Pidato Politik Ketum DPP PDI-Perjuangan di HUT Emas ke 50 Sangat Dahsyat, Berikut Isinya!!!

JejakNTB. com |PDI Perjuangan sebagai partai terbesar pertama di NKRI hari ini Selasa (10/1) bertempat di Jakarta menggelar acara Ulang Tahun Partai ke 50 yang bertajuk “Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan nan tak Kunjung Padam”

Informasi yang dihimpun, ada lebih kurang 20ribu orang yang terdiri dari anggota hingga pengurus inti mulai dari anggota biasa  tingkat ranting hingga pengurus DPD yang tersebar di 34 Provinsi Se Indonesia hadir dan memadati tempat pelaksanaan kegiatan dalam rangka setengah abad hari lahirnya Partai Anak Bung Karno itu.

Turut hadir dalam momentum tersebut Presiden RI, Ir. Joko Widodo, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, Menhan Prof. Mahfud MD, beserta tamu undangan lainnya termasuk pejabat teras DPP PDIP tak terkecuali,

Acara begitu meriah dan tumpah ruah, bayangkan semuanya berkumandang menyatu bersama dalam simpul yang sama dalam merayakan setengah Abad Partai Besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Pantauan media melalui live streaming pada peringatan hari Ulang Tahun PDI Perjuangan yang ke 50 yang merupakan tahun emas bagi PDI Perjuangan dan bagi bangsa Indonesia,

Dalam live streamingnya Megawati Soekarno Putri menegaskan dalam pidato politiknya,

“50 tahun sudah telah kita lalui sejak kelahiran partai Demokrasi Indonesia pada tanggal 10 Januari 1993. Partai Demokrasi Indonesia lahir sebagai fusi dari penggabungan Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), dan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba),

Dengan latar belakang historis itu maka ketika ada yang bertanya kepada saya karena waktu itu Ibu diiming imingi untuk masuk salah satu, waktu itu hanya empat PDI, Golkar, PPP nah kalau di DPR nya lalu ada fraksi ABRI.

lalu saya ditanya kenapa sich kok akhirnya milih ke PDI Perjuangan eh PDI sebetulnya karena begini bapak saya.. Tau enggak bapak saya siapa

Tadi begini khan saya sudah bilang sudah fusi khan jadi ketika saya diminta jadi saya mikir apa yach fusi namanya PDI terus saya lihat oowh disitu ada PNI, Partai Nasional Indonesia itu didirikan oleh ayah saya pemimpin saya Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1927 jadi itu harus tertanam disini

Kalau kalian adalah PDI Perjuangan kenapa karena bayangkan waktu itu masih jaman penjajahan bayangkan karena Bung Karno mencoba bayangkan bagaimana untuk supaya bisa yang namanya mengorganisir rakyat Indonesia untuk bagaimana mengajarkan diajari kenapa nantinya kita harus merdeka. Nah, sampai akhirnya beliau sama teman temannya mendirikan sebuah partai yang namanya Partai Nasional Indonesia (PNI).

Pada waktu itu jangan dipikir enak lho, masih dijajah lhoo, sehingga konsekuensinya tidak ringan Bung Karno harus keluar masuk penjara dan beberapa kali dibuang jauh jauh dari Rakyat Indonesia dan sanak keluarganya demi apa? Demi apa?

Karena berkeinginan wilayah yang disebut Nusantara yang merupakan masih daerah masih dijajah oleh Belanda, ada jepang, itu dimerdekakan untuk membentuk sebuah negara untuk membentuk sebuah bangsa yang sekarang diberinama bangsa Indonesia hebat apa nggak

Iya harus inget lhoo darimana datangnya asal kalian, kalian itu datang dari sebuah bangsa yang baru

Kita harus bonding (menyatu) mantul keatas, jangan pernah berfikir untuk bergabung dalam partai ini untuk meraih kekuasaan untuk meraih kekayaan melimpah tidak perhatikanlah rakyat selalu turunlah kebawah jangan maunya menang menang melulu tanpa mau peduli dengan rakyatnya,

Dalam pidato dan orasi politiknya tersebut putri Bung Karno itu meminta kepada semua petugas partai untuk turun kebawah dan bersimbiosis bersama rakyat tanpa harus tampil ekslusif dan mengistimewakan diri,

Justru rakyat yang sendal jepit itulah yang perlu kita rangkul, yang ada di tataran ellite udah biasa tetapi kalau rakyat mau ngikut mencari seorang pemimpinnya itu dengan ketulusan hati dia tidak ada perhitungan sama sekali apakah saya masuk ke partai akan menjadi akan menjadi kaya, akan merasakan kenikmatan dan kekuasaan NO

Rakyat itu karena melihat saya bonding, saya yang ngglosor kamu pernah ngglosor tahu ngglosor eehh selalu lemes to, karena berarti banyak yang enggak pernah ngglosor. Ngglosor bahasa Jawa itu duduk, mending di tikar

Nah itu bonding, saya cari kek. Maksudnya menyatunya itu bukan fisik, terasa ada getaran, getaran yang apa yach. Yaa kalau enggak turun kebawah enggak akan merasakan lalu mulai hari ini saya untuk supaya gampang yach diingat saya mencari kata kata

Jadi saya pikir rakyat itu adalah sama atau simbolisnya akar rumput karena saya kemana mana negara mana saja kalau saya pergi saya lihat kok banyak yach jenis rumput yang kemana saja ada sampai tadi saya cerita sama pak jokowi bayangkan di Jeddah itu saya lihat di tivi, itu sekarang tumbuh rumput lhoo karena apa gusti Allah maringi hujan,

Jadi rumput disana numbuh, nah kebayangkan enggak, siapa yang suka menebangi pohon ? Benar nih nggak ada? Eaaah ngapu ngapusi

Jangan dong, tumbuhan itu khan juga diberikan oleh Allah Subhanahuwataala yang disebut plasma nutfah

Saya kenapa bisa ngomong gitu, karena saya juga ditugasi pak jokowi memegang sebuah badan lagi yang bernama BRIN atau Badan Riset Inovasi Nasional

Wah kalau saya itu sich luarbiasa, saya dikasih tugas itu bukan yang tadi ideologi pancasila tidak tapi itu cukup berat, jadi plasma nutfah itu apa sich, iya yang disonoooo, kadang kadang khan lupa yaa manusia Allah menurunkan segala sesuatunya yang sangat diperlukan sebagai teman bagi manusia itu sendiri.

Itu dach pasti pak Makruf tahu tuch ayatnya oppoo, jadi akar rumput saya lihat amati pantau tidak akan pernah menyerah, kalau saya cabut lalu diemkan pasti ada bibitnya tumbuh lagi, nah ini luar biasa. Jadi, akar rumput bukan rumputnya saja,

Akar rumput akan diam kalau sedang diinjak dan lain sebagainya tetapi gitu sudah merasa leluasa merdeka. Mereka tumbuh lagi dengan suburnya dan bisa memberi makan sapi, kambing, apalagi lhaaa mbok mikir toch yoooo

Pada musim apapun nah itulah luarbiasanya jangan jangan berhenti makanya kalau kita menengok rakyat cobalah sebenarnya kamu itu punya apa sich yaa, toch lihat gitu yoo banyak yang masih berada dalam ukuran ukuran dari sisi ekonomi itu yang berada dibawah

Bu Risma pernah bilang ama saya, bu risma kalau datang ke saya kita mikir mau ketawa ketiwi enggak nangis, ” Ibu, piyee too yok buk, iku ternyata kok kayak mennie sorro ibuu yaa nangis Risma, iya aku pun ikut nangis noh karena saya perempuan

Dia bilang buk itu yang di kolong kolong jembatan itu dilaiti ngopo tokh yoo, pokoknya kalau mereka itu tolong dooong, diangkat diangkat, ditaruhlah ditempat yang lebih sewajarnya

Ini di Jakarta inih banyak lhoo, ayooo manaa angkat tangan dari DKI, angkaat tangaaan, kurang kelihatan, berdiri angkat tangan, berdiri angkat tangan, berdiri angkaat tangaan. Nah, ayoo mbok lihat kesengsaraannya masih dan itu terjadi di Ibukota Republik Indonesia.

Cobak dong, apa kalian enggak punya perasaan yach ,apa kalian nggak punya rasa iba yaa, haa

Yang dipikir hanya bagaimana saya mau kaya, bagaimana saya mau jadi ini, tapi itu terus untuk berkuasa nah kalau itu orientasinya maaf dengan segala hormat lebih baik mundur dari PDI Perjuangan, ” yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin yang memadati stadion GBK Senayan Jakarta.

Tidak ada guna, tidak ada guna. Organisir itu, iya makanya kenapa organisasi itu gak boleh mikir pie oppo tooh yoo, kita udahbjelas  bahwa organisasi kita adalah organisasi partai politik. Organisasi itu sebuah entitas yang memiliki kesamaan visi dan misi,

Datangnya dari organ, tahu organ? Badan kita ini semua terdiri dari organ gampangnya ngingetnya gitu ada dach , jadi Ketua Umum posisinya ada dimana disini pusing otaknya, pak jokowi sebagai presiden dimana yach disini mikiri ngomong oppo toch yoo

Jadi semua ini harus bonding menyatu, jadi kalau saya ngasih instruksi jangan hanya sebagai kertas tetapi dijalankan, sekarang saya sedang lakukan hal pemantauan supaya hati hati,

Saudara-saudaraku sekalian anak anakku yang kucintai, jadi yang namanya saya masukkan tadi itu karena mengikuti PNI jadi kalau dilihat sebenarnya itu khan lima puluh tahunnya dari PDI ke PDI Perjuangan ,

Jadi saya saat itu ikut sebagai batu loncatan karena disini masuk PNI saya mikir enggak, “ehh saya sumpah lhoo sama bapak saya Ir Soekarno,

Saya bilang, Bapak saya minta restumu saya mau masuk partai politik. Dulu keluarga Bung Karno dijegal lhoo enggak boleh, pokok ee cerita pendeknya gitu, sekarang tau -tau ditawari,

Saya bilang saya akan masuk, saya minta restu kakak saya dan minta restunya serta saya sumpah pada bapak saya, “Bapak saya masuk, tapi ke partai Nasional Indonesia ,tapi yang saya jalankan adalah ketika kamu membentuk partai nasional Indonesia nanti bapak lihat, apakah berhasil apa tidak,

Berhasil berhasil tetapi apa itu tadi saya nanyak dulu ikut saya pdi apa masih ada ternyata masih banyak, sudah tuak tuak, disini kalau saya ingat tadi komandan satgas ade komarudin, saya

Ooh jaman dulu galak sekali, susah diatur, iya kamarudin itu. Jadi tau enggak saya jaman dulu Ibuk mu ini dikasih nama Ratu Preman,

Yok saya sendiri kaget lhoo pak, enggak tau ya karena polisi bantuin atau gimana

Sekarang sudah mewabah korupsi berjamaah, awas lhoo dipikir ibu enggak tahu hati hati,” ingatnya

Sejarah PDI menurutnya sangat berliku, seperti apa yach, mau turun kebawah aja itu benar – benar sulit lhoo, dan harus minta ijin sama polisi laah, sama inilaah sama itulaah. Banyak anak anak yang katakan ditangkap lhoo sama polisi, “ini cerita dulu.

Kalau sekarang kita sama polisi udah temenan baek, disambut aplaus. Iyaaa lhaa anak anak ikku kok gitu, iya too. Jadi ketika saya turun ke Jateng saat itu ini yang saya ingat, inget untuk mengetahui

Waduhh aku turun ke Jawa Tengah piyerek cariknya yang namanya rakyat yang akan terorganisir

Suatu ketika saya dibilangin ada orang tua, Ibu kalau panjenengan bisa datang ke rumah saya, apakah ibu mau? Saya jawab saat itu mahu pak, yok wong tolong saya memang ingin banyak dikenalkan masuk itu ada lima puluhan orang laki laki tua gitu sederhana sekali

Mantan Presiden RI ke 5 tersebut kala itu saat di berada di Jawa Tengah sempat ditanyakan warga,

Ibu ini benar enggak putrinya Bung Karno,tanyak warga ke saya. Kemudian dijawab sama saya, ” betul bapak bapak ,saya adalah anak kedua puteri pertama dari Bung Karno. Ibu yang tadinya duduk begini, itu langsung berdiri tegap, dan matanya langsung berpendar pendar. Jadi saya bertanya pada yang mengundang,

“Mereka itu siapa tokh pak? Meniko buk, ora orang. Nah, orang orang dari PNI kami menunggu

Saudara sekalian siapa yang tidak mau turun kebawah apa boleh buat, karena hanya satu satunya cara untuk bisa mengumpulkan yang namanya rakyat, mereka banyak yang enggak mengerti bahwa rakyat itu ada yang disebut massa mengambang,

Belum mengerti mereka, mereka mencari bagaimana mencarinya itu sebabnya Bung Karno membuat Partai Nasionalis Indonesia (PNI), untuk bisa mengorganisir dengan membentuk struktur yang kita sudah punya dengan nama tiga pilar

Kalau ini saja sudah beres dan sudah bagus, tetapi orang orangnya masih tidak berdisiplin satu dua tidak punya harga diri, iya dong. Jadi ibu mau siapa dong

“Pemimpin itu yang selalu turun mendengarkan rakyatnya bukan yang tidur melainkan tahu kebutuhan rakyatnya,” ucap bu Mega yang disambut riuh dengan tepuk tangan puluhan ribu tamu undangan pada acara HUT PDI-P sore tadi. (bersambung)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top