Sejumlah Petani Sumbawa Menjerit Kesulitan Air, Diduga Gegara ‘Spillway’ di Bendungan Raksasa

JejakNTB.com | Bendungan Beringin Sila yang terletak di kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat( NTB ) kini diisukan terancam kering , hal ini diduga Spillway bendungan atau istilahnya Saluran pelimpah atau katup.

Adalah struktur yang digunakan untuk menyediakan aliran yang terkendali dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir, biasanya menjadi sungai yang dibendung.

Saluran pelimpah melepas banjir sehingga air tidak melebihi dan merusak atau bahkan menghancurkan bendungan diisukan mengalami keretakan.

Hal inilah membuat Petani di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa kini mengeluh , karena air yang dialirkan melalui bendungan irigasi dari Bendungan Beringin Sila yang baru 6 bulan tepatnya tahun lalu di resmikan oleh Presiden RI   Ir Djokowidodo tersebut mulai mengalami kekeringan dan tidak merata, padahal petani sangat membutuhkan air, terutama pada musim tanam kedua tiba.

Akibat dari isu tersebut, Tim Media dari Gabungan Jurnalis Investigasi Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, melakukan investigasi langsung ke lokasi Bendungan Beringin Sila tersebut, pada sabtu ( 02/06 ),

Dari hasil pantauan investigasi bahwa apa yang diisukan adanya keretakan di pintu pembuang ( Spillway ) tidak ditemukan, ” memang ada keretakan namun bukan di Bentangan utama maupun Pintu Pembuangan ( Spillway ),

keretakan tersebut tidak berpengaruh terhadap area genangan dan tidak mengalami rembesan, hanya berupa tempelan penambahan luas area untuk memudahkan petugas jaga melakukan pemantauan, jadi tidak berpengaruh sama sekali “.

Dari hasil pantauan lapangan, diakui air penampungan di Bendungan tersebut, mengalami penyusutan hal ini diakibatkan oleh musim kemarau, namun terlihat pintu terowongan kecil tetap terbuka menuju saluran irigasi, namun belum maksimal, karena pintu pembuangannya ditutup sementara, hal ini akan adanya perbaikan saluran irigasi, sehingga air yang mengairi tersebut belum maksimal dan tidak merata.

Mengeringnya saluran air irigasi tersebut, bukan dikarenakan adanya keretakan yang diisukan, akan tetapi memang mengalami penyusutan akibat musim kemarau, sehingga saluran pembuangan ( Spillway ) bendungan tersebut baru berfungsi ketika tinggi air di waduk mencapai ketinggian tertentu.

Fungsi dari Spillway tersebut adalah untuk bangunan pelimpah air menggunakan sistim hidrolik adalah untuk menyalurkan aliran banjir lewat bendungan dengan tanpa membahayakan keamanan bendungan.

Bangunan pelimpah (spillway) dapat berupa terkontrol atau tidak terkontrol. Saluran pelimpah yang terkontrol dilengkapi dengan gerbang yang dapat dinaikkan atau diturunkan.

Sebaliknya, saluran pelimpah yang tidak terkontrol tidak memiliki gerbang. Saluran tumpah yang terkontrol memiliki keuntungan tertentu. Saat waduk penuh, level airnya akan sama dengan level puncak spillway.

Saluran pelimpah atau katup adalah struktur yang digunakan untuk menyediakan aliran yang terkendali dari bendungan atau tanggul ke daerah hilir, biasanya menjadi sungai yang dibendung.

Saluran pelimpah melepas banjir sehingga air tidak melebihi dan merusak atau bahkan menghancurkan bendungan.

 

Di konfirmasi Tim Gabungan Jurnalist Investigasi ( GJI ) Sabtu , 04/06/2023 ,lewat telpon seluler PPK BWS Provinsi Nusa Tenggara Barat Agus Nurdiansyah menjelaskan pemerintah telah menggunakan anggaran sebesar Rp 1,72 triliun untuk pembangunan Bendungan dengan luas genangan mencapai 126 Hektar.

Agus menjelaskan Bendungan tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian meningkat secara drastis khususnya di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa.

Lebih lanjut Agus menyampaikan dengan keberadaan Bendugan Beringin Sila ada return nya pada Masyarakat kabupaten , Provinsi dan kepada negara , bendungan yang memiliki fungsi irigasi seluas 3.500 Hetare mampu memberi manfaat bagi Masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Terkait isyu keretakan dan rembesan di bentangan Bendungan itu tidak benar , penyusutan yang terjadi akibat tiap harinya pembuangan Air lewat pintu Air yang di Airi ke persawahan Masyarakat.

Di tempat terpisah Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi (GEMPA ), Kecamatan Utan M.Saleh, menyayangkan isyu yang berkembang di Media Sosial,tidak berimbangnya pemberitaan yang di tayangkan , dari hasil investigasi dengan beberapa Media, M.Saleh juga membenarkan bahwa keretakan di bentangan atau dada Bendungan sehingga terjadi penyusutan Air yang di indikasikan akan terjadinya kekeringan di Bendungan Beringin Sila itu tidak benar ,” Tutupnya

( Tim GJI/bidikankameranews.com/RED)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top