Sempat Ditolak, Walikota Mataram Akhirnya Izinkan MXGP Lombok 2024

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. (JejakNTB/Sahrul Ridwan)

 

Jejak/MATARAM – Walikota Mataram Mohan Roliskana akhirnya mengizinkan gelaran kejuaraan dunia balap motocross atau Motocross Grand Prix [[MXGP] di Sirkuit Selaparang, Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram.

Sebelumnya, Mohan menolak gelaran MXGP Lombok 2024 di Sirkuit Selaparang lantaran penyelenggaraan tahun sebelumnya menyisakan masalah atau residu.

Mohan menjelaskan persoalan terkait beban pajak bumi dan bangunan (PBB) lahan eks Bandara Selaparang telah tuntas dibahas bersama PT Angkasa Pura I dan Pemprov NTB, Rabu (5/6/2024). Pemkot Mataram akan mengelola eks Bandara Selaparang secara terbatas sebagai pusat kegiatan ekonomi

“Berkaitan dengan MXGP 2024, persoalannya sudah clear sekarang. Dengan kami duduk bersama dengan Angkasa Pura I dan Pemprov NTB, itu yang saya minta dari awal diluruskan. Saya katakan kemarin jika semua ini clear, maka peluang-peluang itu bisa kita bicarakan kembali,” kata Mohan di Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (5/6/2024).

Karena persoalan mengenai beban PBB sudah clear, Mohan mempersilakan PT Samota Enduro Gemilang sebagai penyelenggara MXGP Indonesia menggelar dua seri MXGP Lombok 2024.Pada tahun ini, balapan MXGP digelar dua seri di Sirkuit Selaparang pada 29 – 30 Juni dan 6 – 7 Juli 2024.”Hari ini sudah clear semua. Kalau pihak SEG akan melaksanakan MXGP di Kota Mataram, silakan saja. Itu semua sudah kita bicarakan. Silakan, kita izinkan pelaksanaan itu,” ucap Mohan.Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini berharap pelaksanaan MXGP Lombok 2024 bisa terlaksana dengan baik. Dengan catatan, kekeliruan yang terjadi pada pelaksanaan MXGP 2023 tidak terulang kembali atau tidak lagi menyisakan persoalan.

Mohan meminta SEG supaya memperbaiki koordinasi terkait pelaksanaan MXGP 2024. Karena Pemkot Mataram juga bertanggungjawab kaitan dengan rekayasa lalu lintas. Kemudian residu yang ditimbulkan akibat kegiatan tersebut. Selain itu, masyarakat Kota Mataram juga meminta agar dilibatkan dalam kegiatan MXGP. Sehingga, hal ini perlu dibicarakan dengan SEG selaku penyelenggara MXGP yang menggelar kegiatan di Kota Mataram

Pada 2023, ada kerja sama antara Pemprov NTB dan PT Angkasa Pura I terkait pemanfaatan eks Bandara Selaparang. Dalam perjanjian kerja sama itu, kewajiban pembayaran PBB menjadi tanggungjawab Pemprov NTB. Tahun 2024, tidak lagi mengacu pada perjanjian kerja sama pada 2023. Pemkot Mataram akan bersepakat dengan PT Angkasa Pura I terkait dengan pemanfaatan eks Bandara Selaparang. “Kami akan membuat komitmen sendiri antara Aangkasa Pura dan Pemkot Mataram untuk pemanfaatan lahan secara terbatas. Agar nilai ekonomisnya dapat, kemudian ekologisnya juga dapat. Karena itu etalase kota Mataram juga,” terang Mohan.Sehingga Pemkot Mataram punya tanggungjawab merawat dan memelihara eks lahan Bandara Selaparang. Namun, hal teknis akan dibicarakan lagi dengan PT Angkasa Pura termasuk mengenai beban pajaknya. “Proposal itu (pemanfaatan eks Bandara Selaparang) sudah kita ajukan sebelum MXGP. Cuma ada yang tidak ketemu sudut pandang kita tentang rencana itu, sekarang dikembalikan lagi,” terangnya. [Shr]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top