Polda NTB Tetapkan Calo Asal Lombok Utara Kasus Dalam Perdagangan Orang

JejakNTB.com | Menurutnya perjalanan kasus ini cukup panjang, di mulai dari  tahun 2021 yang  mana Korban bernama MR ditawari pekerjaan ke Luar negeri oleh seorang sponsor Tenaga kerja dari salah satu Perusahaan

ER yang kini telah diamankan selaku Sponsor yang merekrut Korban bernama MR, Perempuan  (27) asal Lombok Utara, untuk bekerja sebagai PMI ke negara Turki. Oleh Sponsor (ER) korban dijanjikan bekerja dengan gaji sekitar 7 juta rupiah perbulan. Disamping itu Korban akan diberikan uang sangu sebesar 3 juta rupiah.

Atas iming-iming gaji dan uang sangu tersebut Korban tertarik dan memutuskan untuk berangkat melalui perusahaan yang dibawa oleh Sponsor (ER) dengan mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan seperti KTP, KK serta Akte Kelahiran.

Pada tahun 2021 Korban (MR) diajak oleh Sponsor (ER) untuk membuat paspor ke Kantor Imigrasi Sumbawa. Saat itu Sponsor sempat berkordinasi dengan HSR asal Sumbawa yang diduga bagian dari tempat bekerjanya Sponsor (ER).

Setelah merasa komplit semua perlengkapan administrasi, MR kemudian berangkat menuju Jakarta diantar oleh ER untuk mempersiapkan keberangkatannya ke luar negeri, Kurang lebih 5 hari berada disalah satu hotel di jakarta kemudian pada 17 Oktober 2022 Korban berangkat menuju Irak dan disana ER telah Berkoordinasi dengan Agen yang ada di negara tersebut (AM).

Di negara tersebut Korban sempat kabur dari Majikannya karena merasa diperlakukan tidak baik hingga mengalami patah kaki. Kemudian secara diam-diam MR berhasil menghubungi perwakilan  KBRI  di negara tersebut dan akhirnya berhasil diselamatkan. Oleh Pengadilan di Negara Irak Korban dan Sponsor yang ada di Irak (AM) sempat mengikuti proses Sidang. Hingga pada Februari 2023 Korban (MR) berhasil di pulangkan ke Indonesia, dan pada bulan April 2023 korban melaporkan ke Polda NTB.

“Saat ini kami telah berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang dirasa cukup untuk memproses tersangka dari kasus ini. ER selaku Sponsor  saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan kami tahan di Mapolda NTB sambil menunggu berkas perkara lengkap untuk di limpahkan,”tegasnya.

Terhadap tersangka diancam pasal 10, pasal 11 Jo. Pasal 4 UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dan atau pasal 81 Jo..pasal 69 UU nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI dengan ancaman Hukuman  paling rendah 3 tahun Penjara.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top