Orang Tua Protes, Menu MBG Sekolah di SMPN 4 Madapangga Cuma Snack, Itupun Sudah Kadaluarsa!

Orang Tua Protes, Menu MBG Sekolah di SMPN 4 Madapangga Cuma Snack, Itupun Sudah Kadaluarsa!

 

BIMA, JEJAKNTB||Sejumlah orangtua di SMP Negeri 4 di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, mengeluhkan menu Makanan Berbasis Gizi (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bima khususnya yang ada di seputaran wilayah Madapangga.

Menu yang disiapkan untuk anak-anak sekolah tersebut dinilai tidak sesuai dengan prinsip makanan bergizi seimbang dan justru didominasi oleh produk olahan pabrikan.

Dari pantauan orangtua, paket MBG yang dibagikan kepada siswa berisi Malkist Sachet, Energen Sachet, Kacang Garing Dua Kelinci Sachet,  telur dan sebiji Salak.

Meskipun secara tampilan terlihat menarik, menu itu dianggap kurang mewakili konsep makanan bergizi seimbang karena sebagian besar merupakan makanan olahan dengan kadar gula dan lemak tinggi bahkan sebagian besar sudah kadaluarsa.

“Kami khawatir anak-anak malah terbiasa makan yang instan dan manis-manis. Harusnya kalau namanya pemenuhan gizi, menunya lebih alami dan bervariasi, bahkan kekhawatiran kami kesehatan anak-anak akan terganggu dengan Snack kadaluarsa” ujar salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya, Senin (16/12).

Sejumlah orangtua juga menyoroti kemungkinan adanya bahan tambahan seperti pewarna, pemanis, dan pengawet buatan dalam produk MBG tersebut termasuk adanya Snack kadaluarsa dikhawatirkan memicu bakteri lainnya.

Menurut mereka, makanan seperti kacang dan biskuit kemasan bukan termasuk kategori makanan sehat jika dikonsumsi rutin oleh anak-anak usia sekolah dasar dan menengah.

“Kacang dan biskuit itu jelas pakai bahan tambahan pangan. Kalau cuma sesekali mungkin tidak masalah, tapi kalau jadi program rutin, kami keberatan,” kata seorang wali murid lainnya.

Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih ketat dalam menyeleksi penyedia makanan yang bekerja sama dengan SPPG, mengingat program MBG diklaim bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, bukan sekadar memberi makanan cepat saji.

Wakasekum SMP Negeri 4 Madapangga meminta BGN Bima untuk mengembalikan pangkalan distribusi MBG sekolah ke posisi semula,

” Kita, selama ini menggunakan SPPG Amanah yang berlokasi di Desa Dena Kecamatan Madapangga, kenapa tiba-tiba BGN alihkan ke SPPG lain, dengan adanya kejadian ini kami minta Kadis Dikbudpora dan BGN Kabupaten Bima kembalikan SMP Negeri 4 Madapangga ke Dena pangkalan menu nya, kasihan anak anak bangsa, nanti dikhawatirkan jatuh sakit dan itu merugikan,” tegasnya.

Wakasekum SMP Negeri 4 Madapangga mengakui bahwa dirinya sempat menandatangani kontrak kerjasama tersebut dengan Dena bukan Bolo.”MoU kita dulu dengan Sppg Amanah di depan SMAN I Madapangga bukan di tempat itu,” pungkasnya.

SPPG didesak evaluasi kelayakan menu

Para orangtua mendesak agar SPPG maupun dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap standar menu MBG di sekolah.

Mereka menilai penyedia makanan perlu diwajibkan menggunakan bahan segar dan memenuhi standar gizi yang jelas, bukan mengandalkan produk kemasan.

“Kami tidak ingin program pemerintah yang sebenarnya baik malah disalahgunakan. Anak-anak harus mendapat asupan yang benar-benar sehat, bukan sekadar mengenyangkan,” ujar orangtua lainnya.

Selain soal bahan makanan, orangtua juga mempertanyakan proses pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di tingkat sekolah. Mereka menduga ada ketidaksesuaian antara pedoman teknis dengan praktik di lapangan

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG di kawasan Madapangga belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan para orangtua. Informasi yang diendus JejakNtb Snack tersebut mulai dipasok sejak Senin (14/12) oleh salah satu pangkalan di Desa Bolo dekat Retail Modern Indomaret.

Sementara itu, sejumlah orangtua berencana melayangkan surat resmi ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima termasuk Badan Gizi Nasional Kabupaten Bima untuk meminta klarifikasi dan evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG di sekolah anak-anak mereka.

Program MBG yang dijalankan melalui SPPG merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki pola konsumsi anak sekolah dan menekan angka stunting.

Namun, dalam pelaksanaannya, beberapa kasus di lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap standar penyediaan makanan.

“Kalau pemerintah ingin anak-anak sehat dan cerdas, seharusnya makanan yang diberikan juga sehat. Jangan hanya formalitas program,” tutup salah satu orangtua murid SMPN 4 Madapangga pada media.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top