Penuhi tuntutan warga Ndano, Camat Madapangga menarik sejumlah alat berat, LSM Peluru dan Faksi Salut !

Kabupaten Bima, [JejakNTB.com],-  Camat Madapangga Tajuddin Nor, Rabu [11/5] benar benar menindaklanjuti hasil audiensi LSM Peluru NTB kemarin Selasa [10/5], terkait keinginan berbagai pihak terutama warga akan pemberhentian aktifitas  alat proyek Irigasi Madapangga 1 yang beroperasi galian C di sekitar lokasi proyek Desa Ndano Kecamatan Madapangga,
Pantauan Media JejakNTB.com langkah itu dilakukan Camat Madapangga atas desakan masyarakat dan sejumlah aktifis terutama  LSM Peluru NTB diback up aparat TNI-Polri Kecamatan Madapangga, karena diduga proyek tersebut tidak mengantongi ijin galian c maupun sangat membahayakan keseimbangan lingkungan hidup.
Camat Madapangga didampingi APH menarik keluar alat berat
milik CV Sinar Jaya dan Cakrawala karena diduga tak mengantongi ijin galian c 
dari pemerintah, Foto. Screenshoot dari layar video LIVE
akun atas nama Muhammad Aris Al Muroty.
Berdasarkan informasi dari hasil unggahan video akun Muhammad Aris Al Muroty empat jam yang lalu di Facebook, didapatkan informasi bahwa kegiatan galian C yang satu paket dengan kegiatan rehabilitasi irigasi satu Madapangga dengan lokasi Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima khusus galian C untuk penggalian material bebatuan resmi dikeluarkan tadi siang Rabu, [11/5] oleh Camat Madapangga yang didampingi aparat TNI-Polri.
Akun Muhammad Aris Al Muroty menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak berijin, dan diduga sebagai tindakan illegal dari pelaksana proyek yang mana kegiatan ini sendiri dilakukan oleh CV Sinar Jaya sebagai Pelaksana dan CV Cakrawala Consultants sebagai Konsultan proyek,
Saat ini sejumlah alat alat berat proyek khusus galian C telah dikeluarkan dari lokasi sejak empat jam lalu guna memenuhi hasil audiensi kemarin di Aula Pemerintah Kecamatan setempat, untuk memenuhi tuntutan massa aksi menarik alat beratnya yang digunakan oleh pelaksana untuk mengambil dan mengeruk material yang ada secara tidak bertanggung jawab.
Camat Madapangga didampingi APH menarik keluar alat berat
milik CV Sinar Jaya dan Cakrawala karena diduga tak mengantongi ijin galian c 
dari pemerintah, Foto. Screenshoot dari layar video LIVE
akun atas nama Muhammad Aris Al Muroty.
Dalam moment tersebut turut dihadiri pula oleh LSM FAKSI bersama Camat Madapangga dalam menarik keluar alat alat berat kedua CV dari lokasi dan berlangsung cukup aman tanpa adanya sikap melawan dari pemilik perusahaan tersebut,
Fany mewakili LSM Peluru NTB, pada Media Nasional JejakNTB.com, Rabu, [11/5] mengungkapkan bahwa salut dengan langkah yang diambil Kepala Wilayah tersebut,
Kata Fany, Kami mengapresiasi  Camat dan TNI-Polri Kecamatan Madapangga menindaklanjuti Audiensi LSM Peluru NTB kemarin,  hanya saja yang sngat kami sayangkan kenapa tidak menghentikan semua item kegiatan proyek irigasi yang diduga bodong itu, ,”kami menilai berat sebelah, kok hanya Galian C saja dihentikan, lalu Pekerjaan Proyek tak di hentikan semua,” ungkapnya.
Sambung Fany, proyek Rehabilitasi Irigasi itu bukan hanya Galian C, banyak persoalan lain, sesuai dengan tuntutan kami pun pasca audiensi kemarin merupakan masalah dalam proyek tersebut, ada apa dengan camat?.
“Diduga Camat, TNI-Polri Kecamatan Madapangga berat sebelah alias pilih buluh,” ujar Fany.
LSM Peluru NTB kembali akan menggelar aksi atas belum tuntasnya perjuangannya
Fany menegaskan, Camat jangan bermain-main terkait proyek Rehabilitasi Irigasi Madapangga 1 masuk tanpa sepengetahuan camat dan ingat baik-baik.
“Kami minta camat harus memberhentikan semua aktivitas pekerjaan bukan hanya Galian C saja yang di hentikan,” tegas Fany.
Disinggung Aksi Ujuk rasa pada hari Kamis, 12/5/22 besok, Iya, kami tetap melakukan aksi unjuk rasa terkait proyek Rehabilitasi Irigasi Madapangga 1.
“Intinya besok turun kejalan, sampai ketemu besok Bapak Camat Madapangga,” pungkasnya.
Ditemui secara terpisah, oleh Media ini sore tadi, Camat Madapangga sudah keluar menghadiri acara warga,
” Maaf pak beliau  lagi keluar ada undangan warga dan kalau sudah kembali nanti kami infokkan, begitulah jawaban stafnya sore tadi.
Sementara Pemilik CV Sinar Jaya dan Cakrawala saat dihubungi via ponselnya dalam keadaan tidak aktif.
Hingga berita ini ditulis,belum ada pihak bisa memberikan tanggapan kaitan dengan aktifitas galian c maupun lainnya yang diduga illegal itu, namun media tetap menunggu informasi dan konfirmasi tambahan guna keberimbangan berita.
[Tim]
Facebook
Twitter
Email
WhatsApp

Berita Terbaru

Scroll to Top