Pihak BPPW NTB dan Pelaksana Proyek “Ingkar Janji” Bertemu dengan Warga Madawau klarifikasi kejanggalan Proyek TPS 3R

Tampak Kantor BPPW NTB di Mataram
yang mengerjakan Proyek TPS 3R,
Foto. jejakntbbiro Mataram

 

Oleh     | RED

Editor  | Elshabier

 

JEJAK.COM,- Polemik Proyek TPS 3R terus bergulir, Sarana Prasarana yang telah dibangun dan diserahterimakan Bulan November 2021 di Dsn. Tololara Desa Madawau Madapangga, masih dalam penguasaan warga setempat,

Tokoh Pemuda Madawau 
Suryadin alias Surya Gempar
Tampil memukau dan kembali
Menyegel Sarpras TPS 3R 
yang diduga siluman dan bermasalah.

 

Pantauan Media Online jejakntb.com Senin 20 Desember 2021,  janji Pelaksana proyek dan fasilitator  dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] NTB untuk turun klarifikasi di lapangan terkait pengerjaan TPS 3R sebagaimana yang dijelaskan Kadis DLH Bima Jaidun, S.Hut hanya omongan belaka dan tidak ditepati baik,

Ketika dikonfirmasi ke Jaidun soal jadi dan tidaknya pertemuan atau mempertemukan warga dengan Si Pian dan lainnya dari pihak pelaksana, Kadis DLH tersebut menjawab, bahwa pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] NTB meminta dirinya untuk membuat undangan kepada masyarakat, pemdes dan pers guna mempertemukan mereka dalam satu moment klarifikasi,

“Apakah nggak salah saya yang mengundang sedangkan yang mengerjakan proyek adalah kalian, teman teman di Madawau hanya ingin kejelasan keberadaan proyek itu termasuk papan nama proyek yang nggak ada selama proses kegiatan, kata Jaidun dalam whatsappnya yang dikirim ke media online jejakntb.com

Dirinya tidak akan mau membuat  undangan yang diminta Pelaksana proyek dan fasilitator  dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] NTB sebab dirinya tidak tau menahu dan hanya dimintai teken selaku penerima manfaat dari proyek tersebut,

Tujuan mereka meminta saya untuk membuat surat dan mengundang warga agar bisa menggunakan SPPD supaya bisa turun ke lokasi pada proyek yang telah mereka kerjakan,

Jelas saya nggak mau sebab bukan saya yang pihak pertama nya proyek itu melainkan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] lah yang melaksanakan bersama Pian Madawau dan KSM, saya hanya pihak kedua selaku penerima manfaat jadi lucu kalau saya yang harus mengundang dan menginisiasi

Untuk mengklarifikasinya harus Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] bersama pengawas atau fasilitator serta pelaksana bahkan P3Knya jadi bukan saya dong, katanya sambil tersenyum,

Proyek Sarana Prasarana TPS 3R yang berlokasi di Dusun Tololara Desa Madawau Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima yang di kerjakan langsung Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] dengan besar pagu anggaran sekitar Rp 600 juta tersebut diduga tidak transparan sedari awal dan tiba tiba diserahterimakan di Kantor DLH Bima tanpa diketahui informasi, kontrak dan masa perawatan maupun lainnya dari kegiatan TPS 3R  itu.

Kegiatan itu awalnya diarahkan sebagai sarpras tempat pembuangan sampah dengan peralatan dan fasilitas penunjang pemilah sampah organik maupun non organik namun ditengarai bermasalah karena banyak hal dinilai pemuda dan warga setempat tidak sesuai spek dan bestek,

Kadis DLH Bima, Jaidun S.Hut

 

Masih Jaidun dirinya malah mem forward sms pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] ke Whatsapp redaksi dengan bunyi kalimat,

“Assalaamualaikum. Selamat siang pak, maaf mengganggu.
Saya ingin konfirmasi terkait undangan klarifikasi untuk balai (bppw ntb).. apakah sudah ada pak? Supaya dari bppw bisa mengajukan sppd.
Karena pihak balai tidak bisa turun bila tidak ada surat. Terimakasih pak.., demikian bunyi sms pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] ke Kadis DLH Bima terkait TPS 3R Madawau,

Menanggapi hal ini, fasilitator Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] NTB,  Pian saat dikonfirmasi soal ini membenarkan bahwa mekanisme nya memang begitu adanya,

” Iya Om, memang begitu aturannya taa, karena kegiatan ini telah diserahterimakan ke DLH dan disaksikan Kades lalu diarahkan ke KP3 maka bukan kewenangan kami lagi dan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] melainkan Dinas Lingkungan Hiduplah yang berkewenangan atas nya, mohon maaf mada belum bisa hadir di Madawau senin kemarin namun mada janji rabu kamis atau sabtu akan hadir di Desa Madawau guna menyelesaikan persoalan bersama teman teman pemuda seperti Syuryadin, SPdI dkk lainnya,

Fasilitator BPPW NTB, Pian

 

Untuk diketahui publik Proyek TPS 3R Madawau dituding siluman dan fiktif serta tertutup pelaksanaannya dari awal sehingga sejumlah warga menyegel sarana prasarana tersebut karena dinilai tak berguna dan tidak dibutuhkan,

Hingga berita ini dinaikkan kembali, pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah [BPPW] NTB belum ada yang bisa dikonfirmasi namun media tetap menunggu untuk keberimbangan berita selanjutnya.

 

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top