sejarah, bahwa Dikbud KSB telah mengembalikan pendidikan ke rokh dan khittahnya yang mencerdaskan, saling ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso atau yang dikenal dengan Tut Wuri Handayani yang maksudnya seorang guru harus benar-benar mampu mewujudkan dirinya menjadi guru profesional dengan karakteristik tipikal terbaik,” pungkasnya.(*)




















