“Teori di buku itu penting, tapi realitas di lapangan mengajarkan kita tentang empati dan kecepatan mengambil keputusan,” ujar Anieke
MATARAM, JEJAKNTB|| Menyeimbangkan peran sebagai birokrat, pengajar, dan pelayan masyarakat bukanlah hal mudah. Namun, hal ini berhasil dibuktikan oleh Anieke Kusumawati, S.ST, M.Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Dompu yang dikenal berdedikasi tinggi terhadap peningkatan mutu kesehatan ibu dan anak.
Profil Singkat :
- Nama Lengkap: Anieke Kusumawati, S.St.,M.Kes
- Jabatan: Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan.
- Pendidikan Terakhir: Magister Kesehatan (S2) Universitas Gadjah Mada (UGM).
- Aktivitas Lain: Dosen aktif di Akademi Kebidanan (Akbid) setempat.
Perjalanan Akademik: Jebolan Terbaik UGM
Lahir dan besar dari keluarga pendidik, kecintaan Anieke pada dunia kesehatan membawanya menempuh studi pascasarjana di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.
Berkat ketekunannya, ia berhasil menyelesaikan program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan predikat kelulusan terbaik.
Bekal teori dan metode riset mutakhir dari kampus kerakyatan tersebut langsung ia aplikasikan saat merancang program pencegahan stunting dan layanan posyandu terpadu di daerahnya.
“Teori di buku itu penting, tapi realitas di lapangan mengajarkan kita tentang empati dan kecepatan mengambil keputusan,” ujar Anieke di sela-sela kesibukannya memimpin rapat koordinasi kesehatan
Mengabdi di Birokrasi dan Dunia Kampus
Sebagai Kabid Kesmas Dinkes, hari-hari Anieke disibukkan dengan koordinasi lintas sektor, evaluasi gizi buruk, hingga blusukan ke Puskesmas. Di luar jam kantor, ia tetap setia pada panggilan jiwanya sebagai pendidik dengan mengajar mata kuliah kesehatan masyarakat di akademi kebidanan.Bagi Anieke, berdiri di depan kelas mengajar calon bidan memberi energi tersendiri. Ia bisa mentransfer pengalaman riil di lapangan langsung kepada para mahasiswa.
Harapan ke Depan
Anieke berharap sinergi antara kebijakan dinas kesehatan dan dunia pendidikan tenaga medis bisa terus diperkuat. Dengan cetakan bidan yang kompeten dari bangku kuliah serta intervensi program preventif yang tepat sasaran di masyarakat, angka kesehatan ibu dan anak di wilayahnya diyakini akan terus membaik dari tahun ke tahun.(*)




















