Polemik Penyertaan Modal dan Dividen Bank NTB Dompu, ini kata Doktor Raihan Anwar

JejakNTB.com |Komitmen Bupati dan wakil Bupati Dompu, Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT untuk menyelamatkan bank milik daerah dari syarat minimal modal inti bank seperti yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI minimal Rp3 triliun hingga tahun 2022 masih ditunggu semua pihak terutama Manager Bank NTB Syariah Cabang Dompu,

Saat ditemui media ini beberapa saat yang lalu dikantornya, Manager Bank NTB Cabang Dompu yang baru Haji Junaidin yang menggantikan Iskandar menuturkan dirinya kurang begitu tahu soal penyertaan itu termasuk dividen bank ntb syariah namun dirinya sedikit faham soal penyertaan modal memang diakui Haji Jun begitu beliau akrab disapa mengatakan ada asset yang diberikan,

” Iya setahu saya yang baru masuk kantor hanya asset mas, bukan penambahan modal untuk memenuhi standar minimal modal awal Bank, ungkapnya pada Media pada bulan april 2022 lalu,

Idealnya Deviden PT Bank NTB Syariah yang menjadi hak Pemkab Dompu sebagai pemilik modal sebesar Rp 6,169 M langsung dijadikan sebagai penyertaan modal Pemkab pada bank milik Pemda Se NTB tersebut,

Mengutip yang disampaikan Bupati Dompu 22 September 2021 silam bahwa dalam sambutannya saat menyampaikan nota keuangan rancangan APBD Perubahan tahun 2021 di Gedung DPRD Dompu, Senin 20 September 2021, ” Deviden sebesar Rp 6,169 M dari Bank NTB Syariah berdasarkan hasil RUPS beberapa waktu yang lalu menjadi laba yang ditahan dan sebagai penyertaan modal, kata AKJ saat itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, penyetoran deviden dari hasil penyertaan modal Pemkab Dompu pada PT Bank NTB Syariah ini sejatinya menjadi pendapatan asli daerah [PAD] bagi Kabupaten Dompu. Tapi karena tuntutan penyelamatan Bank NtB syariah dari minimal modal awal sebagai perbankan sehingga keuntungan pada tahun buku 2020 langsung dijadikan sebagai penyertaan modal bagi pemilik modal. ” Penurunan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisah semula sebesar Rp 8,806 M turun menjadi Rp 1,411 M,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Duta Partai Nasdem Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr.Raihan Anwar menjelaskan pada Media ini seterang terangnya,

“Saya belum tau persisnya seperti apa yang terjadi disana [Bank NTB Syariah Dompu.RED],,, tetapi mungkin secara umum bisa dijelaskan bahwa penyertaan modal pemerintah seperti yang dilakukan Pemprov NTB kepada Bank NTB  selaku Bank Plat Merah itu dilakuķan dengan prosesnya itu harus melalui persetujuan DPRD dan ketika Pemprov NTB itu ingin memberikan penyertaan atau tambahan modal bagi Bank NTB misalnya dalam bentuk asset itu investasi dalam bentuk permanen, papar Anggota Komisi I DPRD Provinsi NTB ini pada JejakNTB.com via telepon Kamis, 29 Maret 2022.

Singa Podium Udayana ini menambahkan bahwa,

,”Kepemilikan saham itu adalah bentuk investasi permanen, sejatinya pemprov, pemkab dan pemkot yang ada di NTB mempunyai kepemilikan saham disitu [Bank NTB.RED] dan ia akan mendapatkan beberapa hak atas deviden dan hak hak lain yang diatur dalam undang undang perbankan maupun oleh ketentuan yang diatur melalui Perseroan hak haknya dan hal tersebut menjadi sumber dan salah satu sumber pendapatan pemerintah daerah yang akan masuk dalam APBD, tutur beliau.

,”Iya, jadi kalau dapat deviden itu masuk kepada kas daerah dan itu menjadi pendapatan daerah yang dapat dibelanjakan dan pemerintah itu pemanfaatannya untuk apa , mungkin saja sebagiannya itu bisa digunakan untuk melakukan penyertaan modal kembali , menambah penyertaan modal tetapi setelah masuk dulu ke kas daerah mas khan begitu, paparnya.

,”Begitulah secara umum prinsipnya, dan saya umpamakan satu dulu dan enggak bisa seorang Kepala Daerah dalam hal ini Bupati, Walikota atau Gubernur menentukan sendiri berapa besar penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Dompu misalnya atau Pemerintah Kabupaten Bima atau Pemerintah Provinsi pada tahun 2022 ini tanpa melalui persetujuan DPRD, gitu nah itu ketentuannya itu dulu, urainya.

Sehingga kalau dikatakan Abdul Kader Jaelani begini begitu dan sebagainya nah yang harus dilihat dulu itu prosesnya apakah konversi dalam bentuk asset lain apakah dibenarkan, tegasnya

,”Prosesnya apa udah benar atau belum atau apakah sudah melalui persetujuan DPRD belum? Khan begitu.,imbuh duta nasdem yang merupakan representasi wakil rakyat dapil 6 ntb ini pada media.

Masih Raihan, dirinya berharap semua keputusan dan kebijakan publik termasuk terkait ini wajib sesuai aturan,

,”Jika tidak melalui DPRD jelas keliru dan apakah penyerahan dalam bentuk asset lahan kosong itu hibah atau bukan, nah harus dilihat dikaji serta dicermati pula jangan sampai,

Jika tanah tersebut dikonversikan dalam bentuk nilai uang atau bagaimana itu perlu digali dan didalami lebih lanjut apakah ketentuannya didalam undang undang perseroan atau didalam RUPS Bank NTB sendiri atau AD ART nya Bank NTB sendiri itu harus jelas dulu, itu asset tetap ke aktiva lancar atau bagaimana,

Itu dia harus melalui RUPS di Bank NTB sendiri dan keputusan kebijakan itu melalui RUPS apa diperbolehkan enggak penyertaan modal itu dikonversi didalam asset tetap, dan dihitung setara nilai uangnya khan begitu mas,

Nah itu kalau dibolehkan khan tinggal menunggu persetujuan dari sisi manajemennya itu boleh CEO nya Bank NTB sendiri kalau setuju mengenai hal itu silakan khan begitu mas,

Asal tidak melanggar aturan silakan saja dan jika sepwrti itu maka asset teraebut sudah menjadi milik Bank NTB Syariah Cabang Dompu dan uangnya dikelola oleh Bank

Menurut saya yang perlu juga didalami adalah ketika bank tsb setuju asset tanah itu menjadi penyertaan modal dari salah satu pemegang saham misalnya entah menambah nilai modal yang disertakan nilai saham berarti, khan gitu

Maka pertanyaannya adalah konversi itu menimbulkan penambahan nilai saham berapa porsen, lalu bagaimana Bank itu juga mampu mengkonversikan hal itu didalam menambah modal kemudian berhasil menghasilkan keuntungan dalam operasionalnya khan gitu

Misalnya tanah, tanah itu kemudian mengakibatkan bertambahnya modal dari pembelian saham yang dituntut nanti itu yang dihitung konsekuensinya dihitung dalam perolehan deviden misalnya, tetapi dari sisi bank nya bagaimana peranan dari asset ini dalam meningkatkan keuntungan dan harus sejalan itu,

Kalau diterima tanah itu seluas satu hektar misalnya dengan nilai sekian oleh Bank maka bank itu sudah menganalisis klaim kelayakannya dengan adanya tanah satu hektar ini maka Bank NTb akan mendapatkan tambahan modal dan keuntungan sekian tahun kedepan sekuan sekian sekian khan gitu mas,

Yang namanya penyertaan modal itu tujuannya apa ini mau ditambahkan dan mau ditingkatkan maksudnya adalah supaya potensi keuntungan yang diraih itu menjadi lebih besar

Atau pertanyaan lain lagi ketika tanah ini dijadikan sebagai konversi penyertaan modal apakah tanah tersebut bermaksud untuk dijual oleh bank NTB/ diberikan kuasa jual oleh Bank NTB senilai sekian, dengan harga sekian, berarti silahkan jual tanah ini dengan harga sekian pokoknya taunya saya ini tanah ini satu hektar nominalnya sekian atau 2 miliar misalnya

Nah 2 mikiar inilah menjadi tambahan penyertaan modal Pemkab Dompu di Bank NTB terserah mau menjualnya atau tidak , punya keuntungan apa enggaknya, misalnya menjualnya dengan seharga dua mikiar koma dua dan punya keuntungan dua ratus juta misalnya itu teraerahlah mau jual berapa gitu ataukah seperti itu juga caranya,

Nah perlu mendapatkan penjelasan dari mereka juga nah itu pertanyaan2 sepwrti itu meatinya oleh DPRD ketika memberikan persetujuan didalam penyertaan modal itu,

Artinya DPRD itu apa? Rakyat yang bertanya

Ketua DPRD Kabupaten Dompu ABJ yang dihubungi via handphone untuk mengkonfirmasi terkait persoalan ini tidak tersambung dan kondisi pesawat handphonenya dalam keadaan tidak aktif,

Sementara Pimpinan PT Bank Syariah Nusa Tenggara Barat yang dihubungi media guna menjelaskan hal tersebut juga belum dapat dimintai tanggapannya karena hp tidak aktif,

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak pihak dari perbankan plat merah tersehut yang dapat mengurai secara jauh dan lengkap terkait kebijakan publik yang masih menjadi polemik khususnya berkaitan dengan penyertaan dimaksud  [ TIM ]

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top