Paslon Alim Nasir Diduga Mobilisasi Massa Menggunakan Aset Desa dan Perusahaan, Ini Faktanya !

Salah satu penampakan sebuah
Pickup milik Badan Usaha Milik Desa
dimanfaatkan secara gratis diduga kuat dilakukan oknum paslon
Foto.(Ist)

 

JEJAKNTB.COM | Masa Blusukan dan Kampanye memasuki hari terakhir tak terkecuali di Sumbawa Barat (KSB) dari sejumlah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati berdasarkan rundown acara akan bergegas memungkasi seluruh aktivitas Tatapmuka maupun dialogisnya memasuki Minggu kedua November atau jelang pencoblosan H-6.

Pantauan media JejakNTB di lokasi, Kampanye Akbar pertama dilakukan pasangan calon nomor urut 3 Nurramdhan bertepatan dengan HUT KSB ke 21 yang jatuh pada tanggal 20 November yang telah dilaksanakan di Alun-alun Kota Taliwang, lalu giliran kedua didapatkan pasangan calon nomor urut 2, Alim-Nasir, disusul FasMo dan Amanah.

Uniknya, dari sekian pasangan calon saat berkampanye ada yang memanfaatkan fasilitas yang bukan hak miliknya saat interaksi mensosialisasikan dirinya dalam meraih hati rakyat Pariri Lema Bariri, hal itu terjadi pada pasangan dengan nomor urut 2 menggunakan kendaraan open-cup (pick-up,red) milik salah satu BUMDES.

Paslon dengan julukan Alim-Nasir ternyata memanfaatkan kendaraan operasional Pemdes Mujahidin untuk dipakai mengangkut penumpang menuju alun-alun Kamis kemarin, hal tersebut diungkapkan salah satu tim pasangan calon lain yang melihat hal tersebut.

“Alim Nasir memakai pikap Desa untuk kempanye,pak,,bumdes desa mujahidin yang dimanfaatkan ,yang berada dirumah kades mujahidin,” ucapnya saat ditemui JejakNTB Jum’at pagi (22/11).

Selain itu di akun facebooknya relawan dan tim hasil pantauan media, Alim Nasir pun memanfaatkan kendaraan operasional yang diduga kuat milik Perusahaan tambang Amman Mineral yang berjenis Mobil Mini Cup serumpun dengan Toyota Avanza.

Meski Alim-Nasir telah dinyatakan telah ‘Resign’ dari Comrail Amman Mineral namun aksi-aksi nya dalam memanfaatkan fasilitas negara mulai dari Desa hingga Tambang sangat signifikan.

” Seharusnya Bawaslu Kabupaten Sumbawa Barat, jeli melihat hal-hal seperti ini, ini mobilisasi namanya, dan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, katanya mau bangun peradaban yang fitrah tapi punya desa dan perusahaan diakali” ucap salah seorang yang tidak mau dikorankan namanya pada JejakNTB

Aksi oknum tim, relawan dan timses Alim Nasir disorot banyak pihak, banyak orang yang menyesalkan cara tersebut karena sesuai regulasi dalam PKPU aktifitas Paslon itu tidak boleh melewati batas sesuai yang ditentukan dan disepakati bersama sejumlah pihak saat pra pilkada hingga prosesnya yang hampir selesai.

Bawaslu Sumbawa Barat yang dikonfirmasi soal ini belum terakses, hingga berita ini ditulis namun redaksi tetap akan mengkonfirmasi hal ini.(****)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top