Baiq Nelly Yuniarti, M.Si. Pjs. Bupati Kabupaten Dompu
DOMPU, JEJAKNTB|Pesta demokrasi tahun ini bagi tiga Kabupaten/ Kota di Nusa Tenggara Barat yakni Kota Mataram, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima sangat berbeda, sebelumnya ketiganya mendapatkan lebih satu paslon namun di kontestasi kali ini harus menerima duel head to head. Dari 10 Kabupaten/Kota Se – NTB, hanya ketiganya itu yang sudah fixed akan head to head.
Pantauan media, Dompu yang paling sengit atmosfer kompetisinya. Hal tersebut terungkap dari sosial media(Sosmed) seperti misalnya dalam Facebook kedua pendukung maupun pasangan calon sudah mulai melakukan perang syaraf terbuka dengan saling serang kedua kubu yang sepertinya tidak berkesudahan.
Kondisi ini diperparah oleh oknum-oknum tertentu seperti buzzerp maupun oknum tak bertanggungjawab seperti akun fake yang mencoba untuk menggoreng isu hingga memperkeruh suasana jelang hari pencoblosan yang tinggal 38 hari lagi dimana semua masyarakat akan segera mendapatkan pemimpin barunya sesuai kehendak hati nuraninya.
Penjabat sementara Bupati Dompu, Baiq Nelly Yuniarti , M.Si. beberapa saat lalu meminta media agar bisa mencerdaskan konstituen dan memberikan pencerahan politik serta menjadikan media sebagai corong pemersatu ditengah hiruk – pikuk demokrasi.
” Benar sekali, ditengah pusaran kegiatan politik pilkada serentak ini, sangat dibutuhkan peran media untuk mencerdaskan, menyatukan aneka perbedaan jangan karena beda pilihan menjadikan kita kekal bermusuhan bahkan antara saudara yang satu dengan yang lain menjadi renggang, janganlah begitu.,” pesan Mantan Kadis Kominfo NTB yang saat ini tengah menjabat Kadis Perindag merangkap Pjs Bupati Dompu.
Wanita yang akrab disapa Nelly itu juga meminta pendukung antar Paslon untuk saling menahan diri dan tidak terpancing dalam situasi seperti saat ini.
” Mari kita saling menghargai satu sama lain, perbedaan pilihan itu lumrah dan sunatullah jangan jadikan sumber permusuhan,” pintanya di sela kegiatan bersama PWI Dompu beberapa waktu lalu.
Nelly meminta warga Dompu untuk menentukan sikap dan pilihannya secara Arif bijak dan dewasa tanpa harus saling menyerang serta memojokkan,” nggak usahlah , mari kita sikapi pilkada dengan damai,” cetusnya.
Memasuki hari H yang tinggal 38 hari lagi, Nelly meminta penyelenggara Pilkada seperti Bawaslu dan KPUD bekerja secara profesional dan kredibel serta obyektif,” harapan saya gitu, utamakan profesional dan saya minta tolong teman teman media juga untuk saling kontrol kawal dan mengedukasi kegiatan pemberitaannya sehingga masyarakat kita semakin sadar dan cerdas berpolitik,” pungkasnya.




















