Sejumlah Walimurid Gedor Pintu Dikbud NTB, Diduga Sistem Zonasi Syarat Mal Admint

JejakNTB.com | Selain masalah nota untuk PPDB Online dalam proses rekrutmen Calon Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Madrasah Aliyah (MA) Tahun Ajaran 2023/2024, juga ada masalah sistem zonasi yang sangat dikeluhkan sejumlah walimurid di NTB. Sistem zonasi yang tidak professional dan proporsional memicu resistensi warga sekolah di Kantor Dikbud NTB pimpinan Dr.H.Aidy Furqon, M.Pd.

Salah satunya yang mewakili ortu murid adalah pemuda bernama julukan Amirkhan (48) tinggal di Mataram melalui saluran telepon meminta agar persoalan ini di publikasi.

” iya ada masalah zonasi yang sangat rumit serta masalah masalah lain yang tengah didalami terkait PPDB Online untuk anak anak bangsa di tahun ajaran baru ini, itulah memunculkan gelombang protes orang tua dan peserta didik disini, (mataram.red.),” ungkapnya.

Pantauan biro Mataram, Fauziah, Selasa 18 Juli 2023 sejumlah walimurid peserta didik mendatangi kantor Dikbud NTB untuk melakukan aksi keprihatinan atas terkuaknya dugaan praktik mal administrasi dalam penerimaan siswa baru di Nusa Tenggara Barat.

” iya kami mempertanyakan kebijakan pendidikan terkait sistem zonasi yang sangat tidak proporsional ini dimana ada rasa ketidakadilan didalamnya sementara tahapan input dan proses tengah dan telah dilaksanakan berjalan namun mengkhianati hasil,” bebernya walimurid lainnya yang enggan diberitakan namanya.

Kepala Balai Informasi dan Tekhnologi, Agus Siswoaji Utomo yang merupakan ASN dipercaya dikbud ntb tidak berkutik dihubungi media jejakntb.com via selulernya menggunakan chattingan whatsapp, selasa pagi  hanya membawa sms redaksi. Sms tercentang dua namun tidak dibalasnya. Bahkan ditelepon pun enggan mengangkatnya.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd. yang dihubungi via telepon , selasa 18 Juli 2023 tidak mengangkatnya namun sejurus kemudian mengirim.pesan whatsapp dengan mengatakan,

“WA dulu, Sy sdg pertemuan dg Bupati Loteng,” tulisnya singkat yang dikirim sekitar pukul 09.26 kemarin.

Untuk diketahui, rekrutmen siswa baru yang menggunakan regulasi ini diduga syarat praktik mal administrasi dan kuat dugaan adanya unsur konspirasi dalam meloloskan nama nama siswa agar bisa diterima di suatu tempat sekolah favorite yang dituju.

Pantauan langsung di lokasi kehadiran sejumlah walimurid itu merupakan kejadian langka selama Dikbud dikendalikan Dr H Aidy Furqon MPd. Uniknya kehadiran para orang tua yang kecewa anaknya didzolimi turut didampingi guru dan walikelasnya.

Hingga berita dimuat, belum ada pihak pihak yang bisa memberikan keterangan dan komentar terkait adanya gerakan sejumlah walimurid yang menggedor daun pintu dikbud ntb di jalan pendidikan Mataram.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top