Saat Peletakan Batu Pertama IBS di Lombok Barat, Begini Saran Menko PMK

Oleh              |RED jjntb

Editor           | Nukman

 

 

 

JEJAK.COM,– Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, lembaga pendidikan berbasis agama Islam di Indonesia harus memiliki dua pijakan, yakni keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam harus mengimbangi dua pijakan tersebut.

“Jangan sampai tidak imbang antara dua ini. Keislamannya kuat, tapi keIndonesiaannya juga harus kuat. Kita ini berislam di Indonesia. Dua-duanya tidak boleh saling menegasikan, tetapi bersanding dan saling memperkuat,” ujar Menko PMK dalam acara peletakan batu pertama Lenterahati Islamic Boarding School, Lombok Barat, NTB, pada Minggu (5/12).

Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan, selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, lembaga pendidikan Islam juga harus menyediakan guru kompeten yang mampu mengajarkan materi ilmu umum atau ilmu dunia.

“Saran saya, cari guru pintar yang cakap, yang menguasai bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics),” ucapnya.

Muhadjir mengungkapkan, kelemahan lembaga pendidikan islam di Indonesia saat ini masih banyak yang hanya memprioritaskan pelajaran ilmu-ilmu agama. Sedangkan ilmu dunia dan ilmu-ilmu terapan banyak dikesampingkan. Banyak lembaga pendidikan Islam yang memiliki moto ilmu agama jauh lebih penting.

Menko PMK berujar, agar para santi mampu meraih sukses di dunia dan akhirat, maka lembaga pendidikan islam harus menyeimbangkan antara pelajaran ilmu agama dan ilmu dunia. Para santri harus mampu menguasai kedua ilmu itu dengan baik.

Menurutnya, penguasaan ilmu dunia diimbangi dengan ilmu akhirat akan menjadi modal meraih akhirat yang bahagia.

“Anak-anak harus di dorong untuk berhasil di dunia. Karena keberhasilan di dunia ini modal dasar untuk meraih akhirat. Kalau ini dilaksanakan dengan baik, maka akan lahir kader hebat dari Yayasan Lenterahati,” tandas Menko PMK.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua Yayasan Lenterahati Lombok Barat Muazar Habibi, Kepala Kanwil Kemenag NTB Muhammad Zaidi Abdad, Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Deputi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto, serta para asatidz, santri, dan wali santri.

Sebelumnya, di Minggu Pagi, Menko PMK juga melaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) bersepeda santai bersama warga Kota Lombok dan komunitas Lombok medical comunity (LMC). Selain itu, di sela kegiatan Germas, Menko PMK juga membagikan sembako Kemenko PMK peduli kepada penyapu jalanan, tukang parkir, dan masyarakat yang membutuhkan.

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top