Penampakan Papan Nama Proyek SPPG-MBG di Madapangga Bima disorot

MATARAM, JEJAKNTB.COM| Niat baik dan semangat Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemaslahatan kemanusiaan harus dibarengi dengan transparansi dan obyektifitas pelaku sistem yang ada. Saat ini pemerintah pusat melalui provinsi telah berupaya keras melakukan pengesahan badan hukum koperasi desa dengan capaian 82,33 persen dengan Kota Mataram dan Kabupaten Dompu menjadi dua daerah pertama yang menyelesaikan proses tersebut secara menyeluruh.

Pantauan JejakNtb di lapangan gebrakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makanan bergizi gratis belum bisa disimpulkan telah mencapai progresifitas sempurna, pasalnya masih ditemukan dugaan – dugaan tidak utuhnya jalannya program yang ditengarai andalan Kabinet Merah Putih ini. Secara teknis dalam hal pendistribusiannya pun masih ‘hit-run’, ada fakta yang terungkap dan tak terbantahkan saat mobil pembawa makanan bergizi gratis menuju sekolah di kabarkan peserta didiknya sudah pulang, ada juga sekolah sekolah maupun unit kerja yang hingga kini belum disentuh padahal sempat di data dan dikunjungi petugas terkait dan ada juga lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makanan bergizi gratis yang kesannya asal-asalan tanpa mengikuti SOP sebagaimana lazimnya sebuah proyek bangunan fisik.

” Saya lihat papan pembangunan rencana lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makanan bergizi gratis belum transparan dilakukan dan itu terjadi di salah satu wilayah di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, dimana papan kegiatan fisiknya tidak sesuai SOP proyek fisik,” ujar salah satu warga Dena yang enggan disebutkan namanya pada JejakNtb (29/6).

Ia, melanjutkan sebuah papan proyek fisik yang dianggarkan dari anggaran negara tidak boleh dibuat secara umum begitu,”iya, seharusnya papan nama yang benar lah, yang menunjukkan sebuah kegiatan karena ini menyangkut trust dan kebijakan publik, masa papan pelaksanaan nya begitu,” kritik warga tersebut.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan terkait rencana pembangunan lokasi tersebut, Kepala Desa dan Camat wilayah Kecamatan Madapangga yang coba dikonfirmasi handphone nya dalam keadaan tidak aktif.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top