Sejumlah Penumpang Keluhkan Sarpras Terminal Bungurasih Tidak Maksimal

JEJAKNTB.COM | Keberadaan Terminal Bungurasih Surabaya Jawa Timur sangat memprihatinkan saat ini, hal tersebut terungkap dari pengakuan penumpang salah satu bis malam bernama Ersyam (48) asal Lombok. Pada media ini dia menceritakan kuumuh dan kotornya terminal bus AKAP kategori Nasional itu, pada Minggu (20)4) saat dia menunggu bis jurusan Surabaya -Malang- Lombok.

” Katanya BPTD Kelas II Jawa Timur Terminal Tipe A Surabaya, nyatanya lebih baik dan bagus Terminal Bertais di Sandubaya Kota Mataram,” ujarnya pada JejakNTB Minggu sore.

Senada dengan Ersyam, Penumpang asal Sumbawa Fajrin (34) pun berkata sama, dia mengeluhkan tidak adanya kursi atau tempat duduk di lajur bawah tangga dan saat hujan penumpang tidak nyaman. ” Tas dan barang penumpang basah karena atap tunggunya tidak maksimal, sayang sekali BPTD nasional tapi buruk dan tidak sehat,” ungkapnya.

Selain itu, sulitnya mengakses WC dan toilet serta wastafel yang baik di terminal kebanggaan warga Surabaya itu. ” Toiletnya sangat sedikit dan banyak yang tidak berfungsi sementara BPTD ini pusat aktivitas keberangkatan dan kepulangan penumpang di 34 provinsi,” katanya

Toiletnya jorok dan terbatas

 

” Sekelas Jawa, itu sangat memalukan kita di NTB saja sudah kinclong soal itu,” bebernya.

Terpantau, di Jalur 23 dan 24 keberangkatan Denpasar – Mataram maupun Surabaya Jakarta kondisi tempat antrian penumpang sangat kotor, sampah berserakan dimana-mana dan pedagang asongan yang tidak mampu menjaga kenyamanan dan kebersihan terminal.

Seorang Satpam jaga, bernama Suwarto yang piket jaga di BPTD ini mengatakan toilet dan musholla di lantai dua tidak ada yang berfungsi saat ini karena lagi gangguan.” Iya, sedang bermasalah ini, silakan ke timur belok kiri,” katanya

Dapat dibayangkan sengsaranya penumpang kendaraan yang hilir mudik di terminal tersebut tanpa sarana prasarana yang memadai

Sedangkan Ilham wartawan salah satu media lokal yang enggan disebut medianya menyesal masuk terminal dia  hendak pulang ke NTT pun mengalami hal serupa, ribuan penumpang tiap hari memberikan kontribusi pada tiket masuk terminal dikemanakan uang nya, ” tidak ada perawatan terminal ini jorok dan kotornya minta ampun,” sesalnya

Selain atapnya kecil juga tangganya licin saat penumpang turun

 

Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur, Dr Muiz Thohir, ST., MT yang dikonfirmasi media terkait keluhan sejumlah penumpang ini belum bisa dihubungi baik secara kedinasan di BPTD Bungurasih maupun  sambungan telepon.

Begitu pula dengan pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas terminal alternatif rakyat di Indonesia Timur ini. Saat redaksi menelepon beliau handphone tidak aktif.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top