AKBP. Zulkarnain SIK, Kapolres Sumbawa Barat
JEJAKNTB.COM| Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat menyatakan kesiapannya untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh masyarakat dalam rangka mendukung Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, di wilayah Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Terpantau, Sebanyak 502 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya aksi, yang terdiri dari anggota Polres Sumbawa Barat, BKO Dalmas Polda NTB, BKO Dit Samapta Polda NTB, serta personel dari Sat Brimob Polda NTB.

“Kami nyatakan siap mengamankan kegiatan masyarakat dalam aksi ini,” ujar Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kabag Ops AKP Dewa Gede Wija Astawa, S.H.
Pasukan gabungan ini akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Pelabuhan Poto Tano guna memastikan jalannya aksi tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Terkait pengaturan lalu lintas, AKP Dewa Gede menyebutkan bahwa pengalihan arus akan dilakukan secara situasional, tergantung dinamika di lapangan.
Kapolres juga mengingatkan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara, namun harus tetap dilaksanakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini demi menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita bangun komunikasi yang baik, hindari provokasi, dan utamakan dialog untuk mencari solusi bersama,” tutupnya.
Pantauan lokasi, aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi 17 Mei lalu yang merupakan aksi yang dilakukan oleh Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) yang merupakan bagian dari perjuangan panjang menuntut pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa yang telah hampir dua dekade diperjuangkan namun hingga kini masih di awang-awang.
Koordinator Lapangan Aksi, Agusty Lanang Medyar alias Bang Joy, saat ditemui di lokasi aksi pada jejakntb mengatakan bahwa perjuangan ini merupakan perjuangan rakyat se Pulau Sumbawa.
“Ini moral force, bukan kepentingan elite, politik dan kelompok. Sebab selama dua dekade kita dizalimi dan ketimpangan ada dimana-mana,” pungkas Bang Joy.(Nkm)




















