Paket Program TPS Madawau yang diduga bermasalah, akhirnya “diresmikan” begini tanggapan Fasilitator Propinsi

Oleh. RED

Editor. Elshabir

 

JEJAK.COM,- Akhirnya proyek Bank Sampah dan Pengolahan sampah yang dibangun di Desa Madawau Kecamatan Madapangga diserahterimakan beberapa hari yang lalu, Selasa, [23/11] oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jaidun, S.Hut selaku pihak pertama benar benar di serahkan secara senyap tanpa diketahui masyarakat luas, hal ini terbukti dengan adanya berita acara.

Surat Berita Acara 
Serah Terima Sarana Program TPS
di Desa Madawau Madapangga, 

Proyek pengolahan sampah ini sempat viral dan menjadi sorotan karena dalam proses pengerjaan hingga finishing tidak ada informasi yang jelas terkait dengan kegiatannya,

Sekertaris Desa Madawau Madapangga pun tidak menampik hal tersebut bahkan mengatakan proyek tersebut sangat tertutup diawal pengerjaannya,

” Iya sebenarnya keberadaan proyek tersebut diawalnya tidak terbuka sebab dari awal hingga akhir tidak ada transparansi dan keterbukaan yang jelas, kegiatannya sangat tertutup, kata Sekdes saat ditemui wartawan kemarin,

Selain itu Sekdes menilai kegiatan tersebut sangat diluar dugaannya mengingat menurut Om Dayat sapaan akrabnya Sekdes menyebutkan seharus idealnya gawe tersebut kolaborasi dan memberikan contoh pengelolaan dan keterbukaan yang baik dari awal,

Sementara Fasilitator Propinsi Pian saat dihubungi terkait dengan masalah tersebut menegaskan ,

Bahwa proyek TPS dengan anggaran 600 jt tersebut sudah diserahterimakan sudah bukan tanggungjawab pemerintah propinsi lagi, itu sudah diserahkan ke DLH tetapi bukan DLH yang mengelolanya melainkan KPP atau mereka masyarakat disana [Madawau.RED].

Pantauan media TPS Madawau sudah kelar tinggal dimanfaatkan dan dioperasionalkan sesuai peruntukkannya,

Menyinggung pro kontra akan kegiatan tersebut termasuk menyebutkan KSM dijadikan kuli, Pian tidak menampiknya

Terkait KSM jadi kuli itu benar punya mereka, saya hanya pengawas cuman banyak yang nggak aktif , saya bantu mereka agar itu selesai sesuai dengan schedule karena saya kan sebagai tenaga fasilitator lapangan bukan pengawas kayak proyek proyek CV, bukan seperti itu, kegiatan tsb harus selesai sesuai waktu, karena kalau nggak selesai tentu saja saya sebagai fasilitatornya juga nantinya yang akan disalahkan, namanya pendamping bukan sekedar mengawasi, jadi mendampingi mereka untuk menyelesaikan itu termasuk dari sisi keuangannya juga,  ucapnya.

Lanjutnya, beda kegiatan TPS ini dengan kegiatan proyek yang dilakukan CV , pian menyebutkan kalau proyek CV para pelaksana harus mengerjakannya dengan uangnya sendiri dulu, kita selesaikan semua dulu pakai uang kita atau 30 porsen ada termin pertamanya  kita, selesai semua pekerjaan baru uang dikasih, sedangkan untuk yang Propinsi ini itu uangnya dikasih semua dulu tapi bertahap sesuai dengan progress karena uang itu dikasih, kita nggak awasi sebagai pendamping desa takutnya uangnya sudah habis tetapi bangunannya enggak selesai , nah mereka disamping menjadi ksm nantikan kalau ada sisanya silakan dibagi nah selain itu mereka sampingan menjadi kuli dan ada keuntungannya juga selain ada keuntungan sbg ksm mereka juga ada untungnya sebagai tukang dan kuli. Ada yang menjadi buruh dan ada juga yang menjadi tukangnya, jadi tidak benar adanya anggapan dan tudingan miring yang diarahkan kepadanya, bantahnya.

Untuk diketahui proyek tersebut menjadu buah bibir di wilayah Kecamatan Madapangga, kegiatan yang bersumber dari Balai propinsi tersebut banyak pihak yang tidak setuju dengan aktifitasnya, mengingat ketiadaan keterbukaan dan sosialisasi dari awal.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jaidun, S.Hut belum bisa dihubungi media, saat awak jejakntb.com mendatangi kantornya kemarin, salah seorang staf atas nama Om Gafar memgatakan,

Bapak lagi diluar Om, lagi istirahat,  belum bisa dikonfirmasi, kalemboadetaaa, ucapnya pada media

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada pernyataan resmi DLH terkait serahterima proyek madawau yang masih pro kontra dibangun diatas lahan Pemkab Bima tersebut.

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top
Scroll to Top