JejakNTB.com | Sejumlah ruas jalan di Pulau Sumbawa mulai dari Sumbawa Besar hingga Bima mengalami kerusakan berat dengan kondisi parah serta sangat memprihatinkan. Hasil investigasi di lokasi sebulan lalu, seperti di wilayah Kecamatan Lunyuk misalnya kondisi badan jalan malah sudah sangat mengenaskan dengan kondisi hancur berantakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, kondisi jalan di Pulau Sumbawa rata-rata mengalami kehancuran dan kerusakan karena mayoritas pembangunan jalan dan jembatan tidak disertai pekerjaan minor seperti talud dan drainase yang jelas serta lemahnya pengawasan maupun monev dari Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Salah seorang warga Lunyuk Sumardi menilai Balai Jalan dan Dinas PUPR diduga membiarkan kondisi ini tanpa mau melakukan perbaikan,
” Kondisi jalan di Lunyuk ini sudah sebulan mana ada Pihak PUPR baik Kabupaten maupun Provinsi yang turun melirik untuk diperbaiki, itu enggak ada malah kita sudah laporkan bahkan kita upload di facebook pun belum ada tanggapan, heran kita padahal janjinya pemerintah terutama Dinas PUPR akan menuntaskan jalan lintas Lunyuk yang menghubungkannya dengan Sumbawa Besar itu,”ucapnya.
Senada dengan Sumardi, Ketua IPPERMA-PARBI Mataram, Hasinah mempertanyakan status jalan Parado sekitar 10 kilometer yang pernah dijanjikan Kadis PUPR Ir H Ridwan Syah kepada sejumlah Kades di wilayah Kecamatan Parado.
” “Kemarin sudah bertemu Gubernur NTB dan Kadis PUPR Provinsi NTB dengan gabungan Kepala Desa se Kecamatan Parado, berdasarkan informasi bahwa Gubernur NTB dan Kadis PUPR menyampaikan anggaran ruas jalan parado masuk dalam Perencanaan tahun 2023, dan kami menagih janji itu, sebagai bentuk evaluasi hasil pertemuan tersebut,” terang Ketua IPERMA-PARBI melalui pesan WhatsApp, Kamis 4 Mei tadi.
Lebih dari 10 KM, jalan di Kecamatan Parado mengalami rusak parah. Akses jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur yang hubungkan warga Parado dengan Kecamatan lain. Termasuk Dompu.
Berdasarkan keterangan dari Ketua IPPERMA-PARBI Mataram, Hasinah menyampaikan bahwa sebelumnya gabungan Kepala Desa Se kecamatan Parado bersama Camat Parado menghadap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ridwan Syah dan secara langsung. Para Kades itu, menyampaikan kondisi jalan yang semakin parah, bahkan baru-baru ini banyak korban luka dan kesulitan bagi warga yang sakit, hamil untuk rujuk ke Ruma Sakit Daerah.
Selain itu, gerakan menagih janji dan mosi tidak percaya masyarakat parado juga di lakukan oleh Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Parado, aksi gerakan 100 koin untuk menambal jalan berjalan beberapa hari belakangan ini. Bagi IMAPPA pemerintah telah mengingkari janji nya kepada masyarakat parado.
“Kami meneruskan gerakan yang di bangun oleh teman-teman kami Mahasiswa parado di Bima, gerakan 100 koin ini menandakan pemerintah telah buta dan tuli, parado bukannya bagian dari NTB? Maka kami akan melakukan aksi di depan kantor Gubernur NTB dan Dinas PUPR Provinsi NTB, dengan tuntutan perbaikan Jalan dan mendesak gubernur NTB untuk turun langsung melihat kondisi jalan kami di parado, dan bahkan jika tuntutan kami tidak di tanggapi kami akan berkemah dan bermalam di kantor Dinas PUPR maka jangan tutup mata dan telinga” cetusnya
Perbaikan jalan menjadi atensi masyrakat parado di akhir kepemimpinan ZULROHMI, dan harapan mayarakat kecamatan parado dapat di perhatikan oleh pemerintah provinsi NTB, disadari bahwa pembangunan jalan butuh biaya besar, selain memastikan masuk dalam perencanaan sebagaimana dikatakan bahwa itu Janji Gubernur NTB dan Dinas PUPR Provinsi NTB, agar dapat diperbaiki sementara melalui anggaran perawatan jalan.
“Sekali lagi jalan sepanjang 10 KM itu sangat rusak parah, kami siap bayar tiket pulang pergi Pak Gubenur NTB jika mau melihat kondisi jalan kami di parado, dan kami sedang konsolidasi untuk Aksi, dengan ke ingin kami untuk pastikan ruas jalan parado masuk dalam perencanaan untuk dibangun oleh pemerintah Provinsi NTB, dan untuk jangka pendeknya kami mendesak agar dilakukan perawatan jalan yang sudah banyak berlubang dan rusak” tandas Hasinah
Ditambahkan bawah aksi yang akan dilakukan oleh IPERMA-PARBI MATARAM dengan menduduki kantor PUPR Provinsi NTB, sampai tuntutan mereka terpenuhi, berdasarkan hal tersebut, konsolidasi mahasiswa dan pemuda parado mataram agar mendapat perhatian serius oleh pemerintah Provinsi NTB.
“Kami sampaikan kepada Gubernur NTB, kami akan konsolidasikan jika apa yang menjadi harapan seluruh mayarakat parado tidak ada kejelasannya maka PERTAMA kami akan berkemah berbulan-bulan di Kantor PUPR Provinsi NTB, dan KEDUA jika tidak ada sikap yang jelas dari Pemerintah Provinsi NTB maka sikap kami akan keluar dari sistem pemerintahan dan adminstrasi pemerintah provinsi NTB, segala konsekuensinya kami tanggung bersama masyarakat Parado” tutupnya.
Mengenai aksi yang akan di lakukan oleh IPPERMA PARBI Mataram, masih dalam tahap konsolidasi.
Selain itu, Direktur Yayasan Bina Massa Cendekia Samawa Elshabier Alghura, SH menilai Kadis PUPR Ir H Ridwansyah turut membohongi juga warga terkait pembangunan jembatan lewa mori sepanjang Darussalam dan Kalaki saat kunjungan Menteri PU RI beberapa saat lalu bersama Presiden RI Ir. Joko Widodo
” Katanya tahun 2023 jalan Lewa Mori Bima akan mulai dikerjakan, mana? Itu bohong H Ridwan itu, yang benar aja lhoo,” ujarnya.
Jalan lintas Lewa Mori Kalaki menurut Ridwan sesuai yang diberitakan sebelumnya akan menggunakan Dana APBN 2023 untuk menuntaskannya namun hingga kini janji itu tinggal janji kenyataannya tidak ada sama sekali.
” kasihan warga Kabupaten Bima yang mau ke kota Bima dan mau mengangkut hasil alam harus menempuh jalur 85 bahkan 100 kilometer setiap harinya serta menghabiskan bahan bakar yang tidak sedikit” Ungkapnya
Menurutnya seandainya jalur itu bisa diantisipasi maka akan terjadi geliat pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus buat warga Kabupaten maupun Kota Bima.
Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas PUPR NTB Ir H Ridwan Syah tidak bisa dihubungi karena hp beliau sedang tidak aktif.
Nkm




















