Sejumlah Warga Pertanyakan Program Mahdalena DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa

SUMBAWA, JEJAKNTB| Sejumlah warga Sumbawa mempertanyakan tindak lanjut Program anggota DPR RI, Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Hj. Mahdalena DPR soal realisasi dari hasil Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) sejak 2025.

Menurut warga implementasi dari program ini khususnya di Sumbawa belum terealisasi dan diduga syarat dengan nuansa politis mendulang dukungan untuk 2039.

” Yang bersangkutan memanfaatkan kegiatan ini untuk menyampaikan informasi, sekaligus menjaring aspirasi para kepala Madrasah, guru-guru, orang tua siswa dan masyarakat umum, terkait pelaksanaan pendidikan agama Islam dan pengelolaan program bantuan pemerintah seperti dana PIP, khususnya di lingkungan Madrasah tapi kita masih wait and see,” ungkapnya.

Salah seorang warga Brangbiji, Sumbawa bernama Ais (40) menilai kegiatan tersebut diduga fiktif dan syarat nuansa politis ketimbang implementasinya. “Iya, dugaanku kita diambil ktp dan KK, semacam kumpul kumpul data yang mengarah ke dpt sepertinya,” bener Ais.

Masih Ais, dia menambahkan programnya di Kabupaten lain mungkin iya jalan, namun di kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat gebrakan Mahdalena DPR RI itu masih hambar dan di awang-awang.

“Kalau Bima wallahuallam, tapi Sumbawa Barat dan Sumbawa besar itu sama sekali tidak ada implementasi program ini,” tegasnya.

Senada dengan Ais, warga Sumbawa asal Pulau Moyo, Saijah,  pun mempertanyakan cara Mahdalena membawa program ini. ” Yang namanya PIP itu bawaan dapodik di sekolah, saya tidak percaya kalau ini program DPR, mana ada DPR urus PIP,” tanyaknya dengan nada heran.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima periode 2019-2024 ini menambahkan, Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan untuk membantu peserta didik agar tidak putus sekolah lantaran kendala biaya. Sementara untuk jumlah keseluruhan siswa-siswi di Indonesia yang penerima bantuan PIP ini mencapai sekitar 2,2 juta orang, dengan anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah sebesar,Rp 1,7 triliun.

“Saya berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, koordinasi antar Madrasah bisa semakin kuat dan pelaksanaan program dapat berjalan efektif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam, khususnya di Daerah Bima, Dompu, Sumbawa dan Propinsi NTB pada umumnya,” pungkasnya.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top