Realisasi Pembiayaan Petani Kawasan Bebas Riba di Desa Poto Mulai Digalakkan

Sumbawa. [JejakNTB.com]| Kamis 12 Mei 2022, BMT Insan Samawa bersama Tim  mulai melakukan  tahapan pendataan calon petani pengakses pembiayaan modal tanam sebagai wujud realisasi program Kawasan Bebas Riba di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari launching kawasan bebas riba yang diinisiasi Koperasi Syariah BMT Insan Samawa bekerja sama dengan MES, MUI, BAZNAS dan Dekopinda Kabupaten Sumbawa pada Maret 2022 lalu.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua BMT Insan Samawa, Ketua BPD Desa Poto sebagai moderator acara, Owner dari Sejati Farm sebagai mitra supporting usaha pertanian dan peternakan anggota BMT Insan Samawa, petani hasil seleksi pemerintah desa sebagai pengakses pembiayaan tanam berbasis syariah serta beberapa aparat Desa Poto.

Agenda yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Poto ini menekankan pada teknis pembiayaan tanam berbasis syariah serta mekanisme pengembangan usaha petani yang mampu menopang usaha pertanian yakni melalui bisnis berbasis peternakan.

Dalam pemaparannya, Rai Saputra, SIP. sebagai Pengurus BMT Insan Samawa menyampaikan pentingnya skema pembiayaan syariah pada skema tanam petani untuk mendukung produktivitas usaha mereka.

“Dengan pembiayaan berbasis murabahah dan ijarah di mana BMT mengadakan dan menjual bahan dan menawarkan jasa tanam petani dengan sistem pelunasan barang dan jasa di musim panen, maka sistem tanam petani akan lebih efisien dan terarah. Jelas H Rai sapaan akrab ketua Dekopinda ini.

Kemudian lanjutnya, apalagi perencanaan bahan tanam siap disupport oleh tenaga ahli Universitas yang menjadi mitra BMT Insan Samawa seperti Universitas Samawa. Tentunya tingkat perencanaan tanam dan penguatan hasil panen akan lebih maksimal.’ terang H Rai.

Dalam pemaparan selanjutnya  H Rai juga menekankan bahwa hasil panen petani akan dibeli dengan harga layak oleh BMT Insan Samawa untuk dikelola di pabrik giling BMT di Desa Poto dan berasnya akan diperjualbelikan ke mitra pondok BMT Insan Samawa.
“Jadi dari hasil pembelian gabah panen petani binaan tersebut sebagian digunakan untuk menyelesaikan fasilitas pembiayaan petani di BMT dan sisanya akan diberikan ke petani sebagai sisa pembayaran yang memang harus ditunaikan BMT kepada petani. Dan yang tidak kalah penting selama masa menunggu panen BMT bersama MES, BAZNAS dan MUI Sumbawa akan mengagendakan kajian rutin untuk syiar ekonomi syariah dan kajian rutin tema lainnya kepada petani binaan di kawasan bebas riba tersebut.’ tutup Rai.

Dalam sesi kedua, mitra rekanan BMT Insan Samawa, Wawan yang merupakan owner dari Sejati Farm menyampaikan tentang skema pemanfaatan limbah pertanian untuk diolah menjadi pakan ternak berbasis fermentasi. Skema yang bisa dikerjasamakan dengan badan usaha desa sebagai pengelola produksi pakannya sehingga dapat menjawab keresahan masyarakat petani yang rata – rata juga memiliki ternak.

“pada musim kering peternak biasanya mengalami krisis pakan untuk memperoleh pakan yang cukup dan memadai. Hal ini  akan terjawab jika pengelola Pabrik pakan mencadangkan pakan ternaknya dalam jumlah besar untuk cadangan pakan di musim musim krisis pakan. Ujarnya

Masih kata Wawan,  skema pakan ini wujudnya berbayar tetapi model nya dapat mengkonversi biaya BBM, konsumsi dan lain-lain yang selama ini dihabiskan untuk mencari pakan liar seharian ke pembelian pakan konsentrat ke pabrik pakan di desa dengan harga yang tentunya dapat dikondisikan ‘miring’ karena melimpahnya bahan baku pakan ternak di Sumbawa.”. Tutur Wawan.

Dalam hajat sosialisasi skema manajemen pakan untuk peternak, Wawan juga menghajatkan misi penghijauan bersama Pemerintah Desa Poto di lahan ‘tidur’ dengan tanaman kapuk yang mana buah kapuk yang nanti dipanen setelah masa 3 hingga 5 tahun dari sejak bibit disemai akan difasilitasi Wawan untuk diperjualbelikan dengan mitra Pembeli Kapas yang memiliki pabrik di Wilayah Semarang, Jawa Tengah.

”Saat ini beberapa negara di Eropa mulai concern terhadap pengembangan furniture mobil, pesawat dan sebagainya dengan memanfaatkan kapas karena bobotnya yang ringan dan ramah lingkungan tentunya karena tingkat penyerapan karbon oleh pohon kapas yang sangat tinggi.’ pungkas Wawan.

Pada segmen terakhir, acara ditutup dengan agenda pendaftaran keanggotaan koperasi untuk petani mitra pembiayaan syariah serta pendataan lahan kelolaan untuk persiapan rencana pembiayaan bahan dan jasa tanam petani oleh Staf BMT Insan Samawa. ( Ruf)

Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top